every new beginning comes from some other beginning's end…
buon compleanno, taNti...
dua puluh lima.
saya begitu mencintai fase ini, fase usia dimana saya menghadapi titik balik atas beberapa hal dalam hidup saya. banyak hal dan keputusan penting saya buat di usia 25, usia yang banyak merubah cara pandang, jalan pikiran serta konsep hidup yang bergabung mengatasnamakan proses pendewasaan.
dan saya sangat berat untuk beranjak dari angka ini, walaupun saya tahu hidup terus berjalan, bergulir dan tidak akan pernah menunggu.

matur nuwun, terimakasih untuk keluarga, sahabat,dan teman-teman di dunia nyata maupun dunia maya atas semua ucapan, doa dan harapan yang hadir mendekap saya dengan erat melalui ciuman di pipi, sentuhan jabat tangan, bisikan suara di telpon, deretan kata-kata pada pesan singkat, tret pada timeline plurk, komentar pada friendster, coretan pada dinding facebook, dan sebagainya. membuat saya merasa begitu beruntung diselimuti cinta dari semuanya.
dan dari sekian banyak ucapan, sepertinya harapan dan doa agar ini menjadi ulang tahun saya terakhir sebagai seorang lajang menjadi top chart ucapan ulang tahun saya kali ini. saya pun berharap seperti itu. barakallahu… :-)
welcome home, dear...

setelah 4 hari 3 malam atau setara dengan 90 jam ‘berlibur’ di RSI cempaka putih karena thypus dan DB yang kompak berkolaborasi, akhirnya jam 15.00 tadi partner diijinkan pulang. meningkatnya kadar trombosit dan kondisi fisik yang sudah jauh lebih baik membuat dokter tidak ragu untuk ‘meluluskannya’ dari kamar perawatan. tentu saja saya menjadi salah seorang yang lega melihat progress kesehatannya berangsur membaik.
untuk tiga hari ke depan dia masih mengantongi surat ijin sakit, namun lusa harus kembali checkup ke rumah sakit. gak boleh makan pedas, gak boleh makan makanan yang asam, harus banyak istirahat.
-- ya udah kalau gitu aku jalan-jalan makan sate tongseng bakso sendirian aaahhh, kamu di rumah aja makan bubur yaa…. :D --
31 des 2008 menjelang jam 16.00
masih duduk manis di kantor, sementara banyak kantor di luar sana meliburkan karyawannya hingga tanggal 4 januari. seharian ini tidak sekalipun konsentrasi tertuju pada pekerjaan, saya yakin begitu juga dengan banyak orang di kantor ini. mereka yang bekerja tulus dengan penuh konsentrasi hanya beberapa saja, bisa dihitung dengan jari. sementara sisanya asyik masyuk bermain game (yup, thats me!!), ngobrol kesana-kemari, bahkan menghilang sejak jam makan siang. ingin cepat-cepat pulang karena dering telepon dari suara di ujung sana sudah menunggu saya di suatu tempat, tapi bigboss malah sibuk mondar-mandir kaya satpam…
hihihiihiiii, kantor yang aneh… *tepok jidat*
akhir cerita sebuah geraham
akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.
jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.
menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…
selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).
sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.
buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…
ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...
tebak gambar
hari minggu, dua minggu yang lalu…
menjelang siang hari, di lampu merah perempatan CSW dari arah sudirman menuju blok m. arah jam 11 dari tempat saya mengantri lampu merah terpampang dua buah baliho iklan yang menggelitik saya. awalnya biasa saja, tidak ada yang mencolok ataupun istimewa. pertama saya melihat iklan konser ‘persembahan cinta’ rossa yang akan dilangsungkan 26 november besok. di sebelahnya terpasang iklan sebuah operator selluler yang menampilkan gambar close up dari ‘sang model’.

11:24 am
capture with sony ericsson p1i camera
yang membuat saya tersenyum dan hampir tertawa adalah ketika menyadari dua buah iklan yang terpampang pada baliho yang sama besar ini memiliki pose yang hampir mirip. coba perhatikan tangan kiri kedua model di iklan tersebut sama-sama mengarah ke wajah bagian bawah (dagu dan pipi bawah). sayangnya proporsi gambar rossa di iklan konsernya kalah besar di bandingkan ‘bintang iklan jadi-jadian’ di baliho sebelah.
ada yang tahu perbedaan lainnya? ^^
(masih tentang) rectoverso

tanpa rencana sore tadi datang ke margo city, ternyata kebetulan pas ada acara bedah buku rectoverso bareng penulisnya, dewi ‘dee’ lestari. seperti umumnya acara bedah buku, ada sesi cerita, tanya jawab dan yang spesial (mungkin jarang ditemui di acara bedah buku lainnya) adalah live performance dewi untuk lagu ‘selamat ulang tahun’ dan ‘malaikat juga tahu’.
hummmm… ajaib memang wanita satu itu, sukses ‘menyihir’ melalui dua media langsung, buku dan lagu. sejauh ini saya sudah hafal semua lagu di rectoverso, tinggal meyelesaikan sedikit lagi bukunya yang akhir-akhir ini sedikit agak keteteran waktu untuk membacanya.
tiga minggu tanpa ngeblog
saya baru sadar tiga minggu lamanya blog ini tidak tersentuh. entah kenapa. padahal tidak ada kesibukan mencolok, apalagi kebiasaan yang berubah. sama sekali tidak ada. kegiatan sehari-hari masih seputar aktivitas harian yang berulang. saya tidak pergi kemana-mana, selain rumah – kantor, kantor – rumah, sedikit ke mall, dan sesekali ke bioskop. liburan lebaran kemarin pun tetap di jakarta, tidak keluar kota.
aroma kesibukan baru terasa saat kembali ke rutinitas harian sebuah kantor di pojokan bintaro sektor 9 setelah liburan lebaran. load pekerjaan sedikit menanjak karena mas boss (atasan saya) memperpanjang status libur lebarannya menjadi cuti. praktis ada beberapa beberapa hal yg berkaitan dengan pekerjaan memerlukan perhatian dan waktu ekstra. tapi itupun tidak membuat saya pulang telat dari biasanya. toh sesampai di rumah ternyata saya masih sempat cek imel, friendster, facebook, blogwalking, dan tentu saja plurking. jadi semestinya tidak ada hubungan antara kesibukan dengan blog yang terbengkalai.
sekedar cerita, minggu pagi 12 oktober lalu saya dan mama sempat ke solo selama 40 jam. well bicara tentang solo selalu saja menyenangkan walau kali ini bukan dalam rangka bersenang-senang, jadi tidak ada pedokumentasian gambar sama sekali. kunjungan mendadak dan tanpa rencana ini terjadi karena adik saya yang kuliah di solo mengalami kecelakaan, saat sepeda motor matic yang dikendarainya tidak mampu dikendalikan ketika mencoba menghindar dari kendaraan di depannya yang tiba-tiba berhenti mendadak. hasilnya malam minggu tanggal 11 oktober sekitar jam 20.00 dilarikan ke sebuah rumah sakit di kawasan ronggowarsito. giginya patah 3, bibir di jahit tiga jahitan dan yang mencolok adalah luka akibat gesekan aspal pada wajah di bagian kening kiri dan pipi kiri hingga menimbulkan bengkak dan lebam, hampir menutupi mata kirinya. kegiatan selama di solo pun hanya terfokus di seputaran rumah sakit – hotel – rumah sakit – hotel. namun keadaan berubah di senin siang, saat dokter memperbolehkan adik saya keluar dari rumah sakit karena mama saya berniat untuk ‘mengevakuasinya’ ke jakarta. sambil menunggu jadwal kepulangan pada selasa pagi, mama yang awalnya hanya mempunyai niat suci dan baik untuk segera mengajak pulang ke jakarta ternyata menambah panjang daftar kunjungan ke solo kali ini dengan wisata kuliner di beberapa tempat makan khas yang ada di solo, belanja batik di klewer, belanja bakery + bagelen di wonder, dan berkeliling alun-alun hingga keraton dengan sepeda motor, sementara adik saya ditinggal di hotel. benar-benar keluarga yang aneh. saya pun masih sempat bertemu beberapa teman. masih sempat pula dua malam berurut-turut datang ke sebuah coffeshop milik seorang teman di kawasan bhayangkara, berbicara banyak hal bersamanya sampai hampir tengah malam.
sepulang dari solo saya dihinggapi sakit gigi yang tidak tertahan, yang sudah saya rasakan sejak dalam perjalanan menuju jakarta. masalah lama, basi banget. biasanya sakit gigi akibat gerakan pertumbuhan geraham bungsu yg menabrak geraham depannya ini terjadi dalam siklus dua bulanan. terakhir kali saya mengalaminya bulan mei lalu, jadi sudah sekitar lima bulan saya terbebas dari siklus gila ini. bisa dibayangkan rasa sakit yang ditimbulkan kali ini pun tidak tertahankan, terakumulasi dari lima bulan yang lalu. sudah seminggu ini kelancaraan aktivitas saya di topang oleh 3 butir cataflam, 3 butir biolincom dan 2 butir danalgin setiap harinya. tapi bukan berarti 8 butir obat itu benar-benar membebaskan saya dari rasa sakit, bahkan pertengahan minggu kemarin saya terpaksa harus menginap di rumah budhe (yang lokasinya tidak jauh dari kantor) selama 3 hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke cibubur. sakit yang saya rasakan kali ini adalah sakit yang paling dahsyat dari yang sudah pernah saya lewati sebelumnya. kapok, benar-benar kapok. seperti pesakitan dan menjadi tidak berguna karena sakit gigi itu sangat menyedihkan. tersiksa rasanya, tidak bisa nyenyak tidur, tidak enak makan. termotivasi setelah membaca tulisan pandji, saya mulai memupuk keberanian untuk maju ke
siapapun yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati jelas jelas tolol! :D
oiya dua minggu belakangan ini saya kembali mendapat dua tawaran untuk bergabung dengan kantor lama, dari dua proyek di dua kota yang berbeda di luar jakarta, salah satunya solo. hummmh, kedengarannya mengasikkan. kota kecil, gudang makanan enak, bebas macet, serasa liburan setiap hari. tapi tekad saya sudah bulat, saya sudah memutuskan untuk tetap di sini. bertahan di tempat baru dan meyakini apa yang sudah saya lewati selama hampir tiga bulan ini. hihihihiiii, rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau :P
hummm, beberapa waktu ke depan akan ada sedikit kesibukan baru yang memerlukan perhatian ekstra, akan sedikit menyita waktu dan konsentrasi. doakan saja semoga semua berjalan dengan sebagaimana mestinya dan tidak terganggu oleh sakit gigi sialan ini…
lost in small world
lebih dari sembilan belas tahun hidup dan tinggal di jakarta (belum termasuk 6 tahun bolak-balik jakarta – solo) saya mengenal sekitar 90% wilayah jakarta. sisanya sepuluh persen adalah angka untuk kawasan rorotan, cilincing, marunda, tanjung priuk dan sekitarnya yang belum pernah saya datangi. sedikit membanggakan diri, seringkali saya menjadi tempat bertanya “daerah ini dimana sih tan?” atau “jalan ini di sebelah mana sih?” oleh beberapa teman dan keluarga. bahkan sampai detik ini saya mencatat rekor belum pernah nyasar atau salah alamat datang (tanpa survey lokasi dulu sebelumnya) untuk memenuhi panggilan interview beberapa perusahaan. beberapa rumah teman yang belum pernah saya datangi sebelumnya pun sukses saya datangi tanpa nyasar.
sehebat itukah saya? heheheeee, sebenarnya tidak juga. saya hanya mengetahui satu daerah dalam scope yang besar saja kok. untuk masalah detail jalan saya rasa gunther w holtrof adalah ahli yang sanggup menjelaskan secara detail dalam peta digital jakarta (dan sekitarnya). cukup buka peta sebentar, ceklak-ceklik, dipelajari (kalo takut nyasar ya di print boleh aja) dan siap jalan tanpa nyasar.
kemampuan mengenal scope kota yang saya miliki berbanding terbalik saat masuk ke sebuah toko buku. sekedar informasi, membeli buku berada di urutan hampir belakang pada daftar kegiatan pengeluaran bulanan setelah makanan, BBM, grocery, makeup, telpon + internet, baju + sepatu, dvd glodok serta (syukur-syukur) tabungan. maka jangan pernah tanya berapa banyak koleksi buku yang saya miliki karena dalam dua bulan pun belum tentu satu kali saya menginjakkan kaki di toko buku, kecuali memang ada buku yang ingin saya baca hingga tidak bisa tidur dan terbawa mimpi. jadi kalau suatu hari kamu menjumpai saya di toko buku dan sedang mencari sebuah judul buku, maka bisa dipastikan malam sebelumnya saya susah tidur karena penasaran akan isi buku yang sedang saya cari.
entahlah, saya merasa sangat bodoh dalam menemukan lokasi rak display buku yang saya cari dan inginkan. seingat saya, saya belum pernah sukses menemukan buku sendiri di toko buku tanpa bantuan pramuniaga toko. beda kasus dengan membeli buku karena kebetulan melihat, baca sebentar kemudian tertarik dan membeli (tanpa direncana). bila menginstropeksi diri, saya sangat yakin kalau saya bisa membaca tulisan - huruf - dan angka, bisa menggunakan komputer katalog toko, dan bisa membaca denah lokasi rak (la wong hampir enam tahun sekolah di sekolahan tukang rancang bangunan kok…). tapi ya begitu, entah dimana salahnya selalu dan selalu seperti itu, gagal menemukan buku yang saya cari melalui komputer katalog.
awal september ini saya masuk toko buku di sebuah pusat perbelanjaan dekat kantor mencari cooking with love. sesuai judulnya saya yakin kalau buku ini ada di kelompok hobby, masakan, tata boga atau sejenisnya. untuk memastikannya saya sempatkan diri untuk memeriksa di komputer katalog toko buku. setelah mengetahui nomor display rak, saya langsung menuju tempat yang dimaksud. tapi ternyata saya gagal menemukan buku tersebut dan membutukan bantuan seorang pramuniaga. penyebabnya adalah letak display buku itu tidak sesuai dengan yang ada di komputer katalog. saya curiga jangan-jangan malam hari pas toko buku tutup, buku itu pada pindah sendiri-sendiri mengambil tempat yang diinginkannya.
kejadian kedua terjadi beberapa waktu kemarin. sepulang kerja saya mampir di sebuah toko buku di mall tidak jauh dari rumah, berencana membeli andy’s corner. saya memang agak terburu-buru karena belum sempat makan sedari buka puasa, jadi saya putuskan untuk tidak berkeliling melihat-lihat, langsung mendatangi komputer katalog untuk menuliskan judul buku yang saya butuhkan. kejadian berulang. saya gagal menemukan buku yang saya cari karena buku itu menempati display yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis pada database katalog. menurut pramuniaga toko, buku yang saya cari itu termasuk dalam kelompok new arrival, jadi di display di koridor depan.
heran, saya betul-betul heran. saya tahu luas sebuah toko buku (sebesar apapun toko itu) pasti masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kota jakarta. tetapi saya tetap saja selalu gagal menakhlukkannya. beda rasanya jika masuk ke sebuah hipermarket, saya selalu saja tahu dimana lokasi display minuman teh hijau kemasan botol favorit saya itu...
kiyut blogger?
beberapa hari yang lalu saya ketiban award ini dari mbak astrid di jogja dan vina di surabaya. tapi maaf baru sekarang punya kesempatan untuk online lagi setelah sibuk menenangkan diri gara-gara masalah ini.

cute's blogger award 2008. sekiyut nama awardnya tapi mungkin akan menuai protes dari mereka yang tahu 'aslinya-saya' karena kata-kata 'cute' atau 'kiyut' terasa sedikit tidak matching dengan saya yang 'preman' abis, heheheeeee... beda pendapat sah-sah aja kok, tapi boleh dong sekali-kali preman tampil kiyut? ^^
anyway makasih ya mbak astrid + vina... :)
tujuh belasan di kandank jurank doank
sudah lama tujuh belasan terasa biasa saja bagi saya semenjak tidak lagi ikut perlombaan di RT dan tidak lagi mengikuti upacara bendera di sekolah. namun 17 agustus tahun ini bisa dibilang berbeda. bukan karena perlombaan atau upacara bendera, tetapi tujuh belasan tahun ini saya ikut berpartisipasi sebagai peserta acara memecahkan rekor MURI melukis kaos 1000 orang yang diselenggarakan oleh kandank jurank doank (KJD) bekerja sama dengan Gamma Paintindo --ehm… kayanya saya bakal dapat bayaran nih dari divisi event and promotion-nya gamma buat branding di blog ini… ya kan, Py?--rangkaian acara tujuhbelasan di KJD kali ini tidak banyak, tidak ada perlombaan khas tujuh belasan karena dik doank (yang sepanjang acara lebih sering menyebut dirinya : oom ganteng --hummm…ok lah, saya setuju..--) lebih berkonsentrasi di acara pemecahan rekor melukis dan peresmian Museum Karya Pustaka KJD. namun demikian masih ada 8 panjat pinang (yang disediakan oleh sponsor produk minuman energi dimana oom ganteng jadi bintang iklannya) dan acara melukis tembok (mural) di area slink yang dilakukan oleh mahasiswa IKJ.
awalnya saya pikir acara melukis kaos ini hanya boleh diikuti oleh anak-anak, ternyata terbuka untuk segala usia. saya yang tadinya datang hanya untuk menemani haPPy dan melihat-lihat acara ini akhirnya ikut daftar jadi peserta melukis juga.
acara pemecahan rekor ini dimulai jam 13.30, diawali dengan berbaris dan duduk di lapangan. rasanya? jangan ditanya… panaaaasss banget, terik pula!!! renny dan yogi yang gagal ikut acara melukis karena kehabisan kuota dengan gembira ria menertawakan saya yang kepanasan dari pinggir lapangan. sukses deh di ospek sama oom ganteng, berpanas-panas di tengah lapangan, pas matahari sedang di atas ubun-ubun. lapank doank (nama lapangan di KJD) siang tadi berubah menjadi lautan manusia, penuh banget. baik peserta, panitia maupun penonton semuanya memadati tempat ini. wuuiihh… seru deh! kata petugas dari MURI total peserta yang berpartisipasi dalam acar melukis kaos ini ada 1365 orang dan tercatat dalam rekor baru MURI sebagai rekor melukis kaos dengan jumlah peserta terbanyak.
wait, wait… out of topic. saya baru ingat kalau ini adalah kedua kalinya saya ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI. tadi siang komentar renny di plurk mengingatkan saya kalau sekitar awal 2007 lalu saya (juga renny dan millie) pernah ikut berpartispasi dalam acara pemecahan rekor MURI untuk kategori jumlah peserta seleksi penerimaan karyawan terbanyak yang diadakan oleh Trans Corp. kalau tidak salah jumlah peserta yang berpartisipasi saat itu ada hampir 110 ribu peserta --walaupun tidak semuanya murni pengangguran tapi ironis banget ya, jumlah pencari kerja di jakarta banyak banget, sampai-sampai masuk rekor MURI segala--
setelah penyerahan piagam MURI kepada KJD dan Gamma Paint (again loh Py, dua kali disebut di sini heheheheee…) acara dilanjutkan dengan peresmian Museum Karya Pustaka KJD yang dilakukan oleh iwan fals. selain iwan fals ada juga oppie andaresta yang sempat perform beberapa lagu di arena slink. penontonnya? jangan tanya deh, penuuuhh banget.
jam 17.00 acara berakhir. overall saya seneng banget bisa ikut seru-seruan di event ini. tapi yang lebih senang dan lega pastinya oom ganteng, haPPy dan semua crew gam**… ups, bisa 3 kali sebut nih, branding gratis lagi deeehhh…. :D
*hayuh makan-makan Py…*
thanks temans
kalau tidak ada tulisan baru setiap kali mampir kesini, bukan berarti yang punya blog sudah tidak berniat ngeblog lagi, juga bukan berarti sudah kehabisan kata-kata untuk ditulis.

bukaaaaaannn, bukan itu….
saat ini yang punya blog lagi meniti hari baru di tempat baru. yup, saya sudah mulai jadi karyawan lagi, masuk jam 8 dan pulang jam 5 (kalau tenggo) atau jam 7 (kalo overload). bahagiakah, senangkah, happy-kah saya disana? masih terlalu dini untuk mengatakan bahwa saya bahagia, tapi setidaknya yang sedang saya jalani sekarang ini sudah mencakup beberapa hal yang saya cari. selebihnya anggap saja sebagai dinamika dan tantangan pekerjaan, toh tidak ada bekerja yang enak. seenak apapun bekerja, pasti ada sisi tidak enaknya, selalu saja merasa kurang ini – kurang itu. dasar manusia…
menilik ke belakang, saya berusaha sebisa mungkin untuk selalu menikmati setiap moment dan keadaan. mulai dari jaman kerja rodi, jobless, idle, doing nothing sampai mulai bekerja lagi bagi saya adalah suatu hal yang memang harus dijalani. seperti juga saya sangat menikmati masa-masa idle saya kemarin. duduk manis di depan komputer, ‘bertemu’ banyak teman dan menikmati kegiatan ini sebagai rutinitas hari saya. namun saat ini semua kesenangan saya itu seperti hilang, terenggut oleh kesibukan baru di tempat yang baru pula.
anyway saat ini saya hanya ingin berterima kasih untuk semua sahabat dan teman-teman yang sudah sering saya ganggu ketika sedang sibuk bekerja di kantor. mungkin melalui YM, sms, telpon, blogwalking yang meninggalkan sampah-sampah komen, sampai plurking yang bikin kecanduan. saat ini saya benar-benar merindukan hal seperti itu, tapi apa daya sekarang saya menjadi seorang fakir benwit di siang hari. kantor baru saya tidak menyediakan koneksi internet di setiap komputer, hanya ada untuk beberapa komputer saja. --tapi saya masih bisa tetap terhubung kok walau dengan segala keterbatasan, thanks im3…--
terimakasih renny, eva, kiki yang sering mengajak conference siang-siang (yang selalu menghidupkan siang dengan obrolan ini-itu, berasa kita lagi di kanopi aja). terimakasih juga untuk teman-teman blogger, anna (yang bikin saya sedikit-sedikit melek html, xml dan sejenisnya), mba astrid (yang tema tulisannya top banget dan selalu di luar dugaan), vina (yang sampai tanya kabar lewat sms. i’m so sad denger blog kamu hilang, vin…), teh mia intan di
i miss you all, temans… :)
cibubur – ciputat – kalimalang – cibubur
kemarin saya harus kecewa karena haPPy baru keluar dari kantor nya jam 22.00 (malam minggu gitu loooh..), praktis hari itu dia tidak menemani saya ke FJB. minggu pagi ini jam 08.00 sudah harus ada di kandank jurank doank (KJD) untuk simulasi dan persiapan acara untuk tanggal 17 agustus minggu depan.
saya sadar pagi tadi dia berusaha sebisa mungkin menseimbangkan kehidupan dan pekerjaannya, satu hal yang sempat saya protes beberapa hari lalu. maka yang terjadi selanjutnya adalah saya diajak ke KJD untuk menuntaskan semua urusan pekerjaannya hari itu --dia bersemangat sekali mengajak serta saya, yakin kalau saya akan menemukan ‘sesuatu’ disana--, dan setelah selesai rencananya langsung meluncur ke rumah rosa di kalimalang.

oiya benar apa yang dibilang haPPy, hari ini saya menemui banyak ‘sesuatu’ yang menambah pembelajaran saya. mulai dari sosok itu… atau wanita berkerudung hijau di pinggir lapangan... anak-anak yang bolak-balik lewat di depan saya… sampai orang-orang yang ada di ruangan itu. semua yang saya lihat disini seperti suatu benang merah, menjawab banyak pertanyaan kenapa-begini-kenapa-begitu yang akhir-akhir ini memenuhi kepala. terima kasih, Py. semakin banyak ‘sesuatu’ yang saya dapatkan setiap hari dalam melengkapi proses ini.
semakin siang. setelah memastikan segala hal yang berkaitan dngan pekerjaan haPPy bisa ditinggal, jam 14:00 kita berangkat ke kalimalang. karena belum lunch, sempat mampir di kupat tahu magelang AA di daerah tegal rotan, dekat high / scope bintaro. pesan kupat tahu biasa (gak pake telur) dan es teh. kupat tahu tanpa telur dihargai 9k, dan es teh 3k. walaupun namanya tetap kupat tahu, kupat tahu magelang yang saya makan disini sedikit berbeda dengan kupat tahu solo. kuah di kupat tahu magelang dicampur kacang, kaya pecel tapi encer. sedangkan kupat tahu solo kuahnya hanya campuran gula, bawang putih, dan ditaburi kacang tanah goreng, lainnya tetap sama. tapi tidak mempengaruhi selera makan kok, toh tetap doyan-doyan aja, habis pula… :D

perjalanan ke kalimalang dilanjutkan setelah makan. duh Gusti, ternyata ciputat – kalimalang itu lumayan pegel. sampai di rumah rosa pas azan ashar sekitar jam 15.30, semuanya sudah lengkap berkumpul, ada renny + suami, eva + suami, rimeh + pacar. jadi berasa kaya arisan keluarga aja deh, heheheee….

sedikit informasi, rosa melahirkan seorang bayi laki-laki lewat operasi caesar (karena jumlah ketuban sedikit dan terpaksa harus dilahirkan saat kandungannya baru berusia 8 bulan) pada tanggal 4 agustus 2008 jam 07:13 dan dikasih nama kendra danadyaksa putrawissa, panggilannya ken. menurut saya sih ‘saham’nya wisnu di ken lebih banyak dibandingin rosa, jadi tampangnya lebih dominan mirip wisnu.anyway senang deh bisa kumpul ramai-ramai seperti hari ini (sayangnya millie, kiki dan rahma ada di solo). sekali lagi selamat buat rosa – wisnu, semoga ken menjadi anak yang soleh dan berbakti.
festivaL kemang
tema acara festival kemang tahun ini adalah hijaulah kemangku. tema ini diangkat seiring dengan maraknya kegiatan yang bertema hijau, alam dan global warming belakangan ini. wujud nyata penerapan tema ini dapat terlihat dari adanya beberapa taman buatan yang bernuansa hijau dan asri serta penempatan tempat sampah yang dikelompokkan berdasarkan jenis sampahnya (organik atau non organik) yang banyak terdapat di lokasi acara.
barang-barang yang ada di festival ini lumayan lucu-lucu, walau tidak sedikit pula seperti yang banyak ada di itc. tapi kalau memang niat hunting dan pantang menyerah banyak kok yang langka dan unik. tapi semakin masuk ke dalam lokasi acara festival ini membuat saya sedikit rancu karena atmosfer yang saya rasakan cenderung seperti kok - gw - kaya - ada - di - melawai - ya - booo… penuh, sesak dan sedikit tidak nyaman. tapi kami sukses muter sebanyak hampir 2 kali, dari ujung mekdi bolak-balik. yakin deh, hari ini lebih dari sepuluh ribu langkah sudah terlewati. ujung-ujungnya, ngaso di mekdi menjadi pilihan mutlak selepas acara.
movie time : wanted
rutinitas baru di hari minggu, saya kembali menikmati wiken ini dengan nonton bioskop sendiran (lagi!). hattrick. bagaimana tidak, tiga minggu berturut-turut saya datang sendirian ke mall, cari parkir, naik ke bioskop, beli sebuah tiket, beli grinti + pop corn di lobby bioskop, dan duduk manis menyaksikkan film sekitar 2 jam sendirian dalam satu deret bangku penonton.
setelah sukses sendirian nonton tri mas getir dan kungfu panda pada dua wiken terakhir, minggu ini giliran wanted. film ini salah satu genre favorit saya. sosok angelina jolie sedikit banyak mengingatkan pada mr & mrs. smith beberapa tahun yang lalu. cukup deh, untungnya tidak ada brad pitt di sini, karena seorang angelina jolie di film ini saja sudah membuat konsentrasi sedikit terbagi antara mengikuti jalan cerita dan mengagumi pesonanya :Pwait wait… ternyata hari ini bukan hanya saya yang menyaksikan film sendirian dalam satu deret penonton. seorang wanita seusia saya duduk tepat di depan saya. satu laki-laki duduk sendiri tiga baris di depannya. sepertinya sindrom ‘nonton sendiri’ sudah mulai mewabah… :D
brillante weblog premio award 2008... from friend - for friends
jadi aturan mainnya begini :
1) put the logo on your blog
2) add a link to the person who awarded you
3) nominate at least 7 other blogs
4) add links to those blogs on yours
5) leave a message for your nominees on their blogs
well.... selanjutnya saya bersiap menimpuk renny winarso, hilman taofani, vina bidari, anna semuasayang, mia mutiaz, fini lubis, dan presty larasati dengan award ini. siap-siap benjol yaa... :D


















