akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.
jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.
menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…
selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).
sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.
buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…
ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...








9 comments:
pengalaman cabut gigi ya? hehehe, sama...pernah trauma dicabut drg Solo, tapi pas dicabut drg yg TOP gak sakit babar blas...
foto penampakan untumu kuwi ra menarik tenan, tan, cenderung medeni...=P
*..buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan.*
Kayaknya ini pesan terselubung utk saya deh :(
@ afie = iya, sama... waktu aku tanya : "kok bisa gituh sih, dok?" jawaban dokternya : "kan sekolahnya nambah lagi 6 tahun di SpBM".. heheee...
@ renny = iya booo... gw juga rada2 gimana gitu liat bentukannya. eh gw masih simpen gigi yg cabut di jeng jenny itu Looh, skr koLeksi gw ada 2.. :D
@ astrid = tadinya sih cuma berbagi pengalaman aja, tapi setelah di upload baru inget deh klo mbak masih "eman" ama gigi belakang, hehehee... klo gitu sekalian aja deh pesen ini emang dedicated buat mba astrid :)
Hai Tanti salam kenal ya :)
Nanya dong, drg Sp.BM tuh siapa namanya & praktek dimana? Coz aku jg punya geraham bungsu yg hrs dilenyapkan & lg nyari2 drg yg bagus. Thanks ya :)
@ Tuti : salam kenal juga, mbak... aku kmrn di dokter hananto seno di daerah cijantung, buka prakteknya senin-rabu-jumat after office hour. kalo gag salah dia juga praktek di RSPAD kok...
boleh tau no telp drg Hananto Seno &/atau alamat praktek di daerah Cijantung?
email ke fin.ina07@yahoo.com
Saya butuh buat dental implant & dia denger2 memang mumpuni.
trims
@anonymous : mas/mbak fin.ina07@yahoo.com alamat dan no telpnya udah saya kirim ke email yaaa...
makasih udah mampir... :)
boleh tau no telp drg Hananto Seno &/atau alamat praktek di daerah Cijantung?
Please email ke jerlando@gmail.com
Thanx
Post a Comment