movie time : the x files - i want to believe


yup, saya mau bilang kalo saya baru saja nonton the x files – i want to believe. ---ren, pasti lu gak percaya kalo gw habis nonton film ini, hehehe...--- sama seperti judulnya, i want to believe too kenapa saya sampai semangat sekali nonton film ini siang tadi. hasilnya? sukses ketiduran sekitar 10-15 menit! :P

seperti serial tv nya, cerita film ini ya seputaran itu-itu aja, gak jauh beda. malahan saya merasa sedikit monoton dan alurnya kayanya lambat banget, makanya dengan bodohnya sempet ketiduran segala. tapi dijamin tetap bakal ngerti dan tidak ketinggalan inti ceritanya yang menurut saya kok 'biasa banget' ya... ;)

movie time : wanted

rutinitas baru di hari minggu, saya kembali menikmati wiken ini dengan nonton bioskop sendiran (lagi!). hattrick. bagaimana tidak, tiga minggu berturut-turut saya datang sendirian ke mall, cari parkir, naik ke bioskop, beli sebuah tiket, beli grinti + pop corn di lobby bioskop, dan duduk manis menyaksikkan film sekitar 2 jam sendirian dalam satu deret bangku penonton.

setelah sukses sendirian nonton tri mas getir dan kungfu panda pada dua wiken terakhir, minggu ini giliran wanted. film ini salah satu genre favorit saya. sosok angelina jolie sedikit banyak mengingatkan pada mr & mrs. smith beberapa tahun yang lalu. cukup deh, untungnya tidak ada brad pitt di sini, karena seorang angelina jolie di film ini saja sudah membuat konsentrasi sedikit terbagi antara mengikuti jalan cerita dan mengagumi pesonanya :P

wait wait…
ternyata hari ini bukan hanya saya yang menyaksikan film sendirian dalam satu deret penonton. seorang wanita seusia saya duduk tepat di depan saya. satu laki-laki duduk sendiri tiga baris di depannya. sepertinya sindrom ‘nonton sendiri’ sudah mulai mewabah… :D

need second opinion


ini pertanyaan yang memenuhi pikiran sepanjang rasuna said – cibubur menjelang sore tadi, dalam kecepatan 60-70 km/jam, diiringi backsound seperti bintang – yovie & nuno sepanjang jalan, yang memang cuma satu-satunya lagu di playlist hari ini.. :D

apa integritas kerja dan dedikasi merupakan sesuatu yang mahal saat ini, sampai-sampai perlu jaminan selembar ijasah untuk dapat membuktikannya?
beberapa bulan terakhir ini saya rajin keluar-masuk perusahaan di penjuru jakarta untuk memenuhi undangan interview dari HRD perusahaan yang saya lamar. dan beberapa kali pula saya selalu kepentok dengan syarat dan kebijakan perusahaan yang mengharuskan seluruh karyawannya menyerahkan ijasah terakhir ke perusahaan. awalnya saya pikir hanya kebetulan saja, semoga saja hanya satu – dua perusahaan yang menerapkan policy seperti itu. saya mundur. saya bersikukuh memilih mencari kesempatan pada perusahaan lain yang semoga tidak memiliki kebijakan seperti itu.

semakin sering saya berkelana dari satu pintu HRD ke pintu HRD lainnya, semakin sering pula saya menemui aturan seperti itu. beberapa HRD perusahaan yang saya datangi saat interview malah seperti curhat dan bercerita panjang lebar tentang awal mula kenapa mereka sampai menerapkan aturan menyerahkan ijasah bagi seluruh posisi di perusahaan tersebut. mayoritas diantaranya mengaku trauma dengan ulah oknum karyawan yang merugikan perusahaan.


entahlah, saya sulit menerima konsep kebijakan itu. buat saya rasa kepercayaan, tanggung jawab, dedikasi dapat ditunjukkan dan dapat dipertanggung jawabkan meskipun tidak menggunakan cara seperti itu. toh perusahaan BUMN tempat saya kerja sebelumnya yang jam kerjanya dari pagi sampai larut malam itu saja tidak memiliki kebijakan seperti itu. begitu juga dengan banyak teman-teman saya yang bekerja pada perusahaan lain. dan sejauh saya tahu, integritas dan dedikasi karyawannya juga bisa berjalan seperti yang diharapkan perusahaan. sebagai tolak ukur setidaknya semua tugas terselesaikan dengan baik dan dapat dipertanggung jawabkan.

buat saya pribadi untuk dapat bergabung dengan perusahaan yang memiliki aturan kebijakan seperti itu tentu bukan perkara mudah. bukan hanya masalah seorang tanti mustika, tapi juga menjadi masalah keluarga di rumah. saya merasa harus ada second opinion dan campur tangan orang tua selaku penyokong dana sejak awal hingga ijasah itu bisa terbit. tapi buat kedua orang tua saya yang menyelesaikan pendidikan dan mulai bekerja pada era '70an tentu kebijakan tersebut kurang familiar di telinga mereka, apalagi kedua orang tua saya menghabiskan lebih dari setengah hidupnya sampai saat ini untuk menjadi abdi negara di negeri ini.

teman, saya hanya ingin mendengar second opinion dari kalian yang mungkin sudah pernah merasakan kebijakan seperti itu. saya benar-benar butuh masukan…

kartu kuning

sudah punya (atau pernah punya) kartu kuning? bukan… kartu kuning disini tidak ada hubungan dengan sepakbola. yellow card yang mau saya bahas adalah kartu kuning atau kartu pencari kerja yang resmi dikeluarkan oleh suku dinas tenaga kerja dan transmigrasi (sudin nakertrans) di kecamatan. bahasa gampangnya adalah SIM-nya pencari kerja. kartu ini banyak dicari mendekati audisi pencarian karyawan lembaga pemerintahan di negara ini (panjang ya mak... padahal cuma mau ngomong 'bukaan lowongan cpns' aja kok...).

resminya sih (katanya) pencari kerja di negara ini mestinya mengantongi kartu ini. tapi toh sejauh ini saya belum pernah menemui situasi ketika sedang interview di sebuah perusahaan lalu pihak perusahaan tersebut menanyakan kartu kuning saya. belum pernah terjadi. di situs pencari kerja seperti karirdotkom, jobstritdotkom atau jobsdibidotkom rasanya saya tidak menemukan pertanyaan berapa nomor induk pencari kerja yang saya miliki. keberadaannya kurang populer untuk bidang pekerjaan diluar instansi pemerintahan.


tapi jangan salah, saat ini saat dimana beberapa instansi pemerintahan sudah mulai membuka audisi pencarian karyawan baru, permintaan akan kartu ini melonjak. tentu saja kartu ini merupakan salah satu syarat yang wajib dimiliki oleh peserta audisi. cara mendapatkannya tidak susah kok. cukup datang ke dinas nakertrans di kantor kecamatan dimana KTP terdaftar dengan membawa copy KTP, copy ijasah terakhir dan pas foto 3x4 semuanya masing-masing 1 lembar. petugasnya sudah paham kok maksud kedatangan kita ke situ, setidaknya ketika baru melongokkan kepala dan akan mengetok pintu, sudah terlihat setumpuk kartu berwarna kuning di setiap meja petugas. mungkin semua orang yang datang ke ruangan itu memiliki maksud tujuan yang sama, mencari kartu kuning. selanjutnya kita lalu diminta untuk mengisi form pendataan tenaga kerja menganggur, sementara petugas mengisi kartu kuning dengan memverifikasi data pada KTP dan ijasah terakhir kita, menempelkan foto 3x4, menyetempel dan setelah membayar biaya administrasi sebesar 10ribu rupiah, kartu kuning sudah berada di tangan kita. saran dari petugas di kecamatan kartu tersebut di fotokopi dan langsung dilegalisir saat itu juga. untuk legalisir 5 lembar dikenai biaya 10ribu rupiah.

so... berniat ikutan audisi pencari kerja di lembaga pemerintahan? hayuh cepetan cari kartu kuning ke kantor kecamatan… :D

movie time : kungfu panda

kungpu fanda kungfu panda. film animasi yang ringan, kocak, menghibur tapi sarat pesan moral dari seorang panda. seorang? anggap saja begitu. sedikit malu harus menyebutnya ‘seekor’ panda. jujur film ini membawa banyak pencerahan. menceritakan tentang seekor panda yg berjuang keras membangun mimpi-mimpi yang awalnya terasa mustahil, tapi dengan segala usaha, segenap kemapuan dan keyakinan akhirnya berhasil mewujudkan cita-cita dan keinginannya menjadi seorang pendekar kungfu.

tiga hal yang saya kutip dari cerita film ini :

  • yesterday is history, tommorow is a mystery, and today is a gift, that is why they called it “present”
  • there are no accident in this life
  • there are no secret ingredients, the secret of all thing is believe in youself, believe that you are special

damn right! nonjok banget, tidak rugi rasanya walau harus menontonnya dari deret bangku keempat dari depan dan dipenuhi anak kecil. panda saja bisa berjuang mewujudkan impian, masa kalah sama panda?

hayuh semangat, semangat tan!

brillante weblog premio award 2008... from friend - for friends


dapat ini dari mbak astrid di jogja. thanks ya mbakyuu... :)

jadi aturan mainnya begini :

1) put the logo on your blog
2) add a link to the person who awarded you
3) nominate at least 7 other blogs
4) add links to those blogs on yours
5) leave a message for your nominees on their blogs

well.... selanjutnya saya bersiap menimpuk renny winarso, hilman taofani, vina bidari, anna semuasayang, mia mutiaz, fini lubis, dan presty larasati dengan award ini. siap-siap benjol yaa... :D

empat belas juli


hari ini, enam tahun yang lalu. setelah lelah dengan kesibukan pameran keliling kota solo, tumpukan marah yang terpendam berhari-hari dalam hati, pertengkaran hebat di ruang tamu sebuah rumah kost berlantai dua, perjalanan bisu dan hampa menuju timur, deru suara cempreng vespa biru, jingga langit tawangmangu di kaki gunung lawu, dan nasi goreng yang menjadi pelabuhan terakhir hari itu.

saya akan selalu mengingatnya dalam indah.

menikmati 'sendiri'

berapa banyak orang yang bisa menikmati kesendirian di tengah keramaian? berapa banyak orang yang bisa melewati sepi (dan kesepian) dengan cara yang menyenangkan?

bukan wiken biasa. mana mungkin sebelumnya saya bisa menyelesaikan sebuah buku dalam waktu kurang dari 5 jam, terlebih saat wiken? wong astral astria nya fira basuki saja masih menunggu waktu untuk dibaca sejak lebih dari 6 bulan yang lalu. sampai sekarang masih saja tergeletak di samping tempat tidur. entah kekuatan apa yang datang sehingga 248 halaman dalam hafalan shalat delisa tuntas saya baca sejak pagi hingga menjelang siang tadi. mungkin terkesan biasa saja bagi orang lain, tapi menghabiskan sebuah buku setebal lebih dari 200 halaman dalam waktu kurang dari lima jam tanpa terputus adalah hal baru bagi saya.

bukan wiken biasa. tapi bukan juga kebiasaan baru kalau saya suka datang sendiri ke bioskop dan menikmati sebuah film sendiri tanpa seorangpun teman. sejak kuliah dulu saya sudah sering melakukannya. namun semenjak memiliki partner untuk menghabiskan wiken, saya menjadi sedikit aneh kalau harus pergi sendiri saat wiken. teman, apakah kamu pernah merasa enjoy ketika datang sendirian ke bioskop saat wiken (saat dimana biasanya banyak pasangan berlomba-lomba memenuhi bioskop), duduk sendiri dalam satu deret bangku penonton dan tertawa lepas ketika menonton sebuah film sambil menikmati sebotol green tea? aneh ya...? tapi saya baru saja menikmatinya (lagi) siang tadi saat menonton tri mas getir di margocity.


tidak, saya tidak sedang patah hati ketika menulis tulisan ini. saya percaya ada kalanya manusia memang butuh sendiri dan menikmati kesendiriannya. merdeka menjadi diri sendiri. lepas dari segala bentuk intervensi dan tuntutan banyak peran kita yang lain, dimana kita harus bisa membelah diri untuk itu semua. aah, kalau saja kamu tidak pergi wiken ini, mungkin saya tidak akan bisa merasakan nikmatnya nonton bioskop sendiri lagi dan belum tentu saya mencatat rekor membaca buku secepat ini.

terngiang lagu dewa di playlist blacknano tadi malam, “di dalam keramaian aku masih merasa sepi, sendiri memikirkan kamu…”

selendang mayang

namanya es selendang mayang. makanan (lebih tepatnya : minuman kali ya…) khas jakarta ini termasuk langka saat ini. dulu saya pengen banget makanan ini pas renny bilang ada yang jual di daerah kota tua dan katanya penjualnya cuma ada seorang saja. pak bondan sama wisata kuliner juga pernah icip-icip makanan ini pas jalan disitu. waktu datang ke kota tua lagi buat survey lokasi preweddnya renny memang pernah ketemu sama penjualnya, tapi dagangannya sudah habis, ludes.

saya sendiri gak ngerti kenapa namanya selendang mayang, la wong tidak menggunakan selendang, apalagi mayang sari. sejatinya makanan ini masih satu rumpun sama cendol. terbuat dari sagu aren tanpa gula (kalau manis biasanya namanya ongol-ongol), di cetak dalam satu wadah besar --biasanya tampah-- kemudian disajikan dengan gula (berwarna ngejreng), santan, dan tentunya es.

walaupun makanan ini langka di jakarta, tapi di sekitar daerah tempat tinggal saya masih ada beberapa (setidaknya 2 orang) pedagang selendang mayang, meskipun penampilannya agak berbeda. dua orang pedagang selendang mayang yang saya jumpai ini menggunakan gerobak, bukan dipikul. lagipula yang satunya tidak murni menjual selendang mayang, melainkan ada cendol juga.

tetapi siang tadi dalam perjalanan pulang dari cijantung ke rumah mama secara tidak sengaja saya menemukan tukang selendang mayang yang asli, hanya menjual selendang mayang dan dipikul. langsung minggir, parkir dan beli 2 bungkus. sebungkus harganya 2500. rasanya sih standar (selendang mayangnya plain dan kuahnya manis), tapi paling tidak rasa penasaran untuk bertemu tukang selendang mayang yang dipikul terobati sudah.

hari ini, untukmu...

itu hanya satu dari beberapa rangkaian kata yang sempat saya buat sekitar seminggu yang lalu, saat renny, sahabat saya meminta untuk menulis sesuatu di foto prewedd-nya. hari ini, foto-foto itu berjejer menghiasi jalan menuju pelaminannya.

dan mata saya hangat berlinang saat janji itu selesai terucap. satu janji suci dan mulia di hadapan Tuhan telah terucap dari bibir lelaki pujaan hatinya. lega dan bahagia walau kemudian saya memeluknya dengan terisak. tapi saya yakin, isak saya adalah isak kebahagiaan untuknya.

ini bukan akhir, sahabat. ini adalah awal sebuah perjalanan panjang, dan mungkin sesekali akan melelahkan. tapi walaupun lelah, harus tetap melangkah meski hanya selangkah.

barokallahulaka wa baroka alaika wa jama'a bainakummaa fii khoir...