setelah memasuki minggu ketiga masa tayangnya di bioskop, akhirnya saya baru saja kesampaian nonton ayat-ayat cinta. tadinya saya dan happy sepakat untuk nonton film ini minggu siang besok. tapi ndelalah beberapa menit sebelum pulang kantor sore tadi, dia menelpon saya memberitahu bahwa minggu pagi besok harus duty ke bandung. so jadilah rencana nonton dimajukan menjadi malam ini. sebenarnya sejak 2 minggu yang lalu dia sudah pamer punya 3 file bajakan versi AVI di laptopnya yang didapat dari teman kantornya. tapi saya tetap kekeuh pengen lihat filmnya di bioskop dong... :P
seperti biasa studio yang memutar ayat-ayat cinta itu tidak pernah sepi, terlebih malam minggu. beruntung sepulang kantor sore tadi saya mampir margo city dan dapat tiket untuk jam 19.30 malam ini, walaupun di barisan ketiga dari depan --yang bikin kepala saya agak tengeng selama nonton--. mostly yang nonton malam ini berisi keluarga bahagia : ayah, ibu dan anak-anaknya yang kompak nonton bareng di malam minggu. hehehe, seneng aja ngeliat keluarga kompak kaya begitu...
seperti biasa studio yang memutar ayat-ayat cinta itu tidak pernah sepi, terlebih malam minggu. beruntung sepulang kantor sore tadi saya mampir margo city dan dapat tiket untuk jam 19.30 malam ini, walaupun di barisan ketiga dari depan --yang bikin kepala saya agak tengeng selama nonton--. mostly yang nonton malam ini berisi keluarga bahagia : ayah, ibu dan anak-anaknya yang kompak nonton bareng di malam minggu. hehehe, seneng aja ngeliat keluarga kompak kaya begitu...

sejauh ini saya memang belum membaca novel ayat-ayat cinta. nora ya? EGP deh. tapi begitu dengar novel tersebut akan di angkat ke dalam sebuah cerita layar lebar, saya jadi tambah males dan tidak kepengen membaca novelnya. saya pernah beberapa kali kecewa setelah membaca buku yang menurut saya isinya menarik (sebut saja diantaranya dealova atau cintapuccino yang sempat saya baca beberapa tahun lalu saat masa akhir kuliah) namun selang beberapa waktu kemudian setelah di angkat menjadi sebuah film, ceritanya jadi aneh dan seperti ada bagian yang hilang. chemistry yang saya dapatkan ketika menontonpun tidak sedalam chemistry yang saya dapatkan sewaktu membaca. wajar aja sih, secara memang tidak mudah merangkum buku setebal sekian ratus halaman ke dalam dua jam durasi film. itulah sebabnya sampai detik ini saya belum berniat membaca novel ayat-ayat cinta.
so far menurut kita film ini bagus kok, recommended buat ditonton. tapi karena saya belum membaca bukunya, maka saya tidak akan mereview perbandingan antara film ini dengan novel aslinya. kalau mau baca review lengkapnya bisa numpang lihat di sini. saya cuma mau komentar kalau akting rianti di film ini bagus, natural banget. komentar lainnya hummm... saya tidak tahu apakah saya akan pernah siap atau tidak untuk memiliki hati seperti aisha yang rela dipoligami... ;)
**poster ayat-ayat cinta dicomot dari sini
so far menurut kita film ini bagus kok, recommended buat ditonton. tapi karena saya belum membaca bukunya, maka saya tidak akan mereview perbandingan antara film ini dengan novel aslinya. kalau mau baca review lengkapnya bisa numpang lihat di sini. saya cuma mau komentar kalau akting rianti di film ini bagus, natural banget. komentar lainnya hummm... saya tidak tahu apakah saya akan pernah siap atau tidak untuk memiliki hati seperti aisha yang rela dipoligami... ;)
**poster ayat-ayat cinta dicomot dari sini








2 comments:
Emang bagusnya nonton dulu baru baca (kayak aku), biasanya suka kecewa kalo baca dulu baru nonton....setuju?? :-)
udah lama beli novelnya, tp sampei sekarang belom sempet baca..dan belom juga ada kesempatan nonton filmnya, hiks!
Post a Comment