candy-candy

Akhir Mei 2007 kemarin saya melihat sebuah trailer sinetron yang akan ditayangkan mulai awal Juni di sebuah station TV Swasta, dengan judul Candy. Judul ini mengingatkan saya pada sebuah komik dan film kartun masa SD yang sangat saya sukai. Melihat beberapa potongan adegan dan sedikit ceritanya, saya curiga sinetron ini memang benar-benar mengadaptasi cerita komik favorit saya itu. Karena rasa penasaran inilah maka setelah melihat promo sinetronnya, saya langsung membuka website production house yang memproduksi sinetron ini. Ternyata benar… *hadoh-hadoh...* sinetron ini memang ‘replika’ film yang dulu pernah ditayangkan stasiun tv yang sama dengan yang menayangkan sinetronnya. Bahkan ketika saya membaca sinopsisnya, beberapa nama tokohnya masih sama walaupun ada sedikit yang berbeda *pastinya rada kacrut banget kalu dibandingin sama versi aslinya... duh... duh... tolong cepat2 tobat ya itu...*. Sangat Indonesia sekali…. ^^. Sekarang sinetron yang katanya dulu tayang seminggu tiga kali tersebut kini tayang setiap hari karena kabarnya ratingnya yang menanjak. *sigh*

Sudahlah, sebenarnya bukan masalah replika-adaptasi-jiplakan atau apalah namanya yang ingin saya tulis disini. Saya lebih bersemangat menceritakan betapa saya pernah menggandrungi Candy White Audrey (yang dibeberapa negara dikenal juga sebagai Candice White Ardlay), tokoh serampangan – jerawatan - tomboy yang hobi memanjat pohon itu. Saya pertama kali mengenal Candy sekitar kelas 3 atau 4 SD saat film itu di putar hari Minggu jam 08.30 setelah Doraemon. Jarang sekali saya melewatkan hari Minggu tanpa menonton Candy. Sosok Candy menyihir begitu banyak anak seusia saya saat itu (setidaknya hampir semua teman sekolah saya juga menyukainya).

Menurut Tante Wiki, awalnya Candy di rilis pertama kali dalam bentuk novel oleh Kyoko Mizuki pada tahun 1975. Cerita ini kemudian diadaptasi ke serial manga oleh Yumiko Igarashi untuk majalah ’Nakayoshi’ selama 4 tahun, mulai April 1975 hingga Maret 1979. Cerita ini juga pernah di buat dalam versi serial anima untuk televisi Jepang, TV Asahi, sebanyak 115 episode yang ditayangkan pada 1 Oktober 1976 hingga 2 Februari 1979. Pada 25 April 1992 dirilis juga versi filmnya dengan durasi 26 menit.
Di Indonesia sendiri saya kurang mengetahui secara pasti media apakah yang lebih dahulu mempopulerkan Candy. Apakah itu cerita komiknya atau serial yang ditayangkan oleh RCTI. Saya sendiri mulai megikuti Candy ketika ditayangkan di RCTI dan karena ingin tahu kelanjutan ceritanya maka saya juga membeli komiknya. Seingat saya komik Candy termasuk dalam komik ‘angkatan pertama’ yang diterbitkan oleh Elexmedia, selain ada beberapa cerita Serial Cantik lainnya. Bukan perjuangan mudah bagi saya untuk bisa membeli komik itu lengkap dari nomor 1 hingga 9. Bayangkan saja uang saku harian saya yang saat itu hanya sekitar 300 rupiah sementara harga komik saat itu 3000 rupiah. orang tua saya tidak akan mau berbaik hati memberikan uang lebih atau membelikan komik itu untuk saya, karena mereka khawatir saya lebih rajin membaca komik dibandingkan buku pelajaran --ya iyya laaaahh...^^--

Saya masih mengikuti serial Candy sampai lulus SD. Namun pertengahan tahun 1994, ketika memasuki bangku SMP saya kehilangan waktu Minggu saya untuk menonton Candy. Minggu pagi mulai jam 08.00 (selain masih ada 2 hari lainnya) saya mempunyai kesibukan baru, ikut latihan beladiri. --Ehmm…jujur tidak semua orang yang mengenal saya saat ini mengetahui bahwa saya adalah seorang pemegang sabuk hitam (sabuk tertinggi) di sebuah kelompok beladiri dan pernah merebut medali perak di kejurda DKI Jakarta…^^-- Seiiring dengan itu, serial Candy pun berlalu, entah karena sudah habis atau terpaksa dipotong, saya tidak tahu secara pasti. Saya tidak lagi mengikuti jalan ceritanya karena kesibukan saya di hari minggu tidak lagi menyisakan kesempatan untuk sekedar melihat jerawat kecil di pipi Candy.

Sepuluh tahun setelah itu, ketika memasuki tahun keempat kuliah, saya kembali ‘dipertemukan’ dengan Candy ketika dalam satu kesempatan ngobrol tentang film kartun jaman kecil bersama renny, kiki dan juga hesti (teman kost yang freaks abis dengan komik, manga dan evthing bout Jepun). Masing-masing dari kami sama-sama mengurai kenangan tentang Candy. Yang membuat saya lebih senang, ternyata kiki memiliki koleksi lengkap komik tersebut --seperti yang dulu pernah saya miliki di rumah sebelum pindah ke Solo-- dan mengijinkan saya untuk membawa semua komik Candy-nya, seri 1-9, yang ada di gudang atas rumahnya --bagian rumah yang hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi--. Believe it or not, apapun saya lakukan saat itu agar secepatnya kesembilan komik itu bisa pindah ke kamar kost saya. Tidak peduli berapa tebal debu dan sumpeknya gudang, yang penting saya bisa menemukan komiknya dan membacanya kembali entah untuk yang keberapa ratus kali.


Bulan lalu iseng terfikir oleh saya untuk googling ’Candy White Audrey’. Saya menemukan begitu banyak tulisan artikel, milis, komik, video, soundtrack dan masih banyak potongan-potongan lain film ini dalam versi kartunnya di ’you tube’. Opening film yang sempat saya lihat seakan membawa saya kembali ke euforia jaman SD dulu tatkala soundtrack tersebut diputar jam 08.30 pagi. Walaupun opening film yang saya lihat di ’you tube’ adalah versi asli dalam bahasa jepang, tapi saya masih bisa mengingat dengan baik versi indonesianya, baik opening maupun closingnya.

Biar saja, biar... Wajahku begini
Tak peduli... Tak....oh.. Tak... Oh... Tak perlu ku tangisi
Aku memang anak nakal, berlari-lari kesana-sini
Karena aku... Sebab aku...
Memang aku Candy
Senyumlah, senyumlah, senyumlah Candy....
Biarkan sepi ku sendiri, aku pun tak peduli
Lalu ku lari mencari cermin-cermin dan ku berkaca
Senyumlah, senyumlah, senyumlah Candy....

Yihaaaaa.... Saya masih hafal! Seingat saya lirik soundtrack bagian openingnya seperti itu. Dinyanyikan senada dengan versi asli bahasa Jepang-nya, seperti yang saya lihat di you tube. Kalau untuk bagian closingnya seingat saya seperti ini

Biarkanlah esok datang menghampiri diriku
Aku cinta hari esok, aku cinta esok
Harapanku mungkin nanti ’kan menjadi kenyataan

Aku cinta hari esok, aku cinta esok
Diantara berjuta keinginan ini
Kau lah mimpiku... harapanku... impianku.... harapanku...
Candy...
Jumat awal agustus kemarin dalam satu kesempatan istirahat makan siang, saya bersama sandra dan millie menjelajah Mal Ambasador-ITC Kuningan. Biasalah, kebiasaan ibu-ibu PKK untuk menghabiskan jam istirahat jumat yang panjang. Berbeda dengan millie dan sandra yang lebih memilih untuk berburu fashion, saya tidak bisa melepaskan bujuk rayu dan godaan setan ambasador untuk belanja dvd film ^^. Excited banget rasanya menemukan dvd Candy-Candy sebanyak 2 session (9 disc) seperti yang pernah diputar di tivi 15 tahun yang lalu itu! Bo... plis deh... its a long time banget gitu looohhhh. *buka hengpong, langsung telpon jeung nina ngegosip hahahihi dan nyetan2in biar cepet2 ke ambassador juga ^^--

Dan hari ini, saat saya menulis tulisan ini, saya masih mencicil untuk ‘menghabiskan’ dvd Candy-Candy itu. Huhuhuhu…. Senangnyaaaaaaaaaahhhhhh…..

its not the best way to spent longwiken

long wiken ya…? seperti biasanya bidang pekerjaan saya tidak mengenal long wiken :(. semua hari dihajar terus! wiken ini kalau saya tidak salah melirik kalender adalah kali ketujuh long wiken di tahun ini dan belum pernah saya rasakan sekalipun! ngiri? hummm… kadang sih iya tapi saya bisa mensiasatinya dengan mengambil libur di tengah peak-nya hari kerja. hehehe, contohnya bulan lalu saya sempat ‘menarik nafas’ 4 hari untuk pergi ke solo di pertengahan minggu. jadi di saat semua orang tengah berkutat dengan kesibukannya, saat itu saya sedang berwisata kuliner dan belanja-belanji di solo... :)

ngomomg-ngomong tentang libur, saya biasa menghabiskan waktu libur dengan online seharian sambil mengupdate blog, chat, surfing atau blogwalking. kalau mood nonton saya sedang oke, saya mencicil untuk menghabiskan dvd film yang menumpuk (biasanya di awal bulan saya memborong judul-judul baru untuk saya stock selama satu bulan). kalau kebetulan teman-teman mengajak kumpul arisan, makan dan belanja bisa dipastikan saya ada di situ ^^. seperti hari minggu kemarin bersama renny menjelajah hidden treasure di daerah cipadu yang ternyata menyenangkan dan membuat kalap :p

long wiken kali ini boss saya meliburkan karyawannya pada tanggal 17 agustus ini namun mengharuskan kembali untuk masuk seperti biasa pada tanggal 18 dengan sedikit ‘bonus’. ‘bonus’ yang dimaksud adalah bisa datang menjelang siang dan memakai baju bebas. (pliss deh, tiap hari kan kita --eh… saya-- juga pake baju bebas kan, boss? except mereka yg demen bgt pake seragam lapangan heheheee…). kalau saja bisa diganti, jujur saya lebih memilih untuk masuk pada hari jumat dan libur pada hari sabtu.

tapi sepertinya minggu ini minggu ter-apes untuk saya. tetap masuk saat longwiken dan ada pr tambahan yang harus saya selesaikan, yaitu mempelajari setumpuk diktat prosedur dan makalah dalam rangka pelatihan yang diadakan oleh kantor pusat awal minggu besok. huwwwaaaahhh... membaca ini, menghafal itu, memahami ini-itu, duh… bo! pliss deh. secara setahun belakangan ini otak saya seperti kaku – beku – bebel karena sudah tidak lagi mengikuti kegiatan jaman-sekolah-banget itu.

kejutan masih belum selesai. sore kemarin datang fax dari kantor iskandarsyah yang isinya pemberitahuan jadwal audit untuk proyek saya yang akan jatuh pada awal september besok. gubrak-gubrak lah semua isi proyek saya.

rasanya tiga minggu ke depan hidup tidak akan bisa tenang lagi... *sigh*

me...?

hasil timpukan mas helman dari sini

"mustika, you are somewhat left-hemisphere dominant and show a preference for visual learning, although not extreme in either characteristic. you probably tend to do most things in moderation, but not always.

your left-hemisphere dominance implies that your learning style is organized and structured, detail oriented and logical. your visual preference, though, has you seeking stimulation and multiple data. such an outlook can overwhelm structure and logic and create an almost continuous state of uncertainty and agitation. you may well suffer a feeling of continually trying to "catch up" with yourself.

your tendency to be organized and logical and attend to details is reasonably well-established which should afford you success regardless of your chosen field of endeavor. you can "size up" situations and take in information rapidly. however, you must then subject that data to being classified and organized which causes you to "lose touch" with the immediacy of the problem.
your logical and methodical nature hamper you in this regard though in the long run it may work to your advantage since you "learn from experience" and can go through the process more rapidly on subsequent occasions.

you remain predominantly functional in your orientation and practical. abstraction and theory are secondary to application. in keeping with this, you focus on details until they manifest themselves in a unique pattern and only then work with the "larger whole."

with regards to your career choices, you have a mentality that would be good as a scientist, coach, athlete, design consultant, or an engineering technician. you can "see where you want to go" and even be able to "tell yourself," but find that you are "fighting yourself" at the darndest times".
tapi... kok gak ada dan gak disebutin pilihan karir saya apakah akan jadi 'istri arsitek' atau tidak... ^^. eniwei thanks ya mas hel.... =)

nyanyian rindu


tenang… gitar… ngantuk… itulah 3 kata dan kesan awal saya saat mendengar lagu-lagu ebiet g ade.

“hah…??! ebiet??! kesambet setan opo kok kowe nyetel ebiet?” begitu komentar millie saat datang ke meja saya siang tadi untuk mengantar dokumen.

“kelingan bapak deh mbak nek ngrungokke ebiet ngene. dadi pengen mulih…” dengan mata menerawang, sandra, trainee asal malang yang baru 2 minggu bekerja di proyek saya itu berkomentar.

saya heran sendiri kenapa dua hari belakangan ini playlist saya dipenuhi dengan lagu-lagu di album in love: 25th anniversary, album terbaru ebiet. padahal sebelumnya saya sama sekali gak pernah menyimpan cd, kaset atau file mp3 di komputer saya dengan alasan ”lagu jaman bokap banget” ^^.

dulu saat masih di solo jujur saya sempat bosan mendengar tetangga sebelah kamar saya di teknocita, fathia, sering memutar lagu-lagu ebiet sampai larut malam dan hampir setiap hari. kesempatan lain mendengar lagu ebiet hanya sesekali saja secara tidak sengaja saat kebetulan diputar di bis AKAP, menjadi backsound di acara infotainment atau di putar di banyak televisi saat negara ini diliputi musibah. (astagfirullah…)

kata tante wiki in love: 25th anniversary sendiri adalah album ebiet g. ade, yang dikeluarkan pada april 2007, setelah sekitar 5 tahun absen rekaman. seperti judulnya, album ini merupakan album ‘penuh cinta’, peringatan 25 tahun usia pernikahan ebiet dengan yayu sugianto. sebagai info, pembuatan album ini tak lepas dari sentuhan anto hoed yang membantu mengaransemen lagu–lagu, baik lagu lama maupun yang baru.

”lagu-lagu mu hari ini kok aneh... tumben2an stel ebiet... kamu sakit ya, nduk...?”. seperti biasa, gak ada komentar bagus yang keluar dari mulut mas oka, PEM saya itu ^^.

huwwwaaahhh.... biar semua berkomentar, ebiet tetap berdendang....
bila saja kau ada di sampingku, sama2 arungi danau biru
bila malam mata enggan terpejam, berbincang tentang bulan merah...
kapan
lagi kita akan bertemu meski hanya sekilas kau tersenyum
kapan lagi kita
nyanyi bersama, tatapanmu membasuh luka..
(nyanyian rindu - ebiet g ade)
**menerawang... ingat kamu**

jakarta, 8 agustus 2007

Hari ini gw bergabung bersama jutaan orang di Jakarta dalam Pilkada Jakarta yang diadakan untuk pertama kalinya. Jujur, gw termasuk orang yg tidak fanatik memihak salah satu calon yang ada. Siapapun yang nantinya bakal menang dan menjadi orang nomor satu di ibukota negara ini, pilihannya hanya 2. kalo gak A, ya B. Kalo A menang, otomatis B kalah. Kalau B menang ya otomatis A kalah. Gitu kan?

Menurut gw (dengan segala kerendahan hati, sekali lagi ini menurut gw dan bukan untuk tujuan lain dan membanding-bandingkan calon yang ada ^^) siapapun yang akhirnya menjadi gubernur, masih banyak permasalahan klasik yang akan menjadi PR rutin, diantaranya :
  • Jakarta masih akan terus macet. Pastinya kalo gak macet semua orang lebih senang menggunakan kendaraan pribadi, dong...
  • Angka pengangguran masih belum seimbang dengan kesempatan kerja yg ada. Kalo pengangguran di Jakarta benar-benar bisa berkurang atau (syukur2) hilang sama sekali, kayanya akan lebih banyak lagi orang ikut urbanisasi dan berduyun2 datang ke Jakarta...
  • Jakarta masih akan menjadi langganan banjir. Gimanapun air selalu mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat rendah, bukan...?

So, untuk gubernur terpilih... Selamat datang dan selamat membuat perubahan untuk kota kita tercinta ini... =)

---Satu yg menggembirakan hari ini : jakarta gak ada macet... =)---

after long idLe

finally... selesai juga masa idle modem gw. selama sepuluh hari belakangan ini gw terpaksa puasa online, puasa ngenet dan benar2 buta berita di dunia luar sana. semua gara2 modem ADSL gw yang mendadak ngadat. mulai sebulan kemaren modem kesayangan gw itu udah menunjukkan gelagat tidak menyenangkan, mati – idup – mati – idup - mati terus2an. mati 3 hari, nyala 2 hari, mati lagi 6 hari, nyala lagi 5 hari. gag jelas deh pokoknya. maksud gw kalo mau rusak mbok ya rusak aja sekalian, kan gw tinggal balikin aja ke service centernya. gak bikin orang penasaran, antara rusak ato gak.…. indikasi awalnya sih lampu LANnya gak mau nyala. --dulu sekitar 6 bulan yg lalu juga kaya gini, dan ternyata emang modemnya yg trouble.-- gw gak menaruh kecurigaan sama sekali sama pepi andromeda, komputer gw, karena gw merasa dia baik-baik saja.

tapi akhirnya gw sangat yakin kalo modem gw itu benar-benar rusak. caranya? karena udah kesel dan naek darah, gw banting aja tuh modem. hasilnya… benar2 rusak ^^. ganti modem? udah sempat kepikiran sih. siapa juga yang gak sebel karena modem sering trouble gini, sementara tagihan bulanan tetep jalan terus. tapi karena masih menyisakan masa garansi selama 6 bulan, jadi gw milih buat repair ke service centernya aja, toh mereka akan mengganti dengan yang baru ^^

bawa modem ke service center
pertengahan minggu kemaren mau gak mau tuh modem gw repaired lagi ke service centernya di daerah pangeran jayakarta. haduh haduh... menyusuri macet dan teriknya jakarta di tengah hari bolong, menahan ngantuk dan lapar sambil mempersilahkan rombongan kampanye cagub bernomor urut 2 yang jumlahnya ribuan lewat di depan mata. sampai di service centernya untung proses repairednya gak lama, cuma memakan waktu 30 menit aja jadi bisa langsung balik ke tebet lagi.
malamnya begitu sampai rumah langsung gw pasang, test dan...tetep gak mau konek! sebbbeeelllll....

telpon wendy
keesokan paginya gw coba telpon wendy di service center, memastikan bahwa modem gw sudah sehat. gw juga tanya2 kemungkinan kerusakan hardware di komputer gw. kecurigaan terbesar adalah LAN card gw yg rusak. yasud, mungkin 2 hari setelahnya baru bisa gw bawa ke servis komputer.

pepi andromeda masuk ’rumah sakit’
sabtu sore sepulang ngantor gw bawa pepi andromeda ke service komputer di daerah UI. gw bilang gak ada koneksi antara komputer dan modem gw. gw juga minta tolong buat ngecekin LAN card gw, karena gw curiga bagian inilah yg rusak. tapi setelah dicek, teknisinya gw komputer gw cuma butuh reinstall windows aja. katanya kemungkinan ada bagian yg terouble di software windows gw sehingga berpengaruh sama koneksi lan gw. --hhhh…? emang ada ya hubungannya antara lan yg gak konek dengan windows? **sok tau + gaptek mode : on**-- gw percaya-percaya aja. so hari tu pepi masuk karantina selama 1 hari.

besoknya
gw jemput kembali pepi untuk pulang ke rumah. mas-mas teknisi itu mengakui kalo kerusakan ada di LANcard gw. --apa gw bilaaannnngggg…--. setelah mengganti dengan yg baru, dengan semangat 45 gw pulang ke rumah dan langsung menyambar modem gw. saatnya bersiap untuk seting modem. lampu LAN di komputer gw dah nyala, begitu juga lampu ADSL. check di command prompt juga dah oke.

berarti gw tinggal seting modem dan masuikin user name dan password gw. satu menit, dua menit, satu jam, tiga jam.... belum juga gw nemuin dimana quick configuration yang biasa dipake buat seting modem. karena bete berjam-jam gak juga bisa, gw memilih tidur.

tau gak? ternyata...
setelah semalaman ngutak-atik setupan modem, akhirnya gw nyerah. gw belum juga bisa menemukan dimana bagian ”quick configuration”, tempat dimana biasanya masukin username dan password speedy gw. gw telpon wendy lagi, dan.... dia ngakak2 karena ternyata dia udah mengganti ’isi modem’ gw dengan edisi yg lebih baru. kata dia ”mau sampe kapan juga lu gak bakal nemuin quick configuration. orang isi modem lu udah gw ganti ama yg newest”. hah.. jrit! bukan gw yg gaptek dong kalo gini, hihihihi.... dan setelah meng-guide beberapa langkah yang harus gw lakuin akhirnya konek juga tuh internet. *huh...cape deeehhh....usap keringat di dahi* thanks god... selesai juga masa idle modem gw…


**buat wendy... thanks bgt ya. pasti ribet bgt nglayanin customer cerewet kaya gw =)