Showing posts with label i speak about. Show all posts
Showing posts with label i speak about. Show all posts

welcome 2010


every new beginning comes from some other beginning's end…



...happy new year...
 

catatan akhir 2009


2009 hanya tinggal satu setengah hari lagi dan berat rasanya meninggalkan 2009, tahun yang penuh dengan banyak peristiwa penting dalam hidup saya. kalau boleh melirik ke belakang, sepanjang 2009 adalah tahun yang merubah saya dan kehidupan saya. beberapa hal penting yang menjadi catatan tahun ini adalah :
  • tanti mustika is no longer listed as single.  alhamdulillah setelah 8 tahun 9 bulan 11 hari perkenalan (akhirnya) saya menikah. menyatukan ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’ bukanlah proses yang berakhir di pernikahan, namun justru perjalanan panjang yang dimulai setelah menikah. semoga janji dihadapanNya pada 5 juli 2009 itu selalu dapat selalu membuat kami berjalan beriring.
  • alhamdulillah setelah dua bulan menikah saya diberi amanah untuk mengandung. its so amazing bisa merasakan keajaiban setiap hari melalui pertumbuhan janin yang dititipkanNya dalam rahim saya. life is almost perfect as a woman… :)
  • Gusti Allah membukakan satu pintu rejeki untuk saya (dan calon baby ini), dengan memberi saya kesempatan untuk mencoba lahan pekerjaan baru. saat ini memang masih dalam proses, tapi semoga saja saat baby saya lahir nanti, saya sudah bisa berada di tempat lain pada jam kerja.
seperti yang sudah-sudah saya tidak pernah menetapkan resolusi tahun baru. menjalankan tahun baru dengan tetap mempertahankan (syukur-syukur bisa meningkatkan) semangat dan energi positip setiap hari sudah cukup buat saya.

every new beginning comes from some other beginning's end… happy 2010 everyone…


welcome 2009


happy new year 2009



have a wonderful year ya...

catatan akhir 2008


menutup hari di penghujung 2008 ini ada beberapa hal yang perlu saya catat. overall, achievement terbesar tahun ini adalah berani mengambil keputusan dengan mengikuti segenap kata hati dan alhamdulillah sampai detik ini saya masih enjoy dengan keputusan yang pernah saya buat. tiga hal yang patut dicatat tahun ini adalah:
  • kembali menjalin relationship yang amat sangat serius dengan mantan pacar. kenapa mantan pacar? simple, tidak sanggup rasanya untuk menjalin sebuah relationship baru dari awal dengan orang lain, belajar mengenal, beradaptasi, mengerti dan berbagi dengan sosok baru. satu hal yang saya sadari adalah dia selalu ‘ada’ dan ‘tidak menghilang’ walau sosoknya selalu berganti peran mulai dari teman, kekasih, mantan pacar hingga musuh bebuyutan.
  • (akhirnyaaaaa) mencabut geraham bungsu yang telah menjadi ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup. penundaan akibat trauma saat operasi tiga tahun lalu dan rasa sakit berkepanjangan selama setahun terakhir akhirnya terselesaikan hanya dalam waktu 40 menit operasi yang ternyata jauh dari kesan menyakitkan.
puas tidak puas, suka atau tidak suka nyatanya tahun ini hampir terlewati semuanya, dan saya amat sangat bersyukur dengan banyak hal yang saya rasakan dan temui di 2008 ini. untuk tahun baru ini, seperti biasa saya tidak pernah merencanakan resolusi untuk dipenuhi selama setahun ke depan. hanya berusaha untuk tetap melakukan yang terbaik dan menjalaninya dengan penuh semangat.

selamat tahun baru 2009...

akhir cerita sebuah geraham


akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.

jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.

menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…

selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).

sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.

buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…

ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...

lost in small world


lebih dari sembilan belas tahun hidup dan tinggal di jakarta (belum termasuk 6 tahun bolak-balik jakarta – solo) saya mengenal sekitar 90% wilayah jakarta. sisanya sepuluh persen adalah angka untuk kawasan rorotan, cilincing, marunda, tanjung priuk dan sekitarnya yang belum pernah saya datangi. sedikit membanggakan diri, seringkali saya menjadi tempat bertanya “daerah ini dimana sih tan?” atau “jalan ini di sebelah mana sih?” oleh beberapa teman dan keluarga. bahkan sampai detik ini saya mencatat rekor belum pernah nyasar atau salah alamat datang (tanpa survey lokasi dulu sebelumnya) untuk memenuhi panggilan interview beberapa perusahaan. beberapa rumah teman yang belum pernah saya datangi sebelumnya pun sukses saya datangi tanpa nyasar.

sehebat itukah saya? heheheeee, sebenarnya tidak juga. saya hanya mengetahui satu daerah dalam scope yang besar saja kok. untuk masalah detail jalan saya rasa gunther w holtrof adalah ahli yang sanggup menjelaskan secara detail dalam peta digital jakarta (dan sekitarnya). cukup buka peta sebentar, ceklak-ceklik, dipelajari (kalo takut nyasar ya di print boleh aja) dan siap jalan tanpa nyasar.

kemampuan mengenal scope kota yang saya miliki berbanding terbalik saat masuk ke sebuah toko buku. sekedar informasi, membeli buku berada di urutan hampir belakang pada daftar kegiatan pengeluaran bulanan setelah makanan, BBM, grocery, makeup, telpon + internet, baju + sepatu, dvd glodok serta (syukur-syukur) tabungan. maka jangan pernah tanya berapa banyak koleksi buku yang saya miliki karena dalam dua bulan pun belum tentu satu kali saya menginjakkan kaki di toko buku, kecuali memang ada buku yang ingin saya baca hingga tidak bisa tidur dan terbawa mimpi. jadi kalau suatu hari kamu menjumpai saya di toko buku dan sedang mencari sebuah judul buku, maka bisa dipastikan malam sebelumnya saya susah tidur karena penasaran akan isi buku yang sedang saya cari.


entahlah, saya merasa sangat bodoh dalam menemukan lokasi rak display buku yang saya cari dan inginkan. seingat saya, saya belum pernah sukses menemukan buku sendiri di toko buku tanpa bantuan pramuniaga toko. beda kasus dengan membeli buku karena kebetulan melihat, baca sebentar kemudian tertarik dan membeli (tanpa direncana). bila menginstropeksi diri, saya sangat yakin kalau saya bisa membaca tulisan - huruf - dan angka, bisa menggunakan komputer katalog toko, dan bisa membaca denah lokasi rak (la wong hampir enam tahun sekolah di sekolahan tukang rancang bangunan kok…). tapi ya begitu, entah dimana salahnya selalu dan selalu seperti itu, gagal menemukan buku yang saya cari melalui komputer katalog.

awal september ini saya masuk toko buku di sebuah pusat perbelanjaan dekat kantor mencari cooking with love. sesuai judulnya saya yakin kalau buku ini ada di kelompok hobby, masakan, tata boga atau sejenisnya. untuk memastikannya saya sempatkan diri untuk memeriksa di komputer katalog toko buku. setelah mengetahui nomor display rak, saya langsung menuju tempat yang dimaksud. tapi ternyata saya gagal menemukan buku tersebut dan membutukan bantuan seorang pramuniaga. penyebabnya adalah letak display buku itu tidak sesuai dengan yang ada di komputer katalog. saya curiga jangan-jangan malam hari pas toko buku tutup, buku itu pada pindah sendiri-sendiri mengambil tempat yang diinginkannya.

kejadian kedua terjadi beberapa waktu kemarin. sepulang kerja saya mampir di sebuah toko buku di mall tidak jauh dari rumah, berencana membeli andy’s corner. saya memang agak terburu-buru karena belum sempat makan sedari buka puasa, jadi saya putuskan untuk tidak berkeliling melihat-lihat, langsung mendatangi komputer katalog untuk menuliskan judul buku yang saya butuhkan. kejadian berulang. saya gagal menemukan buku yang saya cari karena buku itu menempati display yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis pada database katalog. menurut pramuniaga toko, buku yang saya cari itu termasuk dalam kelompok new arrival, jadi di display di koridor depan.

heran, saya betul-betul heran. saya tahu luas sebuah toko buku (sebesar apapun toko itu) pasti masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kota jakarta. tetapi saya tetap saja selalu gagal menakhlukkannya. beda rasanya jika masuk ke sebuah hipermarket, saya selalu saja tahu dimana lokasi display minuman teh hijau kemasan botol favorit saya itu...

16 agustus

hanya ditayangkan 1 kali. 16 agustus 2008 jam 9 malam.
saksikan di RCTI, SCTV, TransTV, Trans7, Metro TV.


penasaran menanti ada apa di 16 agustus jam 21.00 seperti yang terlihat pada sebuah iklan di tv. ternyata sebuah trailer (seperti potongan film) yang disponsori oleh perusahaan rokok, mengisahkan tentang peran tiga pemuda (sukarni, chaerul saleh dan wikana) menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan.

moral of the story yang saya tangkap setelah menyaksikan trailer ini adalah sebuah ajakan untuk mengingat peristiwa penting dibalik proses menuju kemerdekaan indonesia. tiga tokoh yang saya sebutkan tadi adalah tokoh sentral pada detik-detik menjelang keputusan besar (proklamasi kemerdekaan) itu diambil.

peristiwa rengasdengklok memang menjadi catatan penting dibalik proklamasi kemerdekaan. hal itu sudah lama saya ketahui dari pelajaran sejarah di bangku sekolah. tapi juga bukan suatu hal yang salah kalau gambaran nyata menjelang proklamasi kemerdekaan indonesia baru sekarang saya pahami dan mengerti dengan mudah setelah menonton trailer tersebut. sejauh ini, 8 tahun lebih setelah meninggalkan kelas pelajaran sejarah, jujur saya ‘hanya’ familiar dengan nama soekarno, hatta, fatmawati, dan sayuti melik bila berbicara tentang proklamasi kemerdekaan. trailer ini seperti melengkapi memori tentang sejarah kemerdekaan indonesia di kepala saya. --sama seperti saya baru tahu sekitar dua atau tiga tahun lalu bahwa rekaman suara proklamasi yang biasa kita dengar itu dibuat beberapa tahun setelah tahun 1945, bukan suara asli saat pembacaan proklamasi tahun 1945--.

tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hal tentang sejarah yang harus diingat dan diketahui, namun jarang ada yang bisa menampilkannya sebagai sesuatu yang menarik, bukan lagi seperti text book saat sekolah dulu yang sering menemani saya tidur sampai pagi karena kehabisan energi untuk bisa menyelesaikan lembar demi lembar di dalamnya yang cenderung membosankan.

well, proklamator indonesia memang soekarno dan hatta. tapi menurut saya sukarni, chaerul saleh dan wikana juga bagian penting dari sejarah kemerdekaan indonesia. mereka juga pahlawan negara ini. seperti mengulang tulisan saya yang lalu bahwa pahlawan tidak harus memanggul senjata dan berada di garis depan peperangan. pahlawan adalah dia yang berani berbuat banyak untuk melakukan perubahan berarti bagi orang dan lingkungan sekitarnya.

jadi, jangan lupakan 16 agustus karena selalu akan ada enam belas sebelum tujuh belas.

merdeka!

update 18 agustus 2008 00:09 AM
hasil ketawa ngakak bareng-bareng saat makan bakso malang di bintaro sektor 9, magrib tadi. seorang sahabat sudah penasaran sejak lama menunggu 16 agustus 2008 jam 21.00 dengan harapan dapat melihat sebuah film tentang sejarah kemerdekaan. sekitar jam 21.00 dia ‘hanya’ mendapatkan sebuah iklan trailer saja di salah satu stasiun tv. berharap dapat menonton film yang dimaksud secara utuh, dibolak-baliklah semua channel tv, tetapi sampai tengah malam film yang diharapkannya tidak kunjung tayang di stasiun tv manapun.


ketahuilah sahabat, bahwa ‘sesuatu’ yang akan ditayangkan pada 16 agustus 2008 jam 21.00 adalah trailer yang sempat kau kira iklan... :D

sepertinya ada yang salah

seperti biasa bacaan wajib saat hari sabtu adalah kolom iklan lowongan pekerjaan pada sebuah harian nasional. sebuah iklan lomba mendongeng terselip di antara jejeran info lowongan kerja. satu hal yang jadi pertanyaan saya adalah

tahun ini indonesia merayakan kemerdekaan yang ke 63 kan?
walau sudah lama meninggalkan kelas pelajaran sejarah, tapi saya yakin hari kemerdekaan indonesia masih tetap 17 agustus 1945.

correct me if i'm wrong.

movie time : the x files - i want to believe


yup, saya mau bilang kalo saya baru saja nonton the x files – i want to believe. ---ren, pasti lu gak percaya kalo gw habis nonton film ini, hehehe...--- sama seperti judulnya, i want to believe too kenapa saya sampai semangat sekali nonton film ini siang tadi. hasilnya? sukses ketiduran sekitar 10-15 menit! :P

seperti serial tv nya, cerita film ini ya seputaran itu-itu aja, gak jauh beda. malahan saya merasa sedikit monoton dan alurnya kayanya lambat banget, makanya dengan bodohnya sempet ketiduran segala. tapi dijamin tetap bakal ngerti dan tidak ketinggalan inti ceritanya yang menurut saya kok 'biasa banget' ya... ;)

movie time : wanted

rutinitas baru di hari minggu, saya kembali menikmati wiken ini dengan nonton bioskop sendiran (lagi!). hattrick. bagaimana tidak, tiga minggu berturut-turut saya datang sendirian ke mall, cari parkir, naik ke bioskop, beli sebuah tiket, beli grinti + pop corn di lobby bioskop, dan duduk manis menyaksikkan film sekitar 2 jam sendirian dalam satu deret bangku penonton.

setelah sukses sendirian nonton tri mas getir dan kungfu panda pada dua wiken terakhir, minggu ini giliran wanted. film ini salah satu genre favorit saya. sosok angelina jolie sedikit banyak mengingatkan pada mr & mrs. smith beberapa tahun yang lalu. cukup deh, untungnya tidak ada brad pitt di sini, karena seorang angelina jolie di film ini saja sudah membuat konsentrasi sedikit terbagi antara mengikuti jalan cerita dan mengagumi pesonanya :P

wait wait…
ternyata hari ini bukan hanya saya yang menyaksikan film sendirian dalam satu deret penonton. seorang wanita seusia saya duduk tepat di depan saya. satu laki-laki duduk sendiri tiga baris di depannya. sepertinya sindrom ‘nonton sendiri’ sudah mulai mewabah… :D

need second opinion


ini pertanyaan yang memenuhi pikiran sepanjang rasuna said – cibubur menjelang sore tadi, dalam kecepatan 60-70 km/jam, diiringi backsound seperti bintang – yovie & nuno sepanjang jalan, yang memang cuma satu-satunya lagu di playlist hari ini.. :D

apa integritas kerja dan dedikasi merupakan sesuatu yang mahal saat ini, sampai-sampai perlu jaminan selembar ijasah untuk dapat membuktikannya?
beberapa bulan terakhir ini saya rajin keluar-masuk perusahaan di penjuru jakarta untuk memenuhi undangan interview dari HRD perusahaan yang saya lamar. dan beberapa kali pula saya selalu kepentok dengan syarat dan kebijakan perusahaan yang mengharuskan seluruh karyawannya menyerahkan ijasah terakhir ke perusahaan. awalnya saya pikir hanya kebetulan saja, semoga saja hanya satu – dua perusahaan yang menerapkan policy seperti itu. saya mundur. saya bersikukuh memilih mencari kesempatan pada perusahaan lain yang semoga tidak memiliki kebijakan seperti itu.

semakin sering saya berkelana dari satu pintu HRD ke pintu HRD lainnya, semakin sering pula saya menemui aturan seperti itu. beberapa HRD perusahaan yang saya datangi saat interview malah seperti curhat dan bercerita panjang lebar tentang awal mula kenapa mereka sampai menerapkan aturan menyerahkan ijasah bagi seluruh posisi di perusahaan tersebut. mayoritas diantaranya mengaku trauma dengan ulah oknum karyawan yang merugikan perusahaan.


entahlah, saya sulit menerima konsep kebijakan itu. buat saya rasa kepercayaan, tanggung jawab, dedikasi dapat ditunjukkan dan dapat dipertanggung jawabkan meskipun tidak menggunakan cara seperti itu. toh perusahaan BUMN tempat saya kerja sebelumnya yang jam kerjanya dari pagi sampai larut malam itu saja tidak memiliki kebijakan seperti itu. begitu juga dengan banyak teman-teman saya yang bekerja pada perusahaan lain. dan sejauh saya tahu, integritas dan dedikasi karyawannya juga bisa berjalan seperti yang diharapkan perusahaan. sebagai tolak ukur setidaknya semua tugas terselesaikan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

buat saya pribadi untuk dapat bergabung dengan perusahaan yang memiliki aturan kebijakan seperti itu tentu bukan perkara mudah. bukan hanya masalah seorang tanti mustika, tapi juga menjadi masalah keluarga di rumah. saya merasa harus ada second opinion dan campur tangan orang tua selaku penyokong dana sejak awal hingga ijasah itu bisa terbit. tapi buat kedua orang tua saya yang menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja pada era '70an tentu kebijakan tersebut kurang familiar di telinga mereka, apalagi kedua orang tua saya menghabiskan lebih dari setengah hidupnya sampai saat ini untuk menjadi abdi negara di negeri ini.

teman, saya hanya ingin mendengar second opinion dari kalian yang mungkin sudah pernah merasakan kebijakan seperti itu. saya benar-benar butuh masukan…

kartu kuning

sudah punya (atau pernah punya) kartu kuning? bukan… kartu kuning disini tidak ada hubungan dengan sepakbola. yellow card yang mau saya bahas adalah kartu kuning atau kartu pencari kerja yang resmi dikeluarkan oleh suku dinas tenaga kerja dan transmigrasi (sudin nakertrans) di kecamatan. bahasa gampangnya adalah SIM-nya pencari kerja. kartu ini banyak dicari mendekati audisi pencarian karyawan lembaga pemerintahan di negara ini (panjang ya mak... padahal cuma mau ngomong 'bukaan lowongan cpns' aja kok...).

resminya sih (katanya) pencari kerja di negara ini mestinya mengantongi kartu ini. tapi toh sejauh ini saya belum pernah menemui situasi ketika sedang interview di sebuah perusahaan lalu pihak perusahaan tersebut menanyakan kartu kuning saya. belum pernah terjadi. di situs pencari kerja seperti karirdotkom, jobstritdotkom atau jobsdibidotkom rasanya saya tidak menemukan pertanyaan berapa nomor induk pencari kerja yang saya miliki. keberadaannya kurang populer untuk bidang pekerjaan diluar instansi pemerintahan.


tapi jangan salah, saat ini saat dimana beberapa instansi pemerintahan sudah mulai membuka audisi pencarian karyawan baru, permintaan akan kartu ini melonjak. tentu saja kartu ini merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki oleh peserta audisi. cara mendapatkannya tidak susah kok. cukup datang ke dinas nakertrans di kantor kecamatan dimana KTP terdaftar dengan membawa copy KTP, copy ijasah terakhir dan pas foto 3x4 semuanya masing-masing 1 lembar. petugasnya sudah paham kok maksud kedatangan kita ke situ, setidaknya ketika baru melongokkan kepala dan akan mengetok pintu, sudah terlihat setumpuk kartu berwarna kuning di setiap meja petugas. mungkin semua orang yang datang ke ruangan itu memiliki maksud tujuan yang sama, mencari kartu kuning. selanjutnya kita lalu diminta untuk mengisi form pendataan tenaga kerja menganggur, sementara petugas mengisi kartu kuning dengan memverifikasi data pada KTP dan ijasah terakhir kita, menempelkan foto 3x4, menyetempel dan setelah membayar biaya administrasi sebesar 10ribu rupiah, kartu kuning sudah berada di tangan kita. saran dari petugas di kecamatan kartu tersebut di fotokopi dan langsung dilegalisir saat itu juga. untuk legalisir 5 lembar dikenai biaya 10ribu rupiah.

so... berniat ikutan audisi pencari kerja di lembaga pemerintahan? hayuh cepetan cari kartu kuning ke kantor kecamatan… :D

movie time : kungfu panda

kungpu fanda kungfu panda. film animasi yang ringan, kocak, menghibur tapi sarat pesan moral dari seorang panda. seorang? anggap saja begitu. sedikit malu harus menyebutnya ‘seekor’ panda. jujur film ini membawa banyak pencerahan. menceritakan tentang seekor panda yg berjuang keras membangun mimpi-mimpi yang awalnya terasa mustahil, tapi dengan segala usaha, segenap kemapuan dan keyakinan akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita dan keinginannya menjadi seorang pendekar kungfu.

tiga hal yang saya kutip dari cerita film ini :

  • yesterday is history, tommorow is a mystery, and today is a gift, that is why they called it “present”
  • there are no accident in this life
  • there are no secret ingredients, the secret of all thing is believe in youself, believe that you are special

damn right! nonjok banget, tidak rugi rasanya walau harus menontonnya dari deret bangku keempat dari depan dan dipenuhi anak kecil. panda saja bisa berjuang mewujudkan impian, masa kalah sama panda?

hayuh semangat, semangat tan!

kartini... putri yang harum namanya

apa yang mengingatkan kita pada 21 april? seperti sudah terprogram di kepala pasti banyak dari kita yang menyebut kartini... emansipasi wanita... atau teringat dengan balutan kebaya beludru berwarna gelap, lengkap dengan kain batik dan di tambah dengan konde bulat, besar yang menutup bagian belakang kepala... atau mungkin kembali mengingat masa lalu saat di sekolah dasar mengikuti karnaval pakaian adat, kebaya atau lomba-lomba yang menunjukkan sisi kefemeniman. selalu ada saja cara untuk mengenang kartini, tokoh emansipasi wanita indonesia itu.

setiap 21 april datang, saya pasti langsung teringat kartini dan masa kecil saat SD yang merasa tersiksa memakai kebaya beludru berwarna gelap dan konde jawa yang memperlihatkan sempurnanya ’lapangan golf’ di jidat saya ketika duduk di bangku kelas 4 atau 5. sambil menyanyikan lagu ’ibu kartini’ saat upacara hari kartini, saya membayangkan kartini seperti lirik yang saya nyanyikan bersama seluruh teman satu sekolah. kartini adalah seorang putri sejati, putri indonesia yang harum namanya. selain itu juga seorang pendekar bangsa, pendekar kaum wanita untuk merdeka, seorang putri yang mulia, yang cita-citanya sungguh besar untuk negara ini.

ah... sempurna sekali kartini yang saya kenal saat saya kecil. putri bangsawan, kaya raya, bisa berbahasa belanda dan bergaul dengan noni-noni londo pula.

lima belas tahun berlalu. pendapat saya tentang kartini berubah ketika saya banyak membaca buku tentang kartini saat proses tugas akhir. putri bupati yang dulu pernah saya anggap sempurna itu berubah menjadi sebuah keprihatinan ketika banyak hal baru saya ketahui melalui biografi ’kartini --sebuah biografi--’ (bukunya berwarna coklat muda, tebel banget tapi saya lupa siapa pengarangnya, dulu saya meminjamnya pada seorang teman kampus) dan juga melalui ’panggil aku kartini saja’ pramudya ananta toer. setelah membaca kedua buku itu, menurut saya kartini hidup dalam situasi dilematis, dilingkupi pertentangan batinnya sendiri ketika keharusannya hidup sebagai perempuan ningrat jawa berbenturan dengan keinginannya untuk dapat lepas dari kefeodalan yang melingkupi perempuan saat itu. kumpulan suratnya yang saya baca dalam ’habis gelap terbitlah terang’ atau ’aku mau... feminisme dan nasionalisme [kumpulan surat-surat kartini kepada stella zehandelaar 1899-1903] banyak menyuarakan perasaan dan isi hatinya yang selalu berbenturan dengan keharusannya mematuhi adat di lingkungannya. banyak pemikiran maju yang ditulis dalam surat-suratnya kepada beberapa orang rekan korespondensinya namun ironisnya, kartini yang sudah mengecap pendidikan dan mempunyai cita-cita tinggi terhadap kemajuan perempuan harus takluk kepada adat yang maemaksanya menerima pinangan sebagai istri kesekian seorang bupati disaat kesempatannya menggapai cita-cita belajar dan keluar dari jepara telah menanti di hadapannya.


saya pernah mempunyai pertanyaan ’nakal’ yang muncul begitu saja setelah saya kenyang melahap buku tentang kartini : ”sebenarnya apa jasa nyata kartini terhadap negara ini?”. saya tahu raden ajeng kartini tidak berjuang melawan penjajah --malahan ia bersahabat dan berkorespondensi dengan banyak orang belanda--. tapi saya saat itu juga langsung mendapat jawaban bahwa memang bukan perjuangan perang-nya lah yang membawa kartini menjadi pahlawan dan tokoh penting di negara ini. kartini adalah pionir. isi hati dan pemikiran tentang perempuan yang tertuang dalam tulisan serta surat-suratnyalah yang pada akhirnya dapat membawa perubahan besar terhadap bangsa ini.

memang perjuangan kartini tidak ’segarang’ wanita-wanita pendahulunya, seperti cut nyak dien atau christina martha tiahahu yang terjun langsung ke medan laga pertempuran, ikut mengangkat senjata dan berada di titik depan pertempuran. tapi saya percaya bahwa pahlawan tidak harus memanggul senjata dan berada di garis depan peperangan. pahlawan adalah ia yang berani berbuat banyak untuk melakukan perubahan berarti bagi orang dan lingkungan sekitarnya.

terimakasih kartini.... buah pemikiran revolusioner tentang emansipasi yang lahir dari seorang wanita yang hidup dalam pingitan adat jawa, saat ini telah memberi kesempatan pada perempuan lain untuk dapat ’berbicara’ dan melakukan banyak hal di luaran sana.

ahhh... andai saja kartini tidak pernah ada, sulit rasanya membayangkan keluar-masuk dan naik-turun proyek dengan kebaya dan konde besar itu... :D

selamat hari kartini untuk semuanya....

SIM baru

tadi siang saya kabur sebentar dari kantor, pergi ke samsat jakarta timur di daerah kebon nanas untuk memperpanjang SIM C yang akan habis beberapa jam lagi. jujur ya, ini pertama kalinya saya mengurus SIM dengan jalur resmi. 2 SIM sebelumnya, A dan C saya yang pertama saya dapatkan melalui jalur ehm… ’nembak’.

ternyata memperpanjang SIM itu gak seribet yang saya bayangkan sebelumnya --yang awalnya saya kira seperti mengurus SIM baru--. dari pertama kali melangkahkan kaki ke dalam kantor tempat perpanjangan SIM hingga SIM yang baru ada di tangan saya, hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja. pelayanannya pun simple dan gak ribet.

tidak mau mengulang pengalaman foto yg gak-banget di SIM C saya yang pertama, tadi saya sempat pesan ke petugas yg memfoto saya kalau saya ingin di foto lebih dari sekali. hehehe, benar-benar menggadaikan rasa malu. jepretan pertama tidak memuaskan, kepala saya miring ke kanan. jepretan kedua kurang memuaskan, senyum saya terlihat maksa. hingga akhirnya saya jadi malu sendiri di jepretan yang ketiga. alhasil jepretan ketiga inilah yang sekarang tertampang di SIM baru saya. menurut mama sih bagus. tapi sebenarnya saya masih kurang sreg dengan pose yang ada di SIM C saya yang baru, gak tahu kenapa kok muka saya jadi terlihat gimanaaaa gitu. tapi ya sudahlah, toh sebagus apapun pose foto SIM, hanya akan tersimpan dalam dompet untuk lima tahun ke depan.

kecolongan nih yeee... :P

penggalan fax dari kantor pusat, baru masuk tadi habis makan siang. agak basi sih, secara kemarin udah sempat baca di detik. susah emang kerja di perusahaan yang taat peraturan. tapi seneng aja akhirnya banyak orang di luar sana yang harus masuk juga jumat lusa. welcome to the club lah... :P

menunjuk surat edaran nomor 017-0/003 tanggal 7 januari 2008 tentang cuti bersama 2008 dan memperhatikan keputusan bersama menteri agama, menteri tenaga kerja & transmigrasi dan menteri negara pendayagunaan aparatur negara tentang hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2008 yang merupakan revisi surat keputusan bersama sebelumnya, direksi memenadang perlu untuk menyesuaikan pelaksanaan cuti bersama dengan ketentuan sebagai berikut.

untuk tahun 2008 perusahaan menetapkan pelaksanaan cuti bersama selama 7 (tujuh) hari yaitu :

  • jumat 11 januari
  • senin, selasa, jumat dan senin tanggal 29, 30 september dan 3, 6 oktober
  • rabu, jumat tanggal 24, 26 desember

ketetapan cuti bersama ini dapat ditinjau kembali apabila teradi perubahan keputusan pemerintah atau hal lain yang mendesak.

buat saya yang sehari-hari standby di project sih gak ngefek blas deh. la wong besok tanggal 7 aja tetap masuk kok. tapi kasian aja yang sudah jauh-jauh hari ngerencanain liburan, booking tiket dan pesan hotel. hehehehe, revisi kok pas februari udah jalan 5 hari... kecolongan dooongg... :D

saus tomat

ada yang tahu kemana perginya saus tomat yang biasanya duduk manis berdampingan dengan saus cabe di mc.d? di sarinah thamrin gak ada, di pasaraya manggarai gak nongol, di PGC gak kelihatan, di tebet juga absen.... apa penggemar saos tomat di mc.d sudah gak ada ya?

kayanya yang merasa kehilangan saus tomat di mc.d cuma kamu doang deh, py...

baca buku

ini buku yg beberapa hari belakangan ini saya baca. judulnya ’siapa bilang kawin itu enak?’ [kumpulan cerita pendek tentang pasangan muda]. bukan buku baru sih sebenarnya, tapi kebetulan aja nemu pas iseng-iseng mampir gramed depok minggu sore kemarin. walaupun judulnya provokatif, bikin jidat berkerut dan alis naik sebelah, tapi buku ini ringan banget. semua sudut pandang cerita emang dilihat dari sisi wanita, secara penulisnya juga wanita. so far walaupun belum selesai dibaca semuanya, kayanya banyak yang bisa dipelajari dari buku ini, bahwa pernikahan bukanlah akhir sebuah tujuan, tapi awal sebuah perjalanan. ^^

hei kamu yang baru saja membangunkan lelapku... kamu juga setuju dengan hal itu kan? =)

untuk kali ini jangan paksa saya untuk memilih

pasti pernah denger lagu dangdut yang liriknya ”daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini...biar tak mengapaaaa....” semenjak tau rasanya sakit gigi dan rasanya sakit hati sebenarnya saya pengen protes. boooo, giling... sakit hati dibandingin ma sakit gigi, sakit gigi di bandingin ma sakit hati. sakit hati jelas memang gak enak, obatnya susah, --gak dijual di apotek dan toko obat--, udah gitu sembuhnya gak bisa ditentuin berapa lama. begitu juga dengan sakit gigi. dipikir sakit gigi enak apa... ga enak, nyong! uuugghhh, sekujur badan bisa kompak ikutan sakit gara-gara sakit gigi. yang kepala pusing lah, badan panas, gak bisa makan, gak bisa tidur... jadi menurut saya rasa sakit akibat sakit hati dengan sakit gigi sama sekali tidak bisa dibandingkan, dan saya tidak rela keduanya dibandingkan walaupun sama-sama sakit... ^^

saya sangat tahu rasanya sakit gigi, terutama seminggu belakangan ini. gitu deh yang terjadi pada gigi saya. gak tau gigi saya yg gede-gede atau mulut saya yang terlalu imut *yiakzzz…*, keempat gigi bungsu saya tumbuh abnormal mulai 3 tahun yll. 2 gigi bagian bawah tumbuh ke arah depan, menyodok gigi geraham di depannya sementara gigi bagian atas tubuh ke arah luar. sebenarnya ini bukan masalah baru, sudah terdeteksi sejak sekitar 2-3 tahun yang lalu saat masih kuliah dan tinggal di solo. setelah melakukan foto rongent pada rahang, dokter jenny, --dokter gigi langganan di solo yang saya kenal lewat seorang kakak tingkat waktu kuliah-- menjelaskan panjang lebar mengenai dampak, akibat dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depannya dengan gigi saya, antara lain rusaknya gigi geraham di depannya dan migran yang akan lebih sering saya alami dibandingkan sebelumnya. tindakan yang harus sesegera mungkin di ambil adalah mencabut ke empat gigi abnormal tersebut! (karena secara fungsional juga tidak terlalu berfungsi dibandingkan geraham di depannya).

sedikit informasi yang sempat saya cari ke tante wiki :


"gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-20 tahun. gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.


masalah yang kerapkali timbul adalah karena gigi bungsu tumbuh paling akhir, terkadang rahang tidak memiliki tempat yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh dengan wajar. akibatnya gigi bungsu mendesak gigi geraham yang berada di depannya. hal ini akan mengakibatkan sakit pada gigi. masalah ini umumnya diatasi dengan mencabut gigi bungsu yang baru tumbuh. bila gigi bungsu menempati posisi yang sulit untuk dicabut, yang dicabut adalah gigi geraham yang terdesak sehingga gigi bungsu mendapat tempat yang cukup untuk tumbuh"


nah loh! sama banget dengan yang saya alami. saya menyetujui saran dokter jenny. untuk menyelamatkan geraham saya yang saat itu sakit akibat desakan pertumbuhan gigi bungsu yang abnormal itu (sampai2 seperempat permukaan geraham paling ujung pecah booo..), dengan sangat-sakit-sakit-sakit-sakit-banget-nyet akhirnya gigi saya dicabut. hanya 1 gigi saja dulu walaupun saat itu dokter jenny sempat bercanda dan memberikan tawaran ”cabut 3 gratis 1” --gile ajee, kalo program sale sepatu atau baju mah saya jabanin deh...-- mau tahu rasanya operasi gigi? ampuuuuunnnn…. walaupun berkali-kali suntikan di arahkan ke gusi, tetap saja saya bisa merasakan semua yang diperbuat sang dokter di dalam rongga mulut saya. gusi di robek, gigi di ungkit, di cabut dan kemudian dijahit lagi, hampir semua bisa saya rasakan.

cukup sekali dan membuat saya trauma. walaupun gigi tetap bermasalah untungnya semua berjalan baik-baik saja. bahkan 2 hari setelah operasi itu (saat benang-benang di dalam gigi masih berseliweran, belum bisa makan dan buat ngomong aja masih sakit) saya sudah bisa bermain futsal, memperkuat tim futsal angkatan saya dalam sebuah pertandingan futsal seru2an antar angkatan di kampus, sekitar pertengahan 2005 yang lalu.

sampai akhirnya seminggu belakangan ini…. geraham bungsu sebelah kiri bawah semakin mendesak geraham di depannya. sakit yang pernah saya rasakan beberapa tahun lalu kembali saya rasakan. saya tahu dan sadar kalau keadaan masih akan tetap smaa dan bahkan cenderung bertambah parah selama saya belum operasi. saya masih belum memiliki kekuatan dan keberanian yang berlipat ganda untuk memutuskan melakukan pencabutan karena saya tahu sakitnya.

dan kalo lagi sakit gigi begini saya pasti langsung teringat lirik lagu dangdut itu. tapi kalo saya di suruh memilih antara sakit hati dan sakit gigi…no no no no…tunggu dulu, nyong... jangan paksa saya untuk memilih!

wedding award


beneran deh! saya baru kali ini melihat wedding award angkatan saya. jadi ceritanya gini. teman-teman satu angkatan di kampus tempat saya kuliah membuat satu ’prasasti pernikahan’ (baca : piala bergilir pernikahan) --seingat saya desainnya di sayembarakan di kalangan angkatan saya-- untuk diberikan kepada setiap anggota angkatan yang menikah. sebenarnya bukan diberikan sih --sesuai dengan namanya yang ’bergilir’ itu-- piala itu berputar dari satu acara pernikahan ke pernikahan selanjutnya, dari satu kota ke kota yang lain. aturan mainnya begini... pada sisi kanan dan kiri wedding award itu ada plat kecil berwarna emas yang nantinya digunakan untuk menuliskan/mengukir nama anggota angkatan dan pasangan yang akan menikah, berikut dengan tanggal pernikahannya. wedding award ini akan diberikan oleh teman-teman angkatan yang hadir pada saat resepsi pernikahan. setelah pasangan yang menikah menerima wedding award, maka pasangan ini berhak untuk menyimpannya sampai ada anggota angkatan yang menikah berikutnya. apabila ada pasangan lain yang akan menikah, maka pasangan yang terakhir memegang piala ini wajib untuk menuliskan nama dan tanggal pernikahan pasangan yang akan menikah selanjutnya, dan mengirimkannya (kalau kebetulan berhalangan hadir) ke pasangan yang akan menikah tersebut.

untuk pernikahan rosa yang digelar siang tadi, 2 hari yang lalu sinung mengirimkan wedding award tersebut ke alamat saya langsung dari surabaya. agak shock juga waktu ngeliat packagingnya yang segede gaban itu, jadi tebak-tebak buah manggis ngebayangin isinya sebesar apa, secara saya belum pernah lihat langsung bentukannya. setelah dibuka... tralalaaaaa.... ternyata wedding awardnya sendiri hanya berukuran sekitar 50-60 cm saja dan sisanya mostly kertas-kertas yang berfungsi untuk menahan goncangan. puippfffhhh... kirain segede apa... :P

iseng-iseng tadi saya sempat menghitung jumlah ’kapling’ nama yang tersedia di sisi kanan dan kiri wedding award. jumlah kapling di kanan ada 2 kolom 18 baris, begitupun di sisi kiri. totalnya ada 72 kapling nama. saya sendiri tidak ingat secara pasti berapa jumlah orang di angkatan saya, secara beberapa waktu yang lalu sempat ada beberapa teman yang pindah jurusan. walaupun gak tahu nantinya nama saya akan ada di urutan keberapa, tapi saya berharap kapling itu masih tersisa... ^^. usul saya : program menikah sesama angkatan sepertinya bisa dijadikan solusi jitu pengiritan tempat kapling nama pada wedding award... :P