m i s s i n g



Baru inget hari ini ada pengumuman ini. ceu’ ika yang pertamanya ngasih tau di milis kalu ada lowongan buat posisi satff rancang bangun. Iseng-iseng beberapa minggu yang lalu saya ikutan register. Hasilnya lolos seleksi administrasi dan harus ikutan verifikasi tanggal 28 nanti.

*buka hengpong, liat schedule*

hahaha… 28 September 2007? Kayanya gak mungkin saya bisa cabut dari tebet hari itu. Miting koordinasi terakhir sebelum ST1 diadakan pada waktu yg bersamaan dengan jadwal verifikasi saya. So... gutbay dan dadababaaaay....

sroto eling-eling

Bukan bermaksud ’menggoda’ semua yang lagi berpuasa, cuma pengen cerita tempat makan yang baru saja saya coba sehari sebelum puasa kemarin. Atas recommend Mr. Suharso, --PPM saya yang hobby makan dan ganti RingBackTone hengpong itu ^^--, akhirnya kesampean juga buat berkuliner di Sroto Eling-Eling di kawasan Lapangan Roos, di seberang Daeng Tata, gak jauh dari Soto Gebraak. Beberapa orang di proyek sudah ada yg merecommend sebelumnya buat coba tempat makan ini, tapi kok ya gak pernah nyampe kesana, selalu dan selalu parkir di soto gebraaak terus, termasuk yg terakhir bareng teman-teman di engineering.



Sroto & Mendoan “Eling-Eling” Khas Banyumas / Sokaraja
. Begitu judul yang terpampang waktu saya baru saja mencari parkiran. Tempatnya gak besar-besar banget, menempati bagian depan / teras sebuah bangunan rumah.
Saya pesan sroto komplit, sroto campur, 4 mendoan dan 2 teh botol. Heheheeewww… standar banget! Mirip soto, sroto berkuah bening, gak kaya soto betawi yg bersantan itu. Sroto komplit yang saya pesan berisi toge (yg masih pendek, banyak bgt!), ati-ampela, daging, paru, dan yang musti kudu ada (katanya sih...) yaitu campuran kacang goreng. Khasnya sroto Sokaraja biasanya dimakan bareng ketupat, tapi saya tetap memilih sepiring nasi ^^.



mendoan yang saya pesan ukurannya lebih besar dari mendoan yg pernah saya ceritakan di kedai es pocong. mendoan disini selalu 'fresh from the wajan', digoreng saat ada pesanan dan langsung disajikan panas-panas bareng dengan cabe rawit dan uap panasnya, hehehe... total kerusakan yang saya buat siang itu adalah 51.5k untuk 2 orang. Riciannya lupa :P. Saya recommend tempat ini buat yg ngiler dengan cerita saya, buat yg pengen tau sroto dan buat yang bingung cari tempat makan.. :P

Ngomong-ngomong tentang sroto, saya pertama kali makan sroto sekitar tahun 2002 lalu di daerah Banyumas, dalam perjalanan pulang dari Nusa Kambangan ke Solo, dalam rangka Touring Vespa ke Nusa Kambangan bersama pacar tercinta saat itu (hai, pak... pa kabar? ^^). Sebenarnya saya agak-agak lupa sama bentuk dan rasanya, secara itulah pertama dan terakhir kalinya makan sroto sebelum saya mencoba sroto di tebet ini.

maka setelah mencoba Sroto Eling-Eling ini, saya sempat pamer tempat makan ini kepada sang mantan dalam satu kesempatan telpon-telponan. komentarnya singkat saja :
"...gimanapun lebih enak sroto di banyumas, waktu balik dari nusakambangan…. Yang makan-nya pake baju kucel, muka cemong2 karena asep knalpot sepanjang jalan dan belum mandi 2 hari..."
ya iyyyaaaaaalaaaaaaaahhhhh… apalagi makannya bareng saya, kan…? :P

dalam perjalanan pulang

menjelang 22.30

perjalanan pulang kantor. lepas pancoran-kalibata, di sekitar pasar minggu kira-kira 50 meter menjelang underpass. udara agak dingin karena sore tadi memang turun hujan di kawasan tebet-pancoran-kalibata. gak tau di tempat lain. kondisi badan capek, pegel-pegel, kepala agak sedikit pusing karena overload menjelang audit. *help ^^*

jalanan menuju underpass agak sedikit tersendat, gak biasanya seperti ini. apalagi jam segini. motor, mobil dan beberapa bis menepi. pusat perhatian tertuju pada sebuah kijang innova hitam berplat nomor ..... ah sudahlah, gak usah di tulis disini walaupun nomornya sempat saya hapalkan tadi. seorang laki-lagi berbadan tegap, berpakaian safari panjang berwarna gelap tengah memaki-maki seorang pengendara sepeda motor yang memboncengkan seorang wanita, dengan kata-kata kasar dan bernada ancaman. saya bisa mendengarnya karena saya termasuk salah satu pengguna jalan yang sengaja memperlambat laju kendaraan karena ’tertarik menonton’ peristiwa itu --selain karena innova hitamnya itu berhenti agak ke tengah jalan dan sedikit mengganggu lalu lintas--. satu yang menjadi perhatian saya adalah laki-laki itu mengacungkan senjata (baca : pistol) ke arah pengendara sepeda motor. entah apa salah yang dibuat oleh pengendara motor itu sampai laki-laki berbadan tegap mengeluarkan senjatanya. apa mobil yang baru 5 bulan usianya itu sempat tersenggol oleh pengendara motor tadi...? --(usia mobil bisa ditebak dari platnya, kan...?) -- atau pengendara motor itu bersikap ugal-ugalan...? atau jangan-jangan dendam karena wanita yang di bonceng di motor itu adalah kekasihnya...? --hadoh-hadoh....sinetron banget seh..^^.--

anyway apapun itu, kok jadi seperti pamer kekuatan ya, mengeluarkan senjata sambil teriak-teriak memaki orang malam-malam begini di jalan… please deh...

setelah puas memaki-maki dan menjadi tontonan orang, laki-laki berbadan tegap itu masuk kembali ke mobilnya, memacu kendaraannya masuk ke underpass. saya tepat berada di belakang innova hitam yang dikendarainya itu sampai saya masuk ke arah tanjung barat dan innova itu melaju ke arah lenteng agung. sekilas sempat saya lihat sebuah stiker lambang kesatuan berseragam tertempel di kaca belakang mobil itu.

sejenak saya teringat peristiwa yang dialami donald luther colopita, yang menjadi headline media seminggu belakangan ini.