lanjut lagi
cerita tentang ke solo-jogja kemarin. kereta saya masuk di stasiun balapan solo bisa dibilang
on time, jam 04.20, dan belum masuk azan subuh. suasana khas solo kental tercium mengusir kantuk saya secara perlahan. duduk di deretan bangku peron stasiun, saya memeriksa barang bawaaan dan sepakat untuk menghabiskan waktu menunggu azan subuh di stasiun ini. saya urung membuka laptop dan hanya merapikan beberapa catatan yang sempat saya buat dalam perjalanan tadi melalui p990i, yang bagaikan PC kedua bagi saya.
jauh di depan saya, tepatnya di jalur kereta yang lain berjejer beberapa penumpang yang berbaris rapi menunggu kereta terpagi dari stasiun ini,
KA Pandan Wangi menuju
semarang. ah ya, saya ingat sekitar tiga tahun yang lalu saya pun pernah ada di barisan itu. menunggu kereta yang sama dalam rangka pengumpulan bahan tugas akhir saya di
semarang.
setelah selesai sholat subuh saya dan happy melangkah keluar stasiun. udara pagi yang segar, suasana yang mulai ramai dan keramahan serta senyum setiap sudut
kota ini mulai terasa walau hanya melalui sapaan hangat khas stasiun
”becak mbaaakk..?”. hanya ada taksi, becak dan omprengan. belum ada bus
kota atau angkot yang beroperasi di depan stasiun, padahal jam di tangan kiri saya sudah menunjukkan
05:20. tapi bukan karena alasan transportasi itu yang membawa kami berjalan beriringan menyusuri jalan monginsidi ke arah panggung-jebres. ya, dengan beban ransel di punggung masing-masing, tas laptop dan tas kecil kami berjalan kaki menuju jebres sambil sesekali tersenyum dan tertawa kecil mengingat apa yang pernah kami lewati sebelumnya.
saya memulai hari ini dengan kembali lagi ke stasiun balapan untuk menemui
millie yang harus segera kembali ke
Jakarta karena mendadak dapat telepon bahwa keberangkatannya kembali ke Papua dimajukan menjadi malam nanti. padahal sebelumnya kami telah merencanakan akan mengunjungi beberapa tempat selama saya di solo dan millie menghabiskan cuti di rumahnya di solo. aah ya sudahlah, gud bye millie…
see you again later ya buuu… rasanya masih sama, sama seperti ketika
mengantarnya pergi pertama kali beberapa waktu lalu.

setelah menemui millie di stasiun, saya menuju kantin gedung II FT UNS, tempat dimana happy sedang sarapan di kantin itu. tidak ada yg berubah dari tempat ini. menu di kantin ini sejak pertama kali saya kuliah hingga hari ini masih sama. begitupun dengan pembawaan bu sum --ibu kantin yang terkesan sok
cool, hehehee...-- yang terasa kental berbeda mungkin suasana yang lebih sepi dan terkesan ’serius’. saya tidak lagi menemukan suasana seperti ketika saya kuliah di awal 2000an lalu. tidak ada lagi kelompok mahasiswa yang duduk-duduk di kanopi depan gedung II, tidak ada lagi sesi ’mata kuliah’ basket, futsal, tidak ada lagi suasana ngobrol
ngalor-ngidul dan
ngetan-ngulon atau ngerumpi bersama dan mengomentari apa saja yang lewat di depan mata. rasanya ruang itu telah mati, tertutup oleh kesibukan dan keseriusan penyelesaian target SKS. apa memang semestinya begitu? yang jelas, kangen rasanya menjadi bagian tukang bikin onar di kanopi gedung II. :P
siang harinya saya berada di tengah
kota, di seputaran slamet riyadi. untunglah motor yamaha nouvo milik adik saya bisa dipinjam selama saya berada di sini. hari ini saya akan menemui
nita di
rumah kado - badran, untuk melihat souvenir titipan
renny. ternyata, nita sang pemilik rumah kado itu masih ada di kantornya di karanganyar dan setelah saya hubungi via phone dia baru akan sampai di rumah jam 5 sore nanti. mengabiskan siang sampai sore sambil menunggu nita, membawa langkah kaki menuju solo grand mall. maafkan kami Tuhan, jauh2 datang ke solo kok ujung-ujungnya
nonton 21 juga. setelah capek
tour around the mall,
tentrem de caffe menjadi pilihan untuk istirahat menyelonjorkan kaki sambil cetak-cetik
browsing ini-itu dan YMan sama renny.

sesuai janji, jam 5 sore saya sudah duduk manis di ruang tamu rumah nita yang
mostly berisi souvenir-souvenir beragam rupa dan bentuk. ngobrol kesana-kemari, tanya ini-itu dan pulangnya mampir pizzahut slametriyadi membeli pesanan
babyhuey, dan makan tahu kupat di samping masjid solihin - gajah mada. hummhh...nyummy. rasa tahu kupatnya belum berubah sejak terakhir kali kesini sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. untuk 2 porsi tahu kupat dan es teh manis + teh hangat dihargai 9.5k. murah ya...?

malamnya menuju
kopi kupas di tipes, setelah tadi sore sempat janjian ketemuan dengan
mas fajar --kakak tingkat di kampus, teman hunting foto sekaligus pemilik cafe ini--. ngobrol ini-itu, ketawa haha-hihi sambil ditemani
yellow river coffe menghabiskan sisa malam yang dingin (keasyikan ngobrol, sampai lupa banget gak foto-foto, hiks...).
menjelang tidur yang terasa tinggal capeknya saja, pegeeeelll banget. badan rasanya kaya diinjek gajah. tapi so far hari ini seru, banyak ketemu orang. hummm...gimana besok ya?
No comments:
Post a Comment