wiken yg ditunggu

gak sabar rasanya nunggu wiken ini…

seperti yang udah di rencanain, ngumpul bareng saat wiken ini akhirnya terlaksana juga. saya yang sedari pagi udah males buat nglakuin apapun, sepagian di kantor cuma haha hihi ngobrol bareng sandra + ciput aja. hari ini benar-benar free banget, secara bigboss sedang keluar kota dan mas oka, manager engineering saya di vonis kena tipes (moga cepet sembuh ya...). cuma badan aja yg dateng ke proyek, sementara pikiran mah udah gak tau ada dimana. ciput yang sejak pagi berkoar-koar pengen futsal di daerah satrio-karet dengan semangat cabut sebelum jam 12 siang. saya masih agak sedikit waras, baru keluar jam 13 bareng sandra, mampir kostnya buat istirahat sebentar.

syarat mutlak datang ke acara ini adalah gak boleh bawa laki, kecuali rosa, hehehe... –secara cuma dia doang yang udah punya laki beneran, boooo...^^-- renny dan rahma yang sudah dari pagi barengan di setiabudione ngabarin udah mendarat di plaza semanggi. sementara rosa masih dalam perjalanan dari kalimalang, millie masih tertahan di salemba, dan epha kabarnya masih ada urusan di cikarang. jam 14 saya cabut dari kost sandra di tebet dan berhasil menemukan rahma, renny dan rosa di centro.

kami memutuskan buat makan di solaria sambil cerita-cerita, haha hihi dan cekika-cekikik godain rosa yang baru 3 minggu resmi menyandang gelar nyonya wisnu wijaya. millie baru datang jam 17, sementara epha yang baru 2 minggu bedol desa dan setengah jam yll sempat sms tanya cara naek busway itu muncul beberapa menit kemudian dengan tampang cengengas cengenges saat kami sedang muter-muter liat ini – itu.


saat malam semakin menanjak, ide cemerlang dadakan buat karaokean akhirnya membawa kami ke lantai 6, tempat dimana vista-nya inul berada. nyanyi-nyanyi sekian puluh lagu dengan suara yang jelas pas-pasan dong...^^.

segala keriangan ini berakhir jam 21.30. epha yang pulang ke bintaro sudah dijemput laki-nya di gramed, millie masih nunggu jemputan dari pasar minggu dan renny dengan perkasanya pulang sendiri, hehe... saya sendiri akan mengantar rahma ke dejons tebet untuk ketemuan dengan temennya yang lain dan langsung pulang ke cibubur. gak tahu kenapa pertemuan barusan terasa sangat cepat, padahal bill parkir saya hampir mencapai hitungan 9 jam.

rasanya ingin mengulang saat-saat ini... atau membiarkan waktu berhenti sejenak saja, asal terus disini... kumpul, makan, cerita, hahahihi, cekikak-cekikik, karaokean, lupakan sejenak kerjaan... ^^

ketemu rahma

beberapa menit menjelang pergantian hari...
saya baruuuu saja sampai di rumah. malam ini memang pulang agak terlambat. saya baru saja menemui rahma yang sedang berada di jakarta, dalam rangka tugas dari tempat kerjanya di solo. sebenarnya dia sudah ada di jakarta sejak hari minggu kemarin. gak tahu kenapa hari ini dia ’terjun bebas’ pindah hotel dari peninsula ke sebuah hotel kecil di tebet, tepat di depan siteoffice proyek dimana saya bergabung.

saya menemuinya di kafe burger di depan proyek jam 22.00 dengan sisa-sisa kekuatan yang ajaib langsung berubah menjadi derai tawa dan rentetan cerita, terutama cerita dan gerundelannya tentang hotel yang ditempatinya malam ini yang ’gak banget’ itu.

semakin beranjak malam... capek dan ngantuk memaksa saya harus segera pulang ke cibubur dan rahma harus kembali ke ’hotel-tempat-dia-nginep-yang-gak-banget-itu’, heheee... tapi masih akan ada cerita panjang di wiken nanti saat kita semua ngumpul kopdar di plangi... ya kan, ran? ros? mil? eph? =)

13 november = putu

tanggal di layar ketiga hengpong saya menunjukkan hari ini tanggal 13 november. begitupun jam warna putih di pergelangan tangan, kalender di meja kerja, tulisan kecil di pojok kanan bawah layar monitor, surat dari MK proyek maupun gambar yang ada di meja bertanggal 13 november 2007. semuanya mengingatkan saya akan satu nama : putu.

saya ingat… 13 november 2007 ini adalah ulang tahunnya yang ke-25. ucapan dan harapan sempat saya kirimkan sore tadi melalui sebuah pesan singkat, walaupun sudah menjelang sore. beberapa menit kemudian sebuah sms balasan masuk.

amin… makasih ya, tan…
skr putu udh di aceh, udh seminggu ini.
salam ya buat teman2…
+62812959xxxx, 13 nov 2007 17:39

jlegeeerrrr!!! aceh…

dua tahun terasa sangat cepat berlalu kalau saya mengingat pertama kalinya sahabat yang saya kenal saat SMU itu menceritakan kedekatannya dengan seseorang saat libur lebaran dua tahun yang lalu. selama ibu satu itu sekolah, kuliah dan bekerja, saya belum pernah mendengar cerita kedekatan putu dengan laki-laki manapun. cerita terus bergulir sampai awal juni kemarin cewe yang hobi bersin ini mmberitahu rencana pernikahan dengan laki-laki yang diceritakannya itu, tepat 3 minggu sebelum hari-H. lewat telpon dia sempat ‘pamit’ untuk menikah di lampung, bukan di jakarta atau denpasar, karena adat mengharuskannya menikah di rumah laki-laki. dalam kesempatan telpon itu juga dia menceritakan rencananya untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah bank swasta di daerah sudirman dan memilih untuk pindah mengikuti (calon) suaminya yang ditugaskan ke aceh oleh kesatuannya.
hidup memang selalu tentang pilihan dan memilih...

dan pilihan itu yang telah dipilihnya. kabar pernikahan dan kepindahannya ke aceh setahu saya tidak banyak diketahui teman-teman yang lain. saya sendiri walaupun sudah lama mengetahui rencana panjangnya setelah menikah, namun seperti ada sesuatu yang ‘missing’ saat membaca balasan sms ucapan ulang tahunnya. apalagi kontak telpon dan sms terakhir saya dengan putu terjadi saat menjelang ramadhan kemarin.
jujur balasan sms tadi membuat saya merindunya *mellow mode on*. klise memang. dewasa ini teknologi memungkinkan kita untuk tetap bisa saling berhubungan dengan media apapun. telpon, sms, video call, imel, dan segudang cara lainnya ada dalam keseharian dan genggaman. tapi tetap saja ada sesuatu yang ’hilang’ ketika mengetahui dia tidak lagi tinggal di belahan pulau yang sama dengan saya.

kalau di runtut kebelakang, pertemuan terakhir saya dengan putu terjadi secara tidak sengaja sekitar akhir tahun lalu di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan depok. benar-benar pertemuan yang tidak disengaja, bertabrakan saat sedang mengamati barang yang sama, langsung kaget dan sedetik kemudian berganti dengan pelukan hangat serta cipika-cipiki. mirip cerita sinetron. sore hingga malam itu akhirnya kami habiskan untuk saling bertukar cerita di sebuah restoran cepat saji, masih di pusat perbelanjaan itu.
ah, andai saja saya tahu kalau momen pertemuan seperti saat itu akan sangat jarang saya dapatkan lagi, pasti saat itu saya lebih memilih untuk mengobrol di sebuah kafe 24 jam sambil menyuruh ida, ceple dan dena cepat-cepat datang bergabung, serta tidak lupa menceritakannya melalui telpon kepada agungdiah di denpasar.

happy bidey, putu…. selamat menjalani usia baru dan hidup baru di tempat baru…