Showing posts with label travelling. Show all posts
Showing posts with label travelling. Show all posts

solo 4th day

jumat, 2 mei 2008

masih di solo. padahal hari ini mestinya happy sudah ngantor lagi, tapi nekat nambah bolos. segala hal yang berkaitan dengan pekerjaannnya di handle dari sini *cappeee deehh...* rencananya malam nanti kita akan pulang ke jakarta.
maka pagi hari ini aktivitas dimulai dengan membeli tiket pulang ke stasiun balapan, rencananya pulang dengan KA Argo Dwipangga jam 20.00 malam nanti.

selesai cari tiket, sarapan di warung combo. tempatnya ada di jl. batam, jadi kalau dari stasiun balapan ke arah gajah mada, sebelum pertigaan kelurahan punggawan ada jembatan di atas kali, belok kiri dan masuk terus. warung ini asik banget deh. walaupun letaknya agak nyempil, di kawasan rumah-rumah gitu tapi warung ini tidak pernah sepi. buka setiap hari dari pagi jam 7 sampai sekitar makan siang. lewat dari itu dijamin warungnya sudah tutup.

makanan yang disajikan di warung ini hampir sama seperti warung angkringan (hik) yang banyak dijumpai pada malam hari. pilihan lauknya buanyaaakkk banget. sate telur, galantin, gorengan, jeroan, dadar, sate2an dan lauk pauk lain yang biasa dijumpai di warung hik biasanya. harganya pun terjangkau banget, dikisaran harga 500-2000an. kerusakan yang kami buat di warung ini terdiri dari 4 bungkus nasi (tenang aja, untuk 2 orang kok! hehehee...), 1 sate galantin, 2 galantin goreng, 1 perkedel, 1 sate sosis, 1 sate telur, 2 sate bakso, es nutrisari dan es beras kencur seluruhnya 18,5k saja. sekedar ngasih tahu aja, tidak akan pernah cukup kalau cuma makan 1 bungkus di warung ini. rasanya pengen nambah dan nambah lagiiii... kaya addicted gituu ^^

habis makan langsung ke nusukan sampai menjelang jam sholat jumat. trus saya standby di warnet yahoo mesen, sementara happy sholat jumat di seberangnya. sempat YMan sama renny (lagi) sampai sekitar jam 14.00.

habis itu kita ke baturono, makan sate kambing pak narto (lagiii!), penasaran banget sama tongsengnya. secara sudah jauh-jauh datang, sayang banget kalau gak kesampaian. akhirnya... makan tongseng yang bikin kangen itu, dan tahu gak? itu porsi terakhir. nyaris banget kehabisan lagi. rasanya? parrraaaaaahhh banget enaknya! taste manisnya khas banget, ngeblend banget di mulut antara manis, pedes cabe dan panasnya lada. hummm.... super duper nyummyyy... heheheee, happy takjub banget sampai-sampai gak berani gangguin piring saya. total kerusakan di tempat ini masih sama kaya kemarin, 26k berdua.

habis makan mampir ke rumah budenya happy di jagalan. ngobrol-ngobrol seru disini sampai kita gak sadar kalo hujan yang dari tadi turun sewaktu kami baru datang berubah menjadi hujan deres... deres banget dan anginnya kencang, trus tau-tau dari atas genteng kedengaran suara kelotak-kelotak gitu. my God! es segede jempol jatuh bebarengan sama air hujan. hujan es bo! trus gak tau dari mana asalnya, di ruang tamu sudah basah semuanya. beberapa saat setelah sedikit reda, hampir semua orang keluar rumah, memeriksa genteng yang mostly pada melorot pecah tersapu angin. ngeri banget. pas kita balik dari jagalan, di sepanjang jalan banyak banget pohon, baliho, spanduk pada roboh. berantakan banget lah kesannya. mana langitnya masih gelap pula.

setengah jam kemudian kita sudah ada di toko roti wonder di jalan gajahmada. agak terburu-buru memang karena kita sempat ketahan gak bisa kemana-mana pas hujan tadi. beli oleh-oleh bakery pesenan mama dan bagelen buat oleh-oleh kantor happy. giling... belanjaan kita di toko ini 9 toples bagelen dan 4 plastik besar roti ini-itu. udah gitu kita masih mampir ke oriojn di daerah urip sumoharjo. gak ngerti deh, berasa belom ke solo aja kalo belum mampir ke sini. di sini kalap belanja lagi. 2 kotak besar mandarijn khas oriojn (kaya lapis surabaya gitu), 5 ato 6 plastik brem solo , 2 pak onde-onde, dan ini-itu sampai saya lupa apa aja yang sudah di beli.

setelah magrib balik ke tempat adik saya, packing barang sebentar, mandi dan panggil taksi untuk berangkat ke stasiun dengan bawaan segubrag. ngos-ngosan sampai satsiun karena kebanyakan barang bawaan dan gak sempet makan yang macem-macem karena takut ketinggalan kereta. ngenes banget, malam itu akhirnya kita diner masing-masing 1 cup popmie, 1 botol greentea dan 2 potong pizzanya wonder. ajaibnya, entah karena kekenyangan atau memang capek banget, malam itu saya tidur pulaaasss banget di kereta dan terbangun beberapa menit sebelum kereta masuk stasiun jatinegara.

huwwwaaa…. back to jakarta, back to reality…

soLo 3rd day

kamis, 1 mei 2008

kita masih di gunungkidul. beda rasanya. lebih dari 2 tahun saya tidak menginjakkan kaki di tempat ini. terakhir kali ke sini seingat saya waktu ada acara selamatan 1000 hari meninggalnya eyang kakung saya, saat saya baru saja selesai sidang TGA.

oiya, tadi malam renny telpon kalo acara pemotretan prewedd nya bakal di undur sampai sabtu tanggal 3 mei, dengan alasan acaranya terancam sepi kalau saya tidak datang. aih, sumpah loh ran... jadi gimanaaa gitu, berasa gak enak. hiyyyaaa.... :D

hari ini saya ketemu ponakan saya (anak sepupu saya) yang belum pernah saya lihat dari lahir. namanya nabilla meylani tektonika (beLLa). a unique name huh? yup, beLLa lahir bertepatan dengan gempa jogja yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu. kebayang gak sih gimana perjuangan melahirkan saat situasi gempa seperti itu?

siang harinya saya kembali ke solo, lewat klaten. happy janji menemui seorang dosen disana. di tengah perjalanan, ban motor yang kami tumpangi mendadak bocor tertusuk paku. padahal saat itu kami sedang berada di jalan yang relatif sepi --kalau gak salah di sekitar perbatasan ngawen-klaten--, sepanjang mata memandang cuma ada sawah, pohon dan pohon lagi. tanya sama orang yang kebetulan lewat, katanya tambal ban jaraknya 2 km lagi! god, help us... huhuhu, panas pula. tapi saya tetap fun dan tenang saja. saya yakin dan percaya dengan survival ability seorang mantan scooterist yang mempunyai jam terbang touring membelah pulau jawa-bali berkali-kali itu :)

sore jam 17.00 sampai lagi di solo. pengen banget makan sate kambing pak narto yang ada di wetan perempatan baturono itu. dulu sekitar 2 tahun yang lalu warung satenya ada di pinggir jalan, relatif kecil namun tidak pernah sepi pengunjung. tapi setelah sampai di tempat yang saya maksud, warungnya sudah tidak ada. sepi. tidak ada bangunan kecil semi permanen tempat dimana warung sate itu berada. bolak-balik saya menyusuri jalan baturono ke arah timur dan ’menangkap’ aroma khas sate kambing dari sebuah tempat tidak jauh dari warung sate yang saya maksud. olalaaa... ternyata warung sate itu telah pindah sekitar 30 meter ke sebelah kanan, menempati 2 buah ruko yang besar dan permanen.

kalap. tadinya saya membayangkan akan dapat menikmati seporsi tongseng kambing. tapi sayangnya sore itu sudah habis dan tinggal tersisa sate saja. bolehlah daripada jauh-jauh datang tapi tidak jadi makan. hummm nyummy. sate disini disajikan dalam bentuk daging yang sudah lepas dari tusukannya. jadi yang ada di pring tinggal potongan-potongan daging, yang masing-masing besarnya sekitar ibu jari. booo... puas banget lah makan sate disini. aroma perasan jeruknya juga terasa banget, bumbu kecapnya mantapp abiss, belum lagi taburan bubuk kacang yang gurih banget. tadi kita pesan 2 porsi sate @10k, 2 porsi nasi @2k, dan es teh manis + teh hangat masing-masing 1k. jadi total damage buat kerusuhan sore ini 26k. terjangkau dan nendang bangettt lah pokoknya...

malam harinya habis mandi jalan ke gladag langen bogan, pusat wisata kuliner solo yang baru di buka pertengahan bulan lalu. tempatnya ada di sebelah timur bundaran gladag ke arah beteng, menempati area jalan mayor sunaryo (bener gak sih nama jalannya? pokoknya depan PGS-beteng itu lah…) yang sengaja ditutup pada sore-malam hari, khusus dijadikan area wisata kuliner malam kota ini. di sini ada banyaaaaakkkk banget makanan, bisa dibilang one stop culinary service. gimana enggak, sebut deh makanan apa yang bikin kangen ama solo, ada semua di sini. mulai dari dawet selasih, bakso alex, bestik pak darmo, gudeg cakar, jagung bakar kantorpos, susu shijack, gepol pleret, kebab, nasi kebuli, cabuk rambak, sate2an, sampai segala jenis minuman, kopi2an, es2an... komplit-plit disini. huwwaaa... rasanya pengen makan semuanya... hehehe. tapi tetep aja, nongkrongnya di booth kopikupas-nya fajar, walaupun pesen makannya kesana-kemari, hihihiii... top deh pemkot solo, jeli banget melihat peluang tempat makan yang bersebaran di kota ini sebagai aset wisata kota solo, lengkap dengan citywalknya pula. aiihh... coba dari dulu waktu masih tinggal dan kuliah disini, pasti uang kiriman bulanan bakal jebol sebelum akhir bulan, heheheeee....

solo 2nd day

rabu, 30 april 2008


hari kedua di solo. memulai hari ini dengan sarapan di…bambu! iya, bambu yg deket jurug itu loooh, ren... banyak yg berubah. banyak makanan baru. dan tempatnya jauh lebih nyaman dibandingin dulu waktu masih pacaran jaman kuliah. hahahaaa.

dari bambu, langsung membelah ke arah timur, ke rumah keluarga besar happy di karanganyar. sampai menjelang sore di sini. enak banget, sepi banget khas di desa-desa gitu.

hampir sore balik lagi ke solo. janjian sama babyhuey mau jalan-jalan ke beteng-PGS. cari-cari bahan kebaya, beli batik, cari pernak-pernik lucu-lucu dan...happy ngeborong kemeja batik. my god! bisa kalap belanja juga si ganteng satu itu. heheheee...

habis dari sini, kami langsung berangkat ke gunung kidul, ke rumah simbahputri. naik motor, lewat solo baru, sukoharjo, sritex, watu kelir, semin, karangmojo, dan akhirnya sampai di ponjong. huwwaaa!!! masih hapal juga jalan panjang, belok-belok, naik-turun yang dulu sering saya lewatin kalau bolak-balik solo-ponjong. pemandangannya top abiisss. lewat hutan-hutan pula.

malamnya nginep di ponjong. badan tambah pegel-pegel. ah, untung udah pernah ikutan ditraining touring vespa solo-cilacap, hehehee...

soLo 1st day

selasa, 29 april 2008

lanjut lagi cerita tentang ke solo-jogja kemarin. kereta saya masuk di stasiun balapan solo bisa dibilang on time, jam 04.20, dan belum masuk azan subuh. suasana khas solo kental tercium mengusir kantuk saya secara perlahan. duduk di deretan bangku peron stasiun, saya memeriksa barang bawaaan dan sepakat untuk menghabiskan waktu menunggu azan subuh di stasiun ini. saya urung membuka laptop dan hanya merapikan beberapa catatan yang sempat saya buat dalam perjalanan tadi melalui p990i, yang bagaikan PC kedua bagi saya.

jauh di depan saya, tepatnya di jalur kereta yang lain berjejer beberapa penumpang yang berbaris rapi menunggu kereta terpagi dari stasiun ini, KA Pandan Wangi menuju semarang. ah ya, saya ingat sekitar tiga tahun yang lalu saya pun pernah ada di barisan itu. menunggu kereta yang sama dalam rangka pengumpulan bahan tugas akhir saya di semarang.

setelah selesai sholat subuh saya dan happy melangkah keluar stasiun. udara pagi yang segar, suasana yang mulai ramai dan keramahan serta senyum setiap sudut kota ini mulai terasa walau hanya melalui sapaan hangat khas stasiun ”becak mbaaakk..?”. hanya ada taksi, becak dan omprengan. belum ada bus kota atau angkot yang beroperasi di depan stasiun, padahal jam di tangan kiri saya sudah menunjukkan 05:20. tapi bukan karena alasan transportasi itu yang membawa kami berjalan beriringan menyusuri jalan monginsidi ke arah panggung-jebres. ya, dengan beban ransel di punggung masing-masing, tas laptop dan tas kecil kami berjalan kaki menuju jebres sambil sesekali tersenyum dan tertawa kecil mengingat apa yang pernah kami lewati sebelumnya.

saya memulai hari ini dengan kembali lagi ke stasiun balapan untuk menemui millie yang harus segera kembali ke Jakarta karena mendadak dapat telepon bahwa keberangkatannya kembali ke Papua dimajukan menjadi malam nanti. padahal sebelumnya kami telah merencanakan akan mengunjungi beberapa tempat selama saya di solo dan millie menghabiskan cuti di rumahnya di solo. aah ya sudahlah, gud bye millie… see you again later ya buuu… rasanya masih sama, sama seperti ketika mengantarnya pergi pertama kali beberapa waktu lalu.


setelah menemui millie di stasiun, saya menuju kantin gedung II FT UNS, tempat dimana happy sedang sarapan di kantin itu. tidak ada yg berubah dari tempat ini. menu di kantin ini sejak pertama kali saya kuliah hingga hari ini masih sama. begitupun dengan pembawaan bu sum --ibu kantin yang terkesan sok cool, hehehee...-- yang terasa kental berbeda mungkin suasana yang lebih sepi dan terkesan ’serius’. saya tidak lagi menemukan suasana seperti ketika saya kuliah di awal 2000an lalu. tidak ada lagi kelompok mahasiswa yang duduk-duduk di kanopi depan gedung II, tidak ada lagi sesi ’mata kuliah’ basket, futsal, tidak ada lagi suasana ngobrol ngalor-ngidul dan ngetan-ngulon atau ngerumpi bersama dan mengomentari apa saja yang lewat di depan mata. rasanya ruang itu telah mati, tertutup oleh kesibukan dan keseriusan penyelesaian target SKS. apa memang semestinya begitu? yang jelas, kangen rasanya menjadi bagian tukang bikin onar di kanopi gedung II. :P

siang harinya saya berada di tengah kota, di seputaran slamet riyadi. untunglah motor yamaha nouvo milik adik saya bisa dipinjam selama saya berada di sini. hari ini saya akan menemui nita di rumah kado - badran, untuk melihat souvenir titipan renny. ternyata, nita sang pemilik rumah kado itu masih ada di kantornya di karanganyar dan setelah saya hubungi via phone dia baru akan sampai di rumah jam 5 sore nanti. mengabiskan siang sampai sore sambil menunggu nita, membawa langkah kaki menuju solo grand mall. maafkan kami Tuhan, jauh2 datang ke solo kok ujung-ujungnya nonton 21 juga. setelah capek tour around the mall, tentrem de caffe menjadi pilihan untuk istirahat menyelonjorkan kaki sambil cetak-cetik browsing ini-itu dan YMan sama renny.


sesuai janji, jam 5 sore saya sudah duduk manis di ruang tamu rumah nita yang mostly berisi souvenir-souvenir beragam rupa dan bentuk. ngobrol kesana-kemari, tanya ini-itu dan pulangnya mampir pizzahut slametriyadi membeli pesanan babyhuey, dan makan tahu kupat di samping masjid solihin - gajah mada. hummhh...nyummy. rasa tahu kupatnya belum berubah sejak terakhir kali kesini sekitar 2 atau 3 tahun yang lalu. untuk 2 porsi tahu kupat dan es teh manis + teh hangat dihargai 9.5k. murah ya...?


malamnya menuju kopi kupas di tipes, setelah tadi sore sempat janjian ketemuan dengan mas fajar --kakak tingkat di kampus, teman hunting foto sekaligus pemilik cafe ini--. ngobrol ini-itu, ketawa haha-hihi sambil ditemani yellow river coffe menghabiskan sisa malam yang dingin (keasyikan ngobrol, sampai lupa banget gak foto-foto, hiks...).

menjelang tidur yang terasa tinggal capeknya saja, pegeeeelll banget. badan rasanya kaya diinjek gajah. tapi so far hari ini seru, banyak ketemu orang. hummm...gimana besok ya?

goes to soLo

baru sadar ternyata belum nulis tentang kegiatan selama hibernate minggu lalu. mumpung belum banyak yang ’menguap’, saya cicil cerita selama ke solo-jogja tanggal 28 april sampai 2 mei kemarin.

rencana ke solo-jogja ini adalah rencana lama, upaya balas dendam karena tahun kemarin saya sama sekali tidak menikmati libur, termasuk libur long wiken yang tahun kemarin seingat saya lebih dari 5 kali (bahkan libur lebaranpun seingat saya cuma 4 hari saja). begitulah, ritme pekerjaan di proyek memang seperti itu. datang pagi dan pulang hampir tengah malam setiap harinya. belum lagi setiap bulan harus merelakan satu hari minggu yang mau-tidak-mau dan suka-tidak-suka harus dilewati dengan jatah piket masuk proyek. aaarrrgggghhhh....

maka akhir bulan kemarin jadilah berlibur kesana. kenapa solo-jogja? simply because kangen banget makan ini – makan itu di kota itu. kebetulan happy juga baru saja selesai dengan acara roadshow kantornya yang persiapannya memakan waktu berbulan-bulan, dan acaranya sendiri berlangsung tepat di hari ulang tahunnya. *sigh*

saya berangkat ke solo senin malam tanggal 28 april 2008 jam 20.00, naik KA Argo Lawu yang tiketnya baru dibeli siangnya pas jam istirahat. sebelumnya masih antara jadi-gak-jadi. yang jelas kalau dapat tiket dan happy bisa ijin 2 hari, kita langsung berangkat.

dan begitulah... malam itu saya pindah tidur ke dalam kereta, menghabiskan malam dengan perjalanan menuju solo.

jakarta trail


saya dan renny hari ini ikutan jakarta trail [eksploring jakarta heritage] yang diselenggarakan komunitas historia, yang mana acara ini termasuk salah satu event di acara world book day 2008. sebenarnya sudah lama banget ikutan milis historia tapi baru kali ini punya kesempatan bisa ikut acara jalan-jalan bareng. rute yang akan ditempuh dalam jak-trail kali ini adalah museum bank mandiri, museum bank indonesia, taman fatahillah, pos indonesia, museum sejarah jakarta, museum wayang, museum seni rupa dan keramik.

waktu habis registrasi ulang, kita dapet pin, roti buaya+air mineral dan booklet tentang tempat tujuan. yang bikin unik ya roti buaya-nya itu looohh... jakarta betawi benget yeeee, secara acaranya emang jalan-jalan di kota tua jakarta.

1st destination
museum bank mandiri

tempat ini adalah tujuan awal dan tempat kumpul semua peserta. dulu banget tempat ini pernah digunakan sebagai bank, dan kini di alih fungsikan sebagai museum bank mandiri. isi museum ini lebih menitikberatkan pada sejarah perbankan di indonesia mulai dari jaman penjajahan sampai sekarang. lebih spesifiknya lagi sejarah perkembangan bank mandiri, mulai dari jaman bapindo, bank bumi daya, bank dagang negara sampai sekarang namanya jadi mandiri. kebanyakan isinya foto tokoh-tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan berpengaruh di bank-bank tersebut. semuanya dapat ditemukan di lantai atas museum ini. sementara di lantai bawah banyak dijumpai koleksi brankas (dari segala jaman dan model), berbagai macam mesin hitung dari jaman kuda makan besi sampai kuda makan spageti rikiplik sampai sekarang.

yang paling saya suka di tempat ini ada beberapa ruangan yang menampilkan ada foto fungsi ruangan pada jaman yang dulu dan fungsi saat ini yang terlihat di depan mata. beberapa ruangan sempat saya capture, bisa dilihat perbandingan antara past dan presentnya.


2nd destination

museum fatahillah

tidak akan bercerita banyak tentang tempat ini, secara tempat ini adalah satu yang paling familiar bila kita menyebut tentang ’kota tua jakarta’. saya sendiri terhitung sudah 2, 3 eh kira-kira 5 kali mengunjungi tempat ini (tolong dicatat, ini rekor dalam sejarah hidup saya mengunjungi museum, hehe...).

walaupun tidak ada hubungannya dengan acara jakarta trail, saya cuma mau ngasih tahu kalau tempat ini adalah salah satu spot favorit buat prewedding. sekedar informasi, pengelola mematok 350ribu rupiah perhari sebagai biaya sewa tempat untuk prewedding.


3rd destination
museum bank indonesia

yiayyy... menurut saya museum ini adalah spot yang paling ‘nendang’ dalam acara jaktrail ini. saya baru pertama kali masuk ke dalamnya. no wonder, di balik rupa bangunan yang kolonial ternyata di dalamnya menyimpan interior bergenre modern dan pengkondisian ruangan yang berteknologi. saya, bekas murid sekolah arsitektur yang gagal jadi arsitek :P dan renny yang sehari-hari makan interior pun sempat nora-nora dan gumunan gitu deh :P

oiya, yang paling seru di tempat ini adalah ada permainan ’menangkap uang’ (lupa nama lengkapnya apa). jadi kita berdiri di depan sebuah dinding, kemudian proyektor akan menampilkan gambar koin-koin uang berjatuhan. tugas kita adalah ’menangkap’ dan ’mengurungnya’ dengan tangan, dengan cara menjulurkan tangan ke atas, dan ’mengurung’ koin-koin tersebut. kalau kita berhasil ’mengurung’nya maka akan muncul informasi tentang koin apa yang kita dapat, dan uang dari jaman tahun berapa. kalau diperhatikan gerakan dalam permainan ini mirip seperti satu gerakan balet yang pernah saya lihat di tivi, hehehe...

overall, acara ini menyenangkan kok. walaupun awalnya direncanakan semua tempat akan sudah selesai dikunjungi pada jam 12.00 namun nayatanya baru 3 tempat saja yang terselesaikan. sisanya akan dilanjutkan setelah lunch time. tapi.... saya dan renny termasuk dalam peserta yang drop out, memutuskan untuk balik kanan dan pulang saja... :P