Showing posts with label mari berkuliner. Show all posts
Showing posts with label mari berkuliner. Show all posts

ketan susu kemayoran


sudah pernah dengar tentang ketan susu yang terkenal di kemayoran itu? saya sudah sering dengar cerita dari banyak sumber, sering juga bolak-balik melintas di depannya tapi selalu tidak kesampaian untuk mampir sekedar icip-icip makanan yang ada di sana. hingga kesempatan itu akhirnya datang selepas magrib, setelah hujan deras yang mengguyur jakarta sedari siang itu reda. jalan basah dan hawa dingin tidak mengurangi niat bertandang dan mencicipi ketan susu yang terkenal itu.

warung ketan susu ini terletak di ujung jalan garuda kemayoran, tepatnya di sisi pertemuan jalan garuda dengan jalan kemayoran gempol. tempatnya sangat sederhana, berukuran sekitar 2 x 4 meter (bayangkan space yang hanya seluas itu sudah termasuk ‘dapur’ --tempat buat memasak-- yang letaknya tepat di belakang si penjual). jadi selagi kita menyantap makanan disuguhkan pula atraksi memasak.

secara kasat mata tidak ada menu ‘aneh’ yang dijual disini. seperti namanya warung ini menjual ketan, gorengan, teh dan kopi. jangan bayangkan bahwa warung ini menempati satu tempat seperti cafĂ© atau restoran. warung ini kecil, tidak banyak bangku yang disediakan. kurang lebih hampir sama seperti kedai es pocong di kawasan margonda. suasana yang tercipta di warung ini mengingatkan saya dengan gerobak hik / angkringan di solo, dimana ‘ruang’ obrolan tercipta dari setiap pengunjung tanpa batas waktu, tidak terpengaruh oleh hingar bingar sekeliling. ah, mendadak saya jadi kangen dengan suasana obrolan di warung hik yang dulu sering saya lakukan sampai tengah malam itu.

di warung ini tadi saya pesan 2 piring ketan susu dan sepoci teh panas. sebagai teman makan ketan susu ini ada beberapa jenis gorengan yang tersedia, diantaranya tempe goreng (tanpa tepung) dan pisang goreng tepung. saya tidak tahu apakah gorengan ini termasuk dalam paket ketan susu atau tidak, tapi saya langsung disodori sepiring tempe goreng (isi 4) walaupun sebelumnya tidak memesannya.


secara penampakan ketan susu ini adalah sepiring kecil ketan (yang dimasak meyerupai nasi), ditaburi kelapa parut dan disiram susu kental manis putih. sebagai teman makan ketan ini ada beberapa jenis gorengan, diantaranya tempe goreng dan pisang goreng. bisa dibayangkan perpaduan rasa yang gurih, asin hingga manis terasa sangat meriah di mulut. namun belum lengkap rasanya jika kita tidak menyertakan teh poci atau kopi tubruk dalam daftar pesanan makanan. aroma tanah yang mantap dari poci teh panas menambah kehangatan di malam yang dingin.

sedikit tidak percaya, total kerusakan yang dibuat di sini hanya 10k dengan perincian 2 porsi ketan susu @2.5k, sepiring gorengan (isi 4) seharga 2k, dan sepoci teh (plus 2 gelas yang berisi beberapa sendok gula pasir) seharga 3k.

kalau ingin kesini jangan takut nyasar tidak bisa menemukan lokasi warungnya, cukup perhatikan letak parkiran motor + mobil yang berjejer ramai di sekitar jalan garuda ujung, bisa dipastikan itulah tempatnya. kalau lagi ramai jangankan penjualnya, warungnya saja terkadang tidak terlihat karena tertutup oleh ramainya pengunjung. oiya, warung ini buka 24 jam loh. selamat mencoba ya….

ngicipin 'c u k o'


ini episode tentang memamah biak. beberapa waktu sebelum puasa kemarin saya dan haPPy sempat mampir di cuko (ini nama tempat makan pempek) di daerah hek kramat jati, tidak jauh dari pertigaan hek ke arah pasar induk. sebelumnya pernah lewat daerah antasari dan melihat ada cuko juga (kiri jalan dari arah prapanca), tapi berhubung jauh dari cibubur maka kita cobain yang di hek kramat jati.


tempat makan pempek yang di hek kramat jati ini memang tidak terlalu besar, hanya cukup menampung 20 pengunjung. tapi jangan takut dan khawatir kesulitan untuk menemukannya, karena papan namanya eye catching banget, berwarna merah besar. begitu masuk ke dalamnya akan kita temui suasana yang sangat berbeda dengan tempat makan pempek lainnya. ruangan yang bersih, simple dan cenderung minimalis. sekeliling dindingnya ditempel gambar-gambar dan tulisan yang bercerita tentang sejarah pempek (juga resepnya) dalam bentuk digital print. overall tempatnya nyaman, nyaman banget. sempet ngantuk karena ACnya mendukung banget untuk tidur, heheheeee…

tapi….

namanya juga mau makan pempek, pastinya konsentrasi dan perhatian lebih ditujukan ke makanannya dong. jenis pempek disini standar dengan tempat pempek lainnya. kapal selam, lenjer, adaan, kulit dan masih ada beberapa menu pelengkap seperti otak-otak, tekwan, dll. kita masing-masing pesan paket 1 yang isinya 1 kapal selam, 1 lenjer keciiiiil, 1 adaan keciiiiiiiiiil dan 1 kulit. penyajiannya oke banget, tapi sayangnya karena disajikan dengan piring kotak ceper, ada tambahan mangkok kecil (mirip mangkok kuah pangsit) sebagai tempat menuangkan cuko pempeknya. terus terang jadi agak ribet banget, padahal saya lebih nyaman makan pempek dengan space piring yang agak lebar sehingga kuahnya bisa disiram-siram agar meresap ke dalam pempek.


total kerusakan yang dibikin disini 48k buat berdua (2 paketan + 2 air mineral botol 330 ml). masalah rasa… hummmm, terus terang saya lebih suka pempek unyil di daerah garuda kemayoran dan pempek pak raden di jalan raya pasarminggu, dekat kantor pusat perusahaan kontraktor BUMN itu.

cibubur – ciputat – kalimalang – cibubur

bosan rasanya selalu menghabiskan wiken sendirian di empat wiken terakhir kemarin. untuk wiken kali ini jauh-jauh hari saya sudah cerewet mengultimatum haPPy untuk bisa wiken bersama karena ada beberapa acara yang amat-sangat-tidak-enak kalau harus dilewatkan sendirian, antara lain festival jajanan bango (FJB) 2008 dan bareng-bareng menjenguk rosa yang baru saja melahirkan.

kemarin saya harus kecewa karena haPPy baru keluar dari kantor nya jam 22.00 (malam minggu gitu loooh..), praktis hari itu dia tidak menemani saya ke FJB. minggu pagi ini jam 08.00 sudah harus ada di kandank jurank doank (KJD) untuk simulasi dan persiapan acara untuk tanggal 17 agustus minggu depan.

saya sadar pagi tadi dia berusaha sebisa mungkin menseimbangkan kehidupan dan pekerjaannya, satu hal yang sempat saya protes beberapa hari lalu. maka yang terjadi selanjutnya adalah saya diajak ke KJD untuk menuntaskan semua urusan pekerjaannya hari itu --dia bersemangat sekali mengajak serta saya, yakin kalau saya akan menemukan ‘sesuatu’ disana--, dan setelah selesai rencananya langsung meluncur ke rumah rosa di kalimalang.

ini pertama kalinya saya datang ke KJD, melihat langsung kegiatan dan fasilitas yang ada disana. agenda siswa KJD minggu pagi ini adalah belajar menggambar pada media kotak kubus berukuran sisi ± 30 cm. namanya juga anak-anak, segala kepolosan dan tingkahnya yang senakal dan seusil apapun pasti selalu mengundang senyum.


oiya benar apa yang dibilang haPPy, hari ini saya menemui banyak ‘sesuatu’ yang menambah pembelajaran saya. mulai dari sosok itu… atau wanita berkerudung hijau di pinggir lapangan... anak-anak yang bolak-balik lewat di depan saya… sampai orang-orang yang ada di ruangan itu. semua yang saya lihat disini seperti suatu benang merah, menjawab banyak pertanyaan kenapa-begini-kenapa-begitu yang akhir-akhir ini memenuhi kepala. terima kasih, Py. semakin banyak ‘sesuatu’ yang saya dapatkan setiap hari dalam melengkapi proses ini.

semakin siang. setelah memastikan segala hal yang berkaitan dngan pekerjaan haPPy bisa ditinggal, jam 14:00 kita berangkat ke kalimalang. karena belum lunch, sempat mampir di kupat tahu magelang AA di daerah tegal rotan, dekat high / scope bintaro. pesan kupat tahu biasa (gak pake telur) dan es teh. kupat tahu tanpa telur dihargai 9k, dan es teh 3k. walaupun namanya tetap kupat tahu, kupat tahu magelang yang saya makan disini sedikit berbeda dengan kupat tahu solo. kuah di kupat tahu magelang dicampur kacang, kaya pecel tapi encer. sedangkan kupat tahu solo kuahnya hanya campuran gula, bawang putih, dan ditaburi kacang tanah goreng, lainnya tetap sama. tapi tidak mempengaruhi selera makan kok, toh tetap doyan-doyan aja, habis pula… :D


perjalanan ke kalimalang dilanjutkan setelah makan. duh Gusti, ternyata ciputat – kalimalang itu lumayan pegel. sampai di rumah rosa pas azan ashar sekitar jam 15.30, semuanya sudah lengkap berkumpul, ada renny + suami, eva + suami, rimeh + pacar. jadi berasa kaya arisan keluarga aja deh, heheheee….


sedikit informasi, rosa melahirkan seorang bayi laki-laki lewat operasi caesar (karena jumlah ketuban sedikit dan terpaksa harus dilahirkan saat kandungannya baru berusia 8 bulan) pada tanggal 4 agustus 2008 jam 07:13 dan dikasih nama kendra danadyaksa putrawissa, panggilannya ken. menurut saya sih ‘saham’nya wisnu di ken lebih banyak dibandingin rosa, jadi tampangnya lebih dominan mirip wisnu.

anyway senang deh bisa kumpul ramai-ramai seperti hari ini (sayangnya millie, kiki dan rahma ada di solo). sekali lagi selamat buat rosa – wisnu, semoga ken menjadi anak yang soleh dan berbakti.

festivaL jajanan bango 2008

save the date 8–9 agustus 2008 untuk festival jajanan bango (FJB) 2008 di plasa selatan gelora bung karno, senayan, jakarta. rencana yang sudah disusun jauh-jauh hari bareng renny untuk datang ke acara ini terlaksana juga, walau akhirnya yang datang cuma saya, renny dan yogi.

petualangan hari ini dimulai jam 11.00 dengan agenda
kondangan ke acara nikahan di departemen pertanian (daerah ragunan) sampai jam 13:00 saat matahari sedang eksis-eksisnya bersinar. kami memang gila makan, tapi masih pikir berkali-kali untuk datang menyerbu senayan siang hari bolong seperti ini. jadi kami parkir dulu di mekdi kemang untuk ngadem menunggu agak sore sambil ngemil sedikit-sedikit :P setelah matahari sedikit agak bersahabat, baru deh kita lanjut ke senayan, sampai disana sekitar jam 15:30

denger-denger FJB kali ini dibuat spesial karena tahun ini bertepatan dengan ulang tahun produsen kecap ini yang ke 80. ada 80 ekor kambing guling yang dibagikan kepada pengunjung di hari pertama kemarin (sayangnya saya baru bisa datang hari sabtu, heheheee…) dan ada 80 stand peserta yang memeriahkan acara ini, jauh lebih ramai dibandingkan tahun kemarin.

stand pertama yang kita datangin adalah kikil sapi khas surabaya bikinannya pak sadi. semangkok kecil dengan isi yang tidak banyak (porsi ngicipin doang) dihargai 15k. tapi lumayan kok, maksudnya lumayan panas banget ke lidah... :D

entah apa yang salah dengan saya, setelah makan kikil sapi itu kayanya perut jadi penuh banget. bawaannya kenyang dan kembung. baru ingat deh tadi kan sudah kalap-kalapan di kondangan dan di mekdi kemang, rasa-rasanya sudah tidak ada space untuk menerima semua makanan yang masuk ke perut. strategi yang salah. lain kali harus dipastikan betul bahwa untuk datang ke acara festival makanan seperti ini kondisi perut harus dalam keadaan kosong. :))

bagaimana dengan renny + yogi?

mengutip perkataan renny disini, sepertinya jiwa dan roh kalap makan saya berpindah ke pasangan ini. saat saya sukses kembung dan kekenyangan, mereka masih antri di beberapa stand, seperti stand pempek, sate kari umbi, asinan buah + asinan sayur ibu isye dan es krim ragusa. my god!

nafsu makan saya mendadak hilang karena efek keganasan sepanjang hari ini masih terasa hingga saya sampai di rumah sekitar jam 20.00. cek hengpong, satu sms masuk dari renny ketika saya baru saja melangkahkan kaki ke kamar...

gw lagi makan bakso, pok :-P
+6281744xxxx
09/08/08 20:00

*pingsan*

selendang mayang

namanya es selendang mayang. makanan (lebih tepatnya : minuman kali ya…) khas jakarta ini termasuk langka saat ini. dulu saya pengen banget makanan ini pas renny bilang ada yang jual di daerah kota tua dan katanya penjualnya cuma ada seorang saja. pak bondan sama wisata kuliner juga pernah icip-icip makanan ini pas jalan disitu. waktu datang ke kota tua lagi buat survey lokasi preweddnya renny memang pernah ketemu sama penjualnya, tapi dagangannya sudah habis, ludes.

saya sendiri gak ngerti kenapa namanya selendang mayang, la wong tidak menggunakan selendang, apalagi mayang sari. sejatinya makanan ini masih satu rumpun sama cendol. terbuat dari sagu aren tanpa gula (kalau manis biasanya namanya ongol-ongol), di cetak dalam satu wadah besar --biasanya tampah-- kemudian disajikan dengan gula (berwarna ngejreng), santan, dan tentunya es.

walaupun makanan ini langka di jakarta, tapi di sekitar daerah tempat tinggal saya masih ada beberapa (setidaknya 2 orang) pedagang selendang mayang, meskipun penampilannya agak berbeda. dua orang pedagang selendang mayang yang saya jumpai ini menggunakan gerobak, bukan dipikul. lagipula yang satunya tidak murni menjual selendang mayang, melainkan ada cendol juga.

tetapi siang tadi dalam perjalanan pulang dari cijantung ke rumah mama secara tidak sengaja saya menemukan tukang selendang mayang yang asli, hanya menjual selendang mayang dan dipikul. langsung minggir, parkir dan beli 2 bungkus. sebungkus harganya 2500. rasanya sih standar (selendang mayangnya plain dan kuahnya manis), tapi paling tidak rasa penasaran untuk bertemu tukang selendang mayang yang dipikul terobati sudah.

solo 4th day

jumat, 2 mei 2008

masih di solo. padahal hari ini mestinya happy sudah ngantor lagi, tapi nekat nambah bolos. segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannnya di handle dari sini *cappeee deehh...* rencananya malam nanti kita akan pulang ke jakarta.
maka pagi hari ini aktivitas dimulai dengan membeli tiket pulang ke stasiun balapan, rencananya pulang dengan KA Argo Dwipangga jam 20.00 malam nanti.

selesai cari tiket, sarapan di warung combo. tempatnya ada di jl. batam, jadi kalau dari stasiun balapan ke arah gajah mada, sebelum pertigaan kelurahan punggawan ada jembatan di atas kali, belok kiri dan masuk terus. warung ini asik banget deh. walaupun letaknya agak nyempil, di kawasan rumah-rumah gitu tapi warung ini tidak pernah sepi. buka setiap hari dari pagi jam 7 sampai sekitar makan siang. lewat dari itu dijamin warungnya sudah tutup.

makanan yang disajikan di warung ini hampir sama seperti warung angkringan (hik) yang banyak dijumpai pada malam hari. pilihan lauknya buanyaaakkk banget. sate telur, galantin, gorengan, jeroan, dadar, sate2an dan lauk pauk lain yang biasa dijumpai di warung hik biasanya. harganya pun terjangkau banget, dikisaran harga 500-2000an. kerusakan yang kami buat di warung ini terdiri dari 4 bungkus nasi (tenang aja, untuk 2 orang kok! hehehee...), 1 sate galantin, 2 galantin goreng, 1 perkedel, 1 sate sosis, 1 sate telur, 2 sate bakso, es nutrisari dan es beras kencur seluruhnya 18,5k saja. sekedar ngasih tahu aja, tidak akan pernah cukup kalau cuma makan 1 bungkus di warung ini. rasanya pengen nambah dan nambah lagiiii... kaya addicted gituu ^^

habis makan langsung ke nusukan sampai menjelang jam sholat jumat. trus saya standby di warnet yahoo mesen, sementara happy sholat jumat di seberangnya. sempat YMan sama renny (lagi) sampai sekitar jam 14.00.

habis itu kita ke baturono, makan sate kambing pak narto (lagiii!), penasaran banget sama tongsengnya. secara sudah jauh-jauh datang, sayang banget kalau gak kesampaian. akhirnya... makan tongseng yang bikin kangen itu, dan tahu gak? itu porsi terakhir. nyaris banget kehabisan lagi. rasanya? parrraaaaaahhh banget enaknya! taste manisnya khas banget, ngeblend banget di mulut antara manis, pedes cabe dan panasnya lada. hummm.... super duper nyummyyy... heheheee, happy takjub banget sampai-sampai gak berani gangguin piring saya. total kerusakan di tempat ini masih sama kaya kemarin, 26k berdua.

habis makan mampir ke rumah budenya happy di jagalan. ngobrol-ngobrol seru disini sampai kita gak sadar kalo hujan yang dari tadi turun sewaktu kami baru datang berubah menjadi hujan deres... deres banget dan anginnya kencang, trus tau-tau dari atas genteng kedengaran suara kelotak-kelotak gitu. my God! es segede jempol jatuh bebarengan sama air hujan. hujan es bo! trus gak tau dari mana asalnya, di ruang tamu sudah basah semuanya. beberapa saat setelah sedikit reda, hampir semua orang keluar rumah, memeriksa genteng yang mostly pada melorot pecah tersapu angin. ngeri banget. pas kita balik dari jagalan, di sepanjang jalan banyak banget pohon, baliho, spanduk pada roboh. berantakan banget lah kesannya. mana langitnya masih gelap pula.

setengah jam kemudian kita sudah ada di toko roti wonder di jalan gajahmada. agak terburu-buru memang karena kita sempat ketahan gak bisa kemana-mana pas hujan tadi. beli oleh-oleh bakery pesenan mama dan bagelen buat oleh-oleh kantor happy. giling... belanjaan kita di toko ini 9 toples bagelen dan 4 plastik besar roti ini-itu. udah gitu kita masih mampir ke oriojn di daerah urip sumoharjo. gak ngerti deh, berasa belom ke solo aja kalo belum mampir ke sini. di sini kalap belanja lagi. 2 kotak besar mandarijn khas oriojn (kaya lapis surabaya gitu), 5 ato 6 plastik brem solo , 2 pak onde-onde, dan ini-itu sampai saya lupa apa aja yang sudah di beli.

setelah magrib balik ke tempat adik saya, packing barang sebentar, mandi dan panggil taksi untuk berangkat ke stasiun dengan bawaan segubrag. ngos-ngosan sampai satsiun karena kebanyakan barang bawaan dan gak sempet makan yang macem-macem karena takut ketinggalan kereta. ngenes banget, malam itu akhirnya kita diner masing-masing 1 cup popmie, 1 botol greentea dan 2 potong pizzanya wonder. ajaibnya, entah karena kekenyangan atau memang capek banget, malam itu saya tidur pulaaasss banget di kereta dan terbangun beberapa menit sebelum kereta masuk stasiun jatinegara.

huwwwaaa…. back to jakarta, back to reality…

soLo 3rd day

kamis, 1 mei 2008

kita masih di gunungkidul. beda rasanya. lebih dari 2 tahun saya tidak menginjakkan kaki di tempat ini. terakhir kali ke sini seingat saya waktu ada acara selamatan 1000 hari meninggalnya eyang kakung saya, saat saya baru saja selesai sidang TGA.

oiya, tadi malam renny telpon kalo acara pemotretan prewedd nya bakal di undur sampai sabtu tanggal 3 mei, dengan alasan acaranya terancam sepi kalau saya tidak datang. aih, sumpah loh ran... jadi gimanaaa gitu, berasa gak enak. hiyyyaaa.... :D

hari ini saya ketemu ponakan saya (anak sepupu saya) yang belum pernah saya lihat dari lahir. namanya nabilla meylani tektonika (beLLa). a unique name huh? yup, beLLa lahir bertepatan dengan gempa jogja yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. kebayang gak sih gimana perjuangan melahirkan saat situasi gempa seperti itu?

siang harinya saya kembali ke solo, lewat klaten. happy janji menemui seorang dosen disana. di tengah perjalanan, ban motor yang kami tumpangi mendadak bocor tertusuk paku. padahal saat itu kami sedang berada di jalan yang relatif sepi --kalau gak salah di sekitar perbatasan ngawen-klaten--, sepanjang mata memandang cuma ada sawah, pohon dan pohon lagi. tanya sama orang yang kebetulan lewat, katanya tambal ban jaraknya 2 km lagi! god, help us... huhuhu, panas pula. tapi saya tetap fun dan tenang saja. saya yakin dan percaya dengan survival ability seorang mantan scooterist yang mempunyai jam terbang touring membelah pulau jawa-bali berkali-kali itu :)

sore jam 17.00 sampai lagi di solo. pengen banget makan sate kambing pak narto yang ada di wetan perempatan baturono itu. dulu sekitar 2 tahun yang lalu warung satenya ada di pinggir jalan, relatif kecil namun tidak pernah sepi pengunjung. tapi setelah sampai di tempat yang saya maksud, warungnya sudah tidak ada. sepi. tidak ada bangunan kecil semi permanen tempat dimana warung sate itu berada. bolak-balik saya menyusuri jalan baturono ke arah timur dan ’menangkap’ aroma khas sate kambing dari sebuah tempat tidak jauh dari warung sate yang saya maksud. olalaaa... ternyata warung sate itu telah pindah sekitar 30 meter ke sebelah kanan, menempati 2 buah ruko yang besar dan permanen.

kalap. tadinya saya membayangkan akan dapat menikmati seporsi tongseng kambing. tapi sayangnya sore itu sudah habis dan tinggal tersisa sate saja. bolehlah daripada jauh-jauh datang tapi tidak jadi makan. hummm nyummy. sate disini disajikan dalam bentuk daging yang sudah lepas dari tusukannya. jadi yang ada di pring tinggal potongan-potongan daging, yang masing-masing besarnya sekitar ibu jari. booo... puas banget lah makan sate disini. aroma perasan jeruknya juga terasa banget, bumbu kecapnya mantapp abiss, belum lagi taburan bubuk kacang yang gurih banget. tadi kita pesan 2 porsi sate @10k, 2 porsi nasi @2k, dan es teh manis + teh hangat masing-masing 1k. jadi total damage buat kerusuhan sore ini 26k. terjangkau dan nendang bangettt lah pokoknya...

malam harinya habis mandi jalan ke gladag langen bogan, pusat wisata kuliner solo yang baru di buka pertengahan bulan lalu. tempatnya ada di sebelah timur bundaran gladag ke arah beteng, menempati area jalan mayor sunaryo (bener gak sih nama jalannya? pokoknya depan PGS-beteng itu lah…) yang sengaja ditutup pada sore-malam hari, khusus dijadikan area wisata kuliner malam kota ini. di sini ada banyaaaaakkkk banget makanan, bisa dibilang one stop culinary service. gimana enggak, sebut deh makanan apa yang bikin kangen ama solo, ada semua di sini. mulai dari dawet selasih, bakso alex, bestik pak darmo, gudeg cakar, jagung bakar kantorpos, susu shijack, gepol pleret, kebab, nasi kebuli, cabuk rambak, sate2an, sampai segala jenis minuman, kopi2an, es2an... komplit-plit disini. huwwaaa... rasanya pengen makan semuanya... hehehe. tapi tetep aja, nongkrongnya di booth kopikupas-nya fajar, walaupun pesen makannya kesana-kemari, hihihiii... top deh pemkot solo, jeli banget melihat peluang tempat makan yang bersebaran di kota ini sebagai aset wisata kota solo, lengkap dengan citywalknya pula. aiihh... coba dari dulu waktu masih tinggal dan kuliah disini, pasti uang kiriman bulanan bakal jebol sebelum akhir bulan, heheheeee....

solo 2nd day

rabu, 30 april 2008


hari kedua di solo. memulai hari ini dengan sarapan di…bambu! iya, bambu yg deket jurug itu loooh, ren... banyak yg berubah. banyak makanan baru. dan tempatnya jauh lebih nyaman dibandingin dulu waktu masih pacaran jaman kuliah. hahahaaa.

dari bambu, langsung membelah ke arah timur, ke rumah keluarga besar happy di karanganyar. sampai menjelang sore di sini. enak banget, sepi banget khas di desa-desa gitu.

hampir sore balik lagi ke solo. janjian sama babyhuey mau jalan-jalan ke beteng-PGS. cari-cari bahan kebaya, beli batik, cari pernak-pernik lucu-lucu dan...happy ngeborong kemeja batik. my god! bisa kalap belanja juga si ganteng satu itu. heheheee...

habis dari sini, kami langsung berangkat ke gunung kidul, ke rumah simbahputri. naik motor, lewat solo baru, sukoharjo, sritex, watu kelir, semin, karangmojo, dan akhirnya sampai di ponjong. huwwaaa!!! masih hapal juga jalan panjang, belok-belok, naik-turun yang dulu sering saya lewatin kalau bolak-balik solo-ponjong. pemandangannya top abiisss. lewat hutan-hutan pula.

malamnya nginep di ponjong. badan tambah pegel-pegel. ah, untung udah pernah ikutan ditraining touring vespa solo-cilacap, hehehee...

soLo 1st day

selasa, 29 april 2008

lanjut lagi cerita tentang ke solo-jogja kemarin. kereta saya masuk di stasiun balapan solo bisa dibilang on time, jam 04.20, dan belum masuk azan subuh. suasana khas solo kental tercium mengusir kantuk saya secara perlahan. duduk di deretan bangku peron stasiun, saya memeriksa barang bawaaan dan sepakat untuk menghabiskan waktu menunggu azan subuh di stasiun ini. saya urung membuka laptop dan hanya merapikan beberapa catatan yang sempat saya buat dalam perjalanan tadi melalui p990i, yang bagaikan PC kedua bagi saya.

jauh di depan saya, tepatnya di jalur kereta yang lain berjejer beberapa penumpang yang berbaris rapi menunggu kereta terpagi dari stasiun ini, KA Pandan Wangi menuju semarang. ah ya, saya ingat sekitar tiga tahun yang lalu saya pun pernah ada di barisan itu. menunggu kereta yang sama dalam rangka pengumpulan bahan tugas akhir saya di semarang.

setelah selesai sholat subuh saya dan happy melangkah keluar stasiun. udara pagi yang segar, suasana yang mulai ramai dan keramahan serta senyum setiap sudut kota ini mulai terasa walau hanya melalui sapaan hangat khas stasiun ”becak mbaaakk..?”. hanya ada taksi, becak dan omprengan. belum ada bus kota atau angkot yang beroperasi di depan stasiun, padahal jam di tangan kiri saya sudah menunjukkan 05:20. tapi bukan karena alasan transportasi itu yang membawa kami berjalan beriringan menyusuri jalan monginsidi ke arah panggung-jebres. ya, dengan beban ransel di punggung masing-masing, tas laptop dan tas kecil kami berjalan kaki menuju jebres sambil sesekali tersenyum dan tertawa kecil mengingat apa yang pernah kami lewati sebelumnya.

saya memulai hari ini dengan kembali lagi ke stasiun balapan untuk menemui millie yang harus segera kembali ke Jakarta karena mendadak dapat telepon bahwa keberangkatannya kembali ke Papua dimajukan menjadi malam nanti. padahal sebelumnya kami telah merencanakan akan mengunjungi beberapa tempat selama saya di solo dan millie menghabiskan cuti di rumahnya di solo. aah ya sudahlah, gud bye millie… see you again later ya buuu… rasanya masih sama, sama seperti ketika mengantarnya pergi pertama kali beberapa waktu lalu.


setelah menemui millie di stasiun, saya menuju kantin gedung II FT UNS, tempat dimana happy sedang sarapan di kantin itu. tidak ada yg berubah dari tempat ini. menu di kantin ini sejak pertama kali saya kuliah hingga hari ini masih sama. begitupun dengan pembawaan bu sum --ibu kantin yang terkesan sok cool, hehehee...-- yang terasa kental berbeda mungkin suasana yang lebih sepi dan terkesan ’serius’. saya tidak lagi menemukan suasana seperti ketika saya kuliah di awal 2000an lalu. tidak ada lagi kelompok mahasiswa yang duduk-duduk di kanopi depan gedung II, tidak ada lagi sesi ’mata kuliah’ basket, futsal, tidak ada lagi suasana ngobrol ngalor-ngidul dan ngetan-ngulon atau ngerumpi bersama dan mengomentari apa saja yang lewat di depan mata. rasanya ruang itu telah mati, tertutup oleh kesibukan dan keseriusan penyelesaian target SKS. apa memang semestinya begitu? yang jelas, kangen rasanya menjadi bagian tukang bikin onar di kanopi gedung II. :P

siang harinya saya berada di tengah kota, di seputaran slamet riyadi. untunglah motor yamaha nouvo milik adik saya bisa dipinjam selama saya berada di sini. hari ini saya akan menemui nita di rumah kado - badran, untuk melihat souvenir titipan renny. ternyata, nita sang pemilik rumah kado itu masih ada di kantornya di karanganyar dan setelah saya hubungi via phone dia baru akan sampai di rumah jam 5 sore nanti. mengabiskan siang sampai sore sambil menunggu nita, membawa langkah kaki menuju solo grand mall. maafkan kami Tuhan, jauh2 datang ke solo kok ujung-ujungnya nonton 21 juga. setelah capek tour around the mall, tentrem de caffe menjadi pilihan untuk istirahat menyelonjorkan kaki sambil cetak-cetik browsing ini-itu dan YMan sama renny.


sesuai janji, jam 5 sore saya sudah duduk manis di ruang tamu rumah nita yang mostly berisi souvenir-souvenir beragam rupa dan bentuk. ngobrol kesana-kemari, tanya ini-itu dan pulangnya mampir pizzahut slametriyadi membeli pesanan babyhuey, dan makan tahu kupat di samping masjid solihin - gajah mada. hummhh...nyummy. rasa tahu kupatnya belum berubah sejak terakhir kali kesini sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. untuk 2 porsi tahu kupat dan es teh manis + teh hangat dihargai 9.5k. murah ya...?


malamnya menuju kopi kupas di tipes, setelah tadi sore sempat janjian ketemuan dengan mas fajar --kakak tingkat di kampus, teman hunting foto sekaligus pemilik cafe ini--. ngobrol ini-itu, ketawa haha-hihi sambil ditemani yellow river coffe menghabiskan sisa malam yang dingin (keasyikan ngobrol, sampai lupa banget gak foto-foto, hiks...).

menjelang tidur yang terasa tinggal capeknya saja, pegeeeelll banget. badan rasanya kaya diinjek gajah. tapi so far hari ini seru, banyak ketemu orang. hummm...gimana besok ya?

tauto – megono pekalongan

seumur-umur saya baru pertama kali mencicipi tauto dan sego (nasi) megono khas pekalongan. itupun tidak sengaja, ketika kebetulan lewat menyusuri tebet timur saya melihat rumah makan tauto nino, tepat di depan pasar PSPT. kalau sekedar mendengar tentang kedua jenis makanan ini sih sudah sejak lama karena salah satu teman kost saya selama di solo --yang berasal dari pekalongan-- sering bercerita tentang tauto dan megono. tapi baru kali ini saya menjumpai tempat makan khas pekalongan di jakarta.

tauto sendiri singkatan tauco + soto, menyerupai soto namun berwarna kemerahan karena menggunakan tauco sebagai bahan dan bumbu dasarnya. didalamnya saya temui juga soun dan potongan daging, yang rasanya berbaur dengan aroma khas tauco. sementara nasi megono yang saya pesan berisi nasi putih, megono, kering tempe, telur pedes, sayur lodeh, ikan asin goreng dan ketimun sebagai lalapnya. cukup komplit, sampai saya terkaget-kaget dengan banyaknya ‘teman’ makan nasi megono ini. oiya, megono sendiri adalah nangka muda yang dicincang kasar bersama kelapa muda dan bunga kecombrang. tadinya saya pikir rasanya manis seperti serundeng, tapi ternyata kedua jenis makanan yang saya temui ini jauh dari taste manis yang familiar buat lidah saya yang jawa-banget. jujur, kedua jenis makanan ini terasa kurang cocok di lidah saya yang menyukai taste masakan manis-pedas.

anyway rate makanan di rumah makan ini relatif cukup terjangkau. satu mangkok tauto + nasi dihargai 11k, sementara nasi megono komplit dihargai 9k. sekedar informasi, pemilik rumah makan disini menjamin semua makanan yang disajikannya bebas vetsin. dan hal tersebut ditulis besar-besar di dinding serta di daftar menu.

satu yang menarik buat saya dari tempat makan ini adalah pernak-pernik dan pajangan yang menghiasi dinding maupun interiornya yang sangat pekalongan banget. gimana tidak, sang pemilik yang asli pekalongan ini benar-benar menjadikan rumah makan ini bukan hanya sekedar tempat untuk makan, namun juga wahana nostalgia buat orang pekalongan di jakarta yang mampir ke rumah makan ini. segala hal yang berbau pekalongan ada di sini. mulai dari taplak meja yang menggunakan batik khas pekalongan, peta pekalongan dalam ukuran besar yang tertempel di dinding, foto-foto kota pekalongan jaman rikiplik, segala jenis artikel tentang pekalongan yang dimuat di media cetak, foto-foto walikota pekalongan yang berjejer urut sesuai masa jabatannya sampai yang paling ekstrim menurut saya adalah adanya becak dan motor jaman jadul di sudut ruangan yang turut menyemarakkan nostalgia tentang pekalongan.

pengen ikut merasakan masakan khas pekalongan tersebut? semoga rumah makan tauto nino yang ada di jalan tebet timur dalam raya ini (depan pasar PSPT) dapat membawa atmosfer kota batik ke hadapan kita. selamat mencoba…

sate buntel

demi sate buntel, malam minggu kemarin dalam perjalanan pulang dari sumurbatu ke cibubur, dengan amat-sangat-diniatin-banget gimana caranya pokoknya harus lewat tebet buat mampir makan di sate buntel solo di jalan tebet raya (my god! tebet lagi, tebet lagi…). sudah beberapa hari belakangan ini happy pengen banget makan sate yang bentuknya kaya guling itu.

sampai tebet sekitar jam 20.00, lagi lapar-laparnya dan langsung pesan 1 porsi sate buntel (isi 2), 1 porsi tongseng buntel, 2 piring nasi, aqua botol + lemontea hangat. begitu pesanan sampai ke depan meja, kita ngliatin sebentar makanan yang ada di depan kita, mengendus2 aromanya (yang bikin tambah lapar), langsung icip-icip, bengong sebentar, trus saya dan happy berpandangan dengan raut muka gak jelas gitu. tau gak? parrrraaaaaaaaaaaahhhh banget enaknya… ennnaaak banget, hampir aja kalap hehehe.


anyway walaupun sate ayam dan sate kambing lebih familiar dan lebih banyak dijual, tapi buat kami berdua sate buntel jauh lebih istimewa dibandingkan sate kambing biasa. daging yang digunakan di sate buntel ya tetap daging kambing, tetapi yang membedakan sate buntel dengan sate kambing biasa adalah daging kambingnya di cacah halus, diberi bumbu, kemudian dibuntel (dibungkus) dengan lemak kambing untuk kemudian dibakar dan dibumbuin sama seperti sate kambing pada umumnya. jadi bisa dibayangkan rasanya, double bumbu di dalam dan di luar. begitu juga dengan tongseng buntel, yang berbahan baku daging kambing di cacah halus, dibumbuin, terus di buntel dengan lemak kambing, setelah itu dimasak ala tongseng mengunakan kuah gule. waaaa… maknyusss lah pokoknya…

total kerusakan untuk kekalapan kami malam ini 47k, dengan perincian 18k untuk 1 porsi sate buntel (isi 2), 15k untuk 1 porsi tongseng buntel, nasi putih @3k, aqua 3k, dan 5k untuk lemontea hangat. so far kami bisa bilang 8.5/10 untuk sate buntel disini. besok-besok pasti bakalan sering makan sate disini lagi deh… ^^

btw apa kabar sate buntel pak bejo di lojiwetan ya? sate mbok galak di sumber? atau sate-tongseng di sebelah wetan perempatan baturono itu? huhuhu…. mendadak jadi kangen solo banget…

saus tomat

ada yang tahu kemana perginya saus tomat yang biasanya duduk manis berdampingan dengan saus cabe di mc.d? di sarinah thamrin gak ada, di pasaraya manggarai gak nongol, di PGC gak kelihatan, di tebet juga absen.... apa penggemar saos tomat di mc.d sudah gak ada ya?

kayanya yang merasa kehilangan saus tomat di mc.d cuma kamu doang deh, py...

bakso ino

pernah merhatiin gak kalo beberapa tempat makan bakso akhir-akhir ini tampil dengan ‘kemasan’ yang berbeda. nyaman, cozy, berkonsep dan ‘ngarsiteki’ *halah…:P *. setelah beberapa kali bolak-balik lewat bakso ino di tebet --yang tempat makannya berupa balkon dengan warna mentereng itu--. karena penasaran banget pengen icip-icip disini, akhirnya beberapa waktu yang lalu saya makan di ino cijantung --kejauhan kalo ke tebet boooo, keburu mati kelaperan kaleeee kalo pake ke tebet segala…-- tempat yang di cijantung juga gak kalah nyaman kok buat ukuran makan bakso. malahan ada waterwallnya segala.

tadinya saya pikir bakso ino cuma nyediain menu seputar bakso-mie-pangsit aja. waktu liat daftar menunya, waaahhh… ternyata ada nasi goreng, kwetiaw goreng + rebus, bihun, mie goreng, capcay, puyunghay, dan sodara-sodaranya. sore itu saya pesan mie ayam pangsit bakso, kwetiaw goreng, eslemontea, dan hotlemontea. tenang aja… bukan buat saya sendirian kok, soalnya saya datang berdua. ^^

masalah rasa… as usual mie ayam bakso lainnya deh, rata2 aja. porsinya juga pas, gak terlalu banyak, gak terlalu dikit juga. kwetiawnya gak tau rasanya gimana, soalnya gak ikutan nyicipin piring sebelah, hehe… eslemontea nya nendang banget, sampai-sampai saya masih inget segernya.

total kerusakan yang dibikin buat mie ayam pangsit 10.5k, kwetiaw goreng 9.5k dan lemontea @5k. 2per5 bintang dari saya buat tempat makan ini.

mie ceker bandung

siang tadi bareng anak-anak kantor lunch lagi di sini. tempat ini termasuk salah satu tempat makan favorit saya di tebet, bisa dibilang yang sering dikunjungi kalau lapar, baik jam kantor maupun bukan. ada sedikit perbedaan dengan hari-hari sebelumnya datang kesini. jam istirahat siang ini suasana tempat makan ini ramaaaaaaiiii banget, penuh banget. jadi agak gak nyaman karena nunggu lama dan terkesan sesak.
mie ceker bandung. begitu kalimat yang ada di papan nama di depan bangunan bernuansa serba hijau di tebet barat dalam nomor 76. sesuai dengan namanya, menu andalan tempat ini adalah mie ceker. walaupun jenis menunya banyak banget, tapi intinya adalah mie rebus dengan potongan ceker ayam. untuk mienya secara umum ada mie ayam kuah biasa dan mie yamin. kalau dibagi dari jenis taburan ayamnya, jenisnya ada 2 yaitu mie ayam dengan ayam manis (kaya yang biasa ditemuin di mie ayam lain) dan mie rica-rica (ayamnya dihalusin dan dipedesin). lainnya hanya beda di kombinasi tambahan yang berupa bakso, pangsit rebus dan ampela ayam.

buat yang gak suka sama ceker ayam bisa pilih mie tanpa ceker --walaupun namanya bakal jadi rancu : mie ceker tanpa ceker ^^-- tapi percaya deh, ceker di mie ini beda banget, manis dan empuk. bentuknya juga udah dipotong-potong menjadi beberapa bagian, so gak begitu nggilani ^^. jujur pada kunjungan-kunjungan awal saya juga agak males makan pake ceker ayamnya tapi ngeliat dari namanya, pasti ada sesuatu yang beda kenapa sampai menonjolkan nama ‘ceker’ itu. maka karena rasa penasaran dan bujuk rayu jeng sandra akhirnya mie ceker spesial malah menjadi menu favorit setiap kali kesini.

menu pelengkap lain yang bisa dicoba adalah pangsit goreng, bakso kuah dan ceker goreng. buat yang bosen makan mie, di tempat ini juga menyediakan aneka jenis nasi goreng, mie goreng sampai capcay. untuk minumnya lumayan banyak macamnya, mulai soft drink, segala macam jus sampai yogurt. favorit saya : avocado cappuccino. ada kenikmatan tersendiri merasakan tajamnya aroma cappuccino yang menyatu dengan kentalnya jus alpukat. saya recommend menu satu ini buat para penggila kopi seperti saya…

total kerusakan yang dibuat disini 92.7k include tax 10%, dengan perincian 2 mie ceker special @11.7k, 1 mie rica-rica @11.3k, pangsit goreng (isi 5) @8k, jus mangga @7.5k, avocado cappuccino @7.5k, es teh botol @2.8k, termasuk tentengan 2 bungkus mie ceker spesial buat 2 orang di kantor yang awalnya gak mau ikut karena lagi asyik makan katering kantor – tapi tetep aja sms minta dibawain 2 bungkus. *hahaha…kabuuurrrrr*

roti wonder

Sekotak besar roti wonder pesenan saya sampai juga di rumah. Ceritanya wiken kemarin, jeng, adik saya yang kuliah di solo pulang dalam rangka libur lebaran. Seingat saya ini adalah kali kedua dia pulang ke jakarta sejak kepindahannya 47 hari yll! Gak ngerti ada angin apa, sms penawaran oleh2 dmasuk ke hengpong saya.


Jeng (J) : besok gw pulang naek rosalia. Lu mau gw bawain apa?

Mikir…pengen ini, pengen itu, kangen makan ini, kangen makan itu. Sampe akhirnya saya membalas sms nya...

Saya (S) : roti wonder. Beliin roti abon, donat keju, roti goreng, krumpul daging, ama yg pizza
J : dmana tempatnya?

Gubrag.... gak gaul banget sih nih anak....

S : di jalan gajah mada, habis balapan ke arah monumen pers.
J : ok dey...besok gw cari. Itu juga kalu ketemu ya...

Besoknya masih aja nelpon, bilang kalo nyasar dan dah sampe di depan hotel sahid. Haduh babyyyy...terpaksa panjang lebar ngejelasin kalo tempatnya udah kelewat, karena tokonya satu ruko sama yahoo gajahmada, sebelum perempatan masjid solihin. Sampe akhirnya....

J : i got it. Enak2 ya bo... jadi lapeeerrrrrr....

Huwwwaaaahhh...keesokan harinya akhirnya kotak roti itu nangkring juga di meja makan. Cuma beberapa jam aja, habislah sekotak itu buat ngemil sepanjang malam ^^.

Jadi inget cerita seru tentang roti wonder waktu kuliah dulu. Pertama kali tau roti ini dari hesti, teman kost yang nemenin ke semarang dalam rangka survey TA. Ceritanya kami berangkat dari Solo dalam keadaan kelaperan dan gag sempet makan, yasud mampir deh di salatiga beli eh borong roti wonder. Waktu itu toko roti ini cuma ada di salatiga (di jalan semeru 11 salatiga) dan semarang (di jalan mt haryono 687B semarang). Perjuangan banget buat bisa nemuin tokonya di salatiga ini... Saya dan mantan pacar pernah nyasar, kehujanan dan akhirnya nanya sama Polisi di pinggir jalan dekat pasar salatiga saat mencari toko roti ini.

Jujur roti ini parrraaaaahhh enaknya... --enak banget bo!-- Rani yang hobi nyoba semua toko roti yang ada di solo aja mengakui hal ini. Apalagi jaman rikiplik gitu ’roti yg bisa ngomong’ itu belum masuk solo.

Maka sejak saat itu, siapapun yg melintas solo-semarang pasti gak luput dititipin donat keju-roti pizza-krumpul dan lainnya. Mulai rahma, kiki, hesti, dan sekarang adik saya.

Karena setahun belakangan ini wonder mulai buka cabang di solo (di jalan gajahmada 132A Solo), so... millie also mr&mrs.kurniawan yg mudik...siap-siap saya titipin minggu depan pas balik ke jakarta ya... :P

**rani... semoga tambah mupeng... :D

sroto eling-eling

Bukan bermaksud ’menggoda’ semua yang lagi berpuasa, cuma pengen cerita tempat makan yang baru saja saya coba sehari sebelum puasa kemarin. Atas recommend Mr. Suharso, --PPM saya yang hobby makan dan ganti RingBackTone hengpong itu ^^--, akhirnya kesampean juga buat berkuliner di Sroto Eling-Eling di kawasan Lapangan Roos, di seberang Daeng Tata, gak jauh dari Soto Gebraak. Beberapa orang di proyek sudah ada yg merecommend sebelumnya buat coba tempat makan ini, tapi kok ya gak pernah nyampe kesana, selalu dan selalu parkir di soto gebraaak terus, termasuk yg terakhir bareng teman-teman di engineering.



Sroto & Mendoan “Eling-Eling” Khas Banyumas / Sokaraja
. Begitu judul yang terpampang waktu saya baru saja mencari parkiran. Tempatnya gak besar-besar banget, menempati bagian depan / teras sebuah bangunan rumah.
Saya pesan sroto komplit, sroto campur, 4 mendoan dan 2 teh botol. Heheheeewww… standar banget! Mirip soto, sroto berkuah bening, gak kaya soto betawi yg bersantan itu. Sroto komplit yang saya pesan berisi toge (yg masih pendek, banyak bgt!), ati-ampela, daging, paru, dan yang musti kudu ada (katanya sih...) yaitu campuran kacang goreng. Khasnya sroto Sokaraja biasanya dimakan bareng ketupat, tapi saya tetap memilih sepiring nasi ^^.



mendoan yang saya pesan ukurannya lebih besar dari mendoan yg pernah saya ceritakan di kedai es pocong. mendoan disini selalu 'fresh from the wajan', digoreng saat ada pesanan dan langsung disajikan panas-panas bareng dengan cabe rawit dan uap panasnya, hehehe... total kerusakan yang saya buat siang itu adalah 51.5k untuk 2 orang. Riciannya lupa :P. Saya recommend tempat ini buat yg ngiler dengan cerita saya, buat yg pengen tau sroto dan buat yang bingung cari tempat makan.. :P

Ngomong-ngomong tentang sroto, saya pertama kali makan sroto sekitar tahun 2002 lalu di daerah Banyumas, dalam perjalanan pulang dari Nusa Kambangan ke Solo, dalam rangka Touring Vespa ke Nusa Kambangan bersama pacar tercinta saat itu (hai, pak... pa kabar? ^^). Sebenarnya saya agak-agak lupa sama bentuk dan rasanya, secara itulah pertama dan terakhir kalinya makan sroto sebelum saya mencoba sroto di tebet ini.

maka setelah mencoba Sroto Eling-Eling ini, saya sempat pamer tempat makan ini kepada sang mantan dalam satu kesempatan telpon-telponan. komentarnya singkat saja :
"...gimanapun lebih enak sroto di banyumas, waktu balik dari nusakambangan…. Yang makan-nya pake baju kucel, muka cemong2 karena asep knalpot sepanjang jalan dan belum mandi 2 hari..."
ya iyyyaaaaaalaaaaaaaahhhhh… apalagi makannya bareng saya, kan…? :P

es pocong

akhirnya kesampean juga icip-icip menu di kedai lorong es pocong, di daerah margonda - depok. biarpun sering bolak-balik lewatin depan tempatnya, tapi jarang banget punya kesempatan buat mampir. ada aja halangannya, yang penuh banget orang sampe penjualanya gak keliatan lah, yang susah parkir lah, sampe yang gak mood lah. tapi tadi siang di tengah teriknya matahari di kawasan margonda depok hari minggu ini, bareng millie sepulang dari depok town square akhirnya kesampean juga nikmatin menu yang semua namanya berbau mistik gitu.

nama es pocong sendiri udah lama wara-wiri di beberapa acara kuliner dan jalan-jalan di tivi. salah satu alasan kenapa tempat ini gak pernah sepi (kecuali pas tutup aja ^^) adalah karena letaknya yg strategis, tepat di depan gang sawo, salah satu akses jalan kaki menuju ke ui. alasan lain hummmm.... ya karena nama menunya yang rada ’gak biasa’ itu. ada nasi uduk tuyul, ati ampela mayat, usus leak dan beberapa menu lainnya kaya yang sempet gw capture.



jujur kondisi perut lumayan laper banget, agak-agak terkuras dengan aktivitas berkelana di detos tadi. tapi karena niat awal mampir ke es pocong hanya sekedar buat ngemil aja, so kali ini gw gak pesan menu porsi obelisk ^^. gw n millie kompakan pesen es kuntilanak dan 2 tempe mendoan.

oiya, top menu disini adalah es pocong, yang isinya bubur sumsum, potongan pisang kukus, kue moci dan disiram sirup. tapi karena lagi gak pengen makan bubur sumsum, jadinya gw pesen es kuntilanak aja. es kuntilanak yg ada di depan gw adalah campuran kopyor-soda-susu. rada biasa banget buat yg demen sama soda susu. sementara mendoan yg tersaji ukurannya memang lebih besar tapi sedikit agak lebih tipis dibandingin mendoannya bu sum, yang ada di kantin arsitek UNS. yang bikin yummy adalah sambel kecap yang disiram ke atas mendoan yg panas itu. mirip banget sama mendoan yg dijual satu paket ma tahu slawi di daerah barito, yg sempet gw icip di festival jajanan bango yang lalu. --eh ngomong2 tentang mendoan barito, dengan bangganya renny ngasih pengumuman kalo tempat mangkal mendoan barito ini tinggal loncat aja dari kantornya, huhuhu ^^--.

mau tahu total kerusakan yg gw bikin? cuma 5,5k doang! jadi pengen balik lagi :P

niat bener ke bebek goreng yogi

tadi malam tanpa direncana akhirnya kesampean juga makan bebek goreng yogi di daerah jalan panjang kebon jeruk. rasa penasaran gw sama komentar dan review temen2 jsers tentang tempat makan inilah yang akhirnya membawa gw menjelajah jalan panjang sepulang ngantor di tebet barengan sama manusia satu itu (yang ternyata bisa pulang lebih awal juga dari kantornya di scbd). rencana awal malam tadi sebenarnya cuma pengen makan di blok s aja, tapi hanya karena males puter arah di perempatan wijaya-santa untuk mencapai ke blok s, maka yang terjadi adalah tancep gas ke kebon jeruk lewat blok m – permata hijau. bener2 deh manusia satu itu

rencana makan bebek malam ini ternyata membutuhkan perjuangan luar biasa, secara tadi malem itu malam minggu. bayangin aja, dari mulai cari tempat parkir aja udah ribet banget. belum lagi baris antri sampai ke counter makanan yang kalo gw itung2 menghabiskan waktu sampai lebih dari 30menit. perjuangan belum selesai, habis itu masih kudu cari tempat duduk buat makan (bodohnya kami berdua sama2 bareng antri dan bukannya salah satu dari kami mencari tempat duduk...hehehe...). total waktu yg dibutuhkan mulai dari datang sampai duduk menyantap makanan sekitar 45 menit... hugghhh, niat bener lah intinya...

pilihan menu gw yaitu bebek cabe merah, sepotong bebek dengan selimut cabe merah yg kayanya menggoda banget, sementara manusia satu itu menyambar bebek goreng --setelah kecewa karena menu impiannya, bebek lada hitam, sold out, hehe kacian deh lu...--.



review gw buat makan malam ini : 8/10 lah... bebeknya banyak macemnya, sambelnya juga mantabbb, tapiiiiiii ’bonus’ antri n jauh nya itu loohhh yg bikin ga tahan (apalagi kalo dari cibubur, huhuhu...). uhm, tapi buat makanan enak mah, kemana aja juga hayuh... hehehe...

total kerusakan yg dibikin di bebek goreng malam ini adalah 36,5k dengan perincian nasi @3k, bebek goreng 12k, bebek rica 13,5k, es teh tawar 2k, es teh manis 3k. waaahhh... dendam nih! pokoknya lain kali harus dateng lagi sebelum bebek lada hitamnya ludesss....