sebagus novelnya gak sih?
first, saya mau bilang kalau saya belum baca novel laskar pelangi. tapi wajar akan muncul pertanyaan seperti itu ketika sebuah film dibuat berdasarkan sukses angka penjualan sebuah buku. namun jangan dulu membandingkan isi dari sebuah novel atau buku best seller dengan film yang dibuat berdasarkan kesuksesan buku tersebut, karena pada dasarnya merangkum cerita buku setebal sekian ratus halaman ke dalam dua jam durasi film bukan hal yang mudah. tidak semua hal dalam buku dapat termuat dalam film. amannya mari melihat sebuah film hanya sebagai film.
ketika semua orang membicarakan tetralogi laskar pelangi, saya kekeuh belum tergiur membaca bukunya. apalagi ketika tahu akan diangkat ke layar lebar, keinginan mengikuti tetralogi itu mulai redup. saya hanya mengetahui sedikit tentang laskar pelangi, andrea hirata dan bu guru muslimah ketika dikupas dalam kickandy beberapa waktu yang lalu.

hingga tulisan ini saya buat pun saya belum juga membaca novel laskar pelangi, walaupun saya tahu bahwa buku ini menjadi karya paling laris dalam sejarah sastra negeri ini, hingga memiliki tiga cover yang berbeda (versi awal pertama kali rilis, versi poster film dan versi hard cover yang ketiganya saya lihat di sebuah toko buku di kawasan kwitang). maka ketika saya datang ke margo platinum untuk menonton laskar pelangi the movie, tidak ada beban untuk mengkomparasi dan mencari tahu apa kelebihan serta kekurangan film ini dibandingkan dengan versi bukunya. apabila itu terjadi maka saya yakin kondisi seperti itu akan mengurangi esensi dan kenikmatan menonton saat mengetahui ada sesuatu yang berbeda dan melenceng dari apa yang pernah di tulis pada buku. hal yang sama saya lakukan saat menonton ayat-ayat cinta dalam kondisi belum membaca novelnya. jadi ketika banyak orang membandingkan novel dan film ayat-ayat cinta, saya tetap tidak terpengaruh.
selama sekitar dua jam durasi tayangnya, film ini mengetengahkan kisah kesepuluh anak di pulau belitong yang bersemangat mengejar pendidikan dan ilmu pengetahuan di sebuah sekolah dasar ‘seadanya’. hanya tergambar aura ‘semangat’ selama menyaksikan keseluruhan isi film tersebut. duh, malu rasanya dulu pernah absen datang sekolah dan kuliah hanya karena alasan yang tidak penting bahkan kadang dibuat-buat.
menurut saya film ini recommended, must seen movie of the year lah. tidak salah rasanya kalau predikat ‘best seller’ disematkan pada novel karya andrea hirata ini. kita tunggu apakah riri riza mampu menggenapkan prestasi laskar pelangi versi layar lebar ini dengan meraup jumlah penonton yang banyak, semoga saja….








3 comments:
sebagai penikmat buku, saya musti bilang...bukunya lebih baguuuus!
setuju, WAJIB TONTON! aku juga belom baca bukunyaa. hehehe.. novel terlaris sepanjang sejarah sasta indonesia.
wajib tonton! Setujah!
Bisa memotivasi banyak orang, untuk tetap bermimpi, mengejar cita-citanya!
:-)
ummul-orthodonti.blogspot.com
salam!
Post a Comment