lima hari ini


hi world, im back. ternyata saya benar-benar mengalami ketergantungan terhadap koneksi internet. 5 hari tanpa benwit membuat saya buta dan budek semua perkembangan diluar sana. mungkin berlebihan, tapi begitu adanya.

saya baru saja menenangkan diri dan kembali menata semua dari awal. singkatnya tanpa suatu gejala tiba-tiba hardisk (HD) saya mati. vonis terakhir : motor HD rusak, padahal tidak ada gejala awal yang mencurigakan. sialnya saya tidak memiliki satu pun backupan data. bodoh memang, dan lebih bodoh lagi karena tidak belajar dari kejadian yang lalu. selama ini saya merasa secure, kinerja sebuah teknologi dengan nama komputer yang notabene milik pribadi dan hanya saya sendiri yang menggunakannya membuat saya yakin dan merasa semuanya baik-baik saja dan under controlled. tapi ternyata jauh di dalam HD sana, ada sesuatu yang telah mengancam keberlangsungan hidup semua data-data saya sejak jaman firaun.

begitulah yang terjadi. HD berusia tiga tahun tiga bulan yang telah tiga periode masuk studio tugas akhir dan mengantarkan tiga orang wanita menjadi sarjana teknik dari sebuah sekolah tukang rancang bangunan akhirnya harus mati tanpa meninggalkan satupun data. rasanya tak ubahnya seperti kehilangan sebuah PC yang dicuri orang.

saat ini HD berharga itu sedang ditangani oleh sebuah tim recovery data yang berhasil dihunting haPPy dari sebuah web. beberapa hari ini saya berharap-harap cemas akan keberlangsungan hidup semua data saya. oh ya, mulai malam ini PC sudah beroperasi lagi dengan HD baru berkapasitas 2 kali lipat dari HD berharga itu. saya sudah kembali beredar blogwalking, blogging dan plurking setelah lima hari absen. namun begitu saya tetap berjuang dan menunggu hasil penyelamatan data HD lama itu.

**gambar numpang dari sini


update 22 september 2008, 21:25
tadi pagi jam 10-an dalam perjalanan bintaro - tanah abang, saya sempat menghubungi tempat recovery HD itu. diagnosa terbaru katanya head HD saya rusak dan saya masih disuruh menunggu hingga 2 atau 3 hari ke depan untuk kepastian nasib HD itu...

1 comment:

Jati Priyoharjono said...

Feel sorry for you, Tan. Taun kemaren HD-ku juga masuk surga. Tapi untungnya data2ku masih bisa terselamatkan. Nggak rugi repot2 bikin pustaka cadangan.

Hidup pengarsipan! he-he-he