(masih tentang) rectoverso



tanpa rencana sore tadi datang ke margo city, ternyata kebetulan pas ada acara bedah buku rectoverso bareng penulisnya, dewi ‘dee’ lestari. seperti umumnya acara bedah buku, ada sesi cerita, tanya jawab dan yang spesial (mungkin jarang ditemui di acara bedah buku lainnya) adalah live performance dewi untuk lagu ‘selamat ulang tahun’ dan ‘malaikat juga tahu’.

hummmm… ajaib memang wanita satu itu, sukses ‘menyihir’ melalui dua media langsung, buku dan lagu. sejauh ini saya sudah hafal semua lagu di rectoverso, tinggal meyelesaikan sedikit lagi bukunya yang akhir-akhir ini sedikit agak keteteran waktu untuk membacanya.

ketan susu kemayoran


sudah pernah dengar tentang ketan susu yang terkenal di kemayoran itu? saya sudah sering dengar cerita dari banyak sumber, sering juga bolak-balik melintas di depannya tapi selalu tidak kesampaian untuk mampir sekedar icip-icip makanan yang ada di sana. hingga kesempatan itu akhirnya datang selepas magrib, setelah hujan deras yang mengguyur jakarta sedari siang itu reda. jalan basah dan hawa dingin tidak mengurangi niat bertandang dan mencicipi ketan susu yang terkenal itu.

warung ketan susu ini terletak di ujung jalan garuda kemayoran, tepatnya di sisi pertemuan jalan garuda dengan jalan kemayoran gempol. tempatnya sangat sederhana, berukuran sekitar 2 x 4 meter (bayangkan space yang hanya seluas itu sudah termasuk ‘dapur’ --tempat buat memasak-- yang letaknya tepat di belakang si penjual). jadi selagi kita menyantap makanan disuguhkan pula atraksi memasak.

secara kasat mata tidak ada menu ‘aneh’ yang dijual disini. seperti namanya warung ini menjual ketan, gorengan, teh dan kopi. jangan bayangkan bahwa warung ini menempati satu tempat seperti cafĂ© atau restoran. warung ini kecil, tidak banyak bangku yang disediakan. kurang lebih hampir sama seperti kedai es pocong di kawasan margonda. suasana yang tercipta di warung ini mengingatkan saya dengan gerobak hik / angkringan di solo, dimana ‘ruang’ obrolan tercipta dari setiap pengunjung tanpa batas waktu, tidak terpengaruh oleh hingar bingar sekeliling. ah, mendadak saya jadi kangen dengan suasana obrolan di warung hik yang dulu sering saya lakukan sampai tengah malam itu.

di warung ini tadi saya pesan 2 piring ketan susu dan sepoci teh panas. sebagai teman makan ketan susu ini ada beberapa jenis gorengan yang tersedia, diantaranya tempe goreng (tanpa tepung) dan pisang goreng tepung. saya tidak tahu apakah gorengan ini termasuk dalam paket ketan susu atau tidak, tapi saya langsung disodori sepiring tempe goreng (isi 4) walaupun sebelumnya tidak memesannya.


secara penampakan ketan susu ini adalah sepiring kecil ketan (yang dimasak meyerupai nasi), ditaburi kelapa parut dan disiram susu kental manis putih. sebagai teman makan ketan ini ada beberapa jenis gorengan, diantaranya tempe goreng dan pisang goreng. bisa dibayangkan perpaduan rasa yang gurih, asin hingga manis terasa sangat meriah di mulut. namun belum lengkap rasanya jika kita tidak menyertakan teh poci atau kopi tubruk dalam daftar pesanan makanan. aroma tanah yang mantap dari poci teh panas menambah kehangatan di malam yang dingin.

sedikit tidak percaya, total kerusakan yang dibuat di sini hanya 10k dengan perincian 2 porsi ketan susu @2.5k, sepiring gorengan (isi 4) seharga 2k, dan sepoci teh (plus 2 gelas yang berisi beberapa sendok gula pasir) seharga 3k.

kalau ingin kesini jangan takut nyasar tidak bisa menemukan lokasi warungnya, cukup perhatikan letak parkiran motor + mobil yang berjejer ramai di sekitar jalan garuda ujung, bisa dipastikan itulah tempatnya. kalau lagi ramai jangankan penjualnya, warungnya saja terkadang tidak terlihat karena tertutup oleh ramainya pengunjung. oiya, warung ini buka 24 jam loh. selamat mencoba ya….

tiga minggu tanpa ngeblog


saya baru sadar tiga minggu lamanya blog ini tidak tersentuh. entah kenapa. padahal tidak ada kesibukan mencolok, apalagi kebiasaan yang berubah. sama sekali tidak ada. kegiatan sehari-hari masih seputar aktivitas harian yang berulang. saya tidak pergi kemana-mana, selain rumah – kantor, kantor – rumah, sedikit ke mall, dan sesekali ke bioskop. liburan lebaran kemarin pun tetap di jakarta, tidak keluar kota.

aroma kesibukan baru terasa saat kembali ke rutinitas harian sebuah kantor di pojokan bintaro sektor 9 setelah liburan lebaran. load pekerjaan sedikit menanjak karena mas boss (atasan saya) memperpanjang status libur lebarannya menjadi cuti. praktis ada beberapa beberapa hal yg berkaitan dengan pekerjaan memerlukan perhatian dan waktu ekstra. tapi itupun tidak membuat saya pulang telat dari biasanya. toh sesampai di rumah ternyata saya masih sempat cek imel, friendster, facebook, blogwalking, dan tentu saja plurking. jadi semestinya tidak ada hubungan antara kesibukan dengan blog yang terbengkalai.

sekedar cerita, minggu pagi 12 oktober lalu saya dan mama sempat ke solo selama 40 jam. well bicara tentang solo selalu saja menyenangkan walau kali ini bukan dalam rangka bersenang-senang, jadi tidak ada pedokumentasian gambar sama sekali. kunjungan mendadak dan tanpa rencana ini terjadi karena adik saya yang kuliah di solo mengalami kecelakaan, saat sepeda motor matic yang dikendarainya tidak mampu dikendalikan ketika mencoba menghindar dari kendaraan di depannya yang tiba-tiba berhenti mendadak. hasilnya malam minggu tanggal 11 oktober sekitar jam 20.00 dilarikan ke sebuah rumah sakit di kawasan ronggowarsito. giginya patah 3, bibir di jahit tiga jahitan dan yang mencolok adalah luka akibat gesekan aspal pada wajah di bagian kening kiri dan pipi kiri hingga menimbulkan bengkak dan lebam, hampir menutupi mata kirinya. kegiatan selama di solo pun hanya terfokus di seputaran rumah sakit – hotel – rumah sakit – hotel. namun keadaan berubah di senin siang, saat dokter memperbolehkan adik saya keluar dari rumah sakit karena mama saya berniat untuk ‘mengevakuasinya’ ke jakarta. sambil menunggu jadwal kepulangan pada selasa pagi, mama yang awalnya hanya mempunyai niat suci dan baik untuk segera mengajak pulang ke jakarta ternyata menambah panjang daftar kunjungan ke solo kali ini dengan wisata kuliner di beberapa tempat makan khas yang ada di solo, belanja batik di klewer, belanja bakery + bagelen di wonder, dan berkeliling alun-alun hingga keraton dengan sepeda motor, sementara adik saya ditinggal di hotel. benar-benar keluarga yang aneh. saya pun masih sempat bertemu beberapa teman. masih sempat pula dua malam berurut-turut datang ke sebuah coffeshop milik seorang teman di kawasan bhayangkara, berbicara banyak hal bersamanya sampai hampir tengah malam.

sepulang dari solo saya dihinggapi sakit gigi yang tidak tertahan, yang sudah saya rasakan sejak dalam perjalanan menuju jakarta. masalah lama, basi banget. biasanya sakit gigi akibat gerakan pertumbuhan geraham bungsu yg menabrak geraham depannya ini terjadi dalam siklus dua bulanan. terakhir kali saya mengalaminya bulan mei lalu, jadi sudah sekitar lima bulan saya terbebas dari siklus gila ini. bisa dibayangkan rasa sakit yang ditimbulkan kali ini pun tidak tertahankan, terakumulasi dari lima bulan yang lalu. sudah seminggu ini kelancaraan aktivitas saya di topang oleh 3 butir cataflam, 3 butir biolincom dan 2 butir danalgin setiap harinya. tapi bukan berarti 8 butir obat itu benar-benar membebaskan saya dari rasa sakit, bahkan pertengahan minggu kemarin saya terpaksa harus menginap di rumah budhe (yang lokasinya tidak jauh dari kantor) selama 3 hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke cibubur. sakit yang saya rasakan kali ini adalah sakit yang paling dahsyat dari yang sudah pernah saya lewati sebelumnya. kapok, benar-benar kapok. seperti pesakitan dan menjadi tidak berguna karena sakit gigi itu sangat menyedihkan. tersiksa rasanya, tidak bisa nyenyak tidur, tidak enak makan. termotivasi setelah membaca tulisan pandji, saya mulai memupuk keberanian untuk maju ke meja bangku operasi, untuk menghilangkan ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup saya. ada satu kalimat yang saya suka, dikutip dari tulisan pandji tadi
siapapun yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati jelas jelas tolol! :D
doakan ya, semoga tekad saya untuk mengakhiri petualangan sakit gigi ini semakin bulat.

oiya dua minggu belakangan ini saya kembali mendapat dua tawaran untuk bergabung dengan kantor lama, dari dua proyek di dua kota yang berbeda di luar jakarta, salah satunya solo. hummmh, kedengarannya mengasikkan. kota kecil, gudang makanan enak, bebas macet, serasa liburan setiap hari. tapi tekad saya sudah bulat, saya sudah memutuskan untuk tetap di sini. bertahan di tempat baru dan meyakini apa yang sudah saya lewati selama hampir tiga bulan ini. hihihihiiii, rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau :P

hummm, beberapa waktu ke depan akan ada sedikit kesibukan baru yang memerlukan perhatian ekstra, akan sedikit menyita waktu dan konsentrasi. doakan saja semoga semua berjalan dengan sebagaimana mestinya dan tidak terganggu oleh sakit gigi sialan ini…

selamat idul fitri 1429 H



banyak kata tertulis, tidak semua menyejukkan
banyak postingan yang di upload, tidak semua menyenangkan
banyak komentar telah ditinggal disana-sini, tidak semua meggembirakan
taqobalallahu minna wa minkum, taqobal yaa karim
~~ Selamat Idul Fitri 1429 H ~~
minal aidin wal faidzin
mohon maaf lahir batin