tanggal di layar ketiga hengpong saya menunjukkan hari ini tanggal 13 november. begitupun jam warna putih di pergelangan tangan, kalender di meja kerja, tulisan kecil di pojok kanan bawah layar monitor, surat dari MK proyek maupun gambar yang ada di meja bertanggal 13 november 2007. semuanya mengingatkan saya akan satu nama : putu.
saya ingat… 13 november 2007 ini adalah ulang tahunnya yang ke-25. ucapan dan harapan sempat saya kirimkan sore tadi melalui sebuah pesan singkat, walaupun sudah menjelang sore. beberapa menit kemudian sebuah sms balasan masuk.
amin… makasih ya, tan…
skr putu udh di aceh, udh seminggu ini.
salam ya buat teman2…
+62812959xxxx, 13 nov 2007 17:39
+62812959xxxx, 13 nov 2007 17:39
jlegeeerrrr!!! aceh…
dua tahun terasa sangat cepat berlalu kalau saya mengingat pertama kalinya sahabat yang saya kenal saat SMU itu menceritakan kedekatannya dengan seseorang saat libur lebaran dua tahun yang lalu. selama ibu satu itu sekolah, kuliah dan bekerja, saya belum pernah mendengar cerita kedekatan putu dengan laki-laki manapun. cerita terus bergulir sampai awal juni kemarin cewe yang hobi bersin ini mmberitahu rencana pernikahan dengan laki-laki yang diceritakannya itu, tepat 3 minggu sebelum hari-H. lewat telpon dia sempat ‘pamit’ untuk menikah di lampung, bukan di jakarta atau denpasar, karena adat mengharuskannya menikah di rumah laki-laki. dalam kesempatan telpon itu juga dia menceritakan rencananya untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah bank swasta di daerah sudirman dan memilih untuk pindah mengikuti (calon) suaminya yang ditugaskan ke aceh oleh kesatuannya.
hidup memang selalu tentang pilihan dan memilih...
dan pilihan itu yang telah dipilihnya. kabar pernikahan dan kepindahannya ke aceh setahu saya tidak banyak diketahui teman-teman yang lain. saya sendiri walaupun sudah lama mengetahui rencana panjangnya setelah menikah, namun seperti ada sesuatu yang ‘missing’ saat membaca balasan sms ucapan ulang tahunnya. apalagi kontak telpon dan sms terakhir saya dengan putu terjadi saat menjelang ramadhan kemarin.
jujur balasan sms tadi membuat saya merindunya *mellow mode on*. klise memang. dewasa ini teknologi memungkinkan kita untuk tetap bisa saling berhubungan dengan media apapun. telpon, sms, video call, imel, dan segudang cara lainnya ada dalam keseharian dan genggaman. tapi tetap saja ada sesuatu yang ’hilang’ ketika mengetahui dia tidak lagi tinggal di belahan pulau yang sama dengan saya.
kalau di runtut kebelakang, pertemuan terakhir saya dengan putu terjadi secara tidak sengaja sekitar akhir tahun lalu di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan depok. benar-benar pertemuan yang tidak disengaja, bertabrakan saat sedang mengamati barang yang sama, langsung kaget dan sedetik kemudian berganti dengan pelukan hangat serta cipika-cipiki. mirip cerita sinetron. sore hingga malam itu akhirnya kami habiskan untuk saling bertukar cerita di sebuah restoran cepat saji, masih di pusat perbelanjaan itu.
ah, andai saja saya tahu kalau momen pertemuan seperti saat itu akan sangat jarang saya dapatkan lagi, pasti saat itu saya lebih memilih untuk mengobrol di sebuah kafe 24 jam sambil menyuruh ida, ceple dan dena cepat-cepat datang bergabung, serta tidak lupa menceritakannya melalui telpon kepada agungdiah di denpasar.
happy bidey, putu…. selamat menjalani usia baru dan hidup baru di tempat baru…








No comments:
Post a Comment