harus segera berakhir


bosan rasanya dihinggapi sakit gigi berkepanjangan, bertahun-tahun menjadi ganjalan mengganggu, seperti menunggu bom waktu yang siap meledak setiap saat. siapapun yang sering mampir ke blog ini (entah dengan sengaja, nyasar atau terpaksa) atau juga mengikuti tret-tret di plurk, pasti sering mendapati postingan saya tentang sakit gigi akibat geraham bungsu yang tidak tumbuh sempurna. wait, wait… saya hitung dulu. satu, dua, tiga… tampaknya saya sangat sering mengeluh tentang gigi di blog ini dan keinginan untuk menyembuhkannya selalu menguap tak kunjung terlaksana.

masalah ini memang bukan kasus pertama bagi saya, sebelumnya saya juga pernah menjalani pengangkatan geraham bungsu kanan bawah sewaktu masih muda sekitar pertengahan 2005 yang lalu. hasilnya menyebabkan saya trauma berkepanjangan karena anastesi di rahang tidak bekerja sempurna sehingga saya bisa merasakan semua tindakan yang dilakukan sang dokter. tiga setengah tahun berlalu dan perasaan trauma itu tetap menjadi pemenang, mengalahkan sakit dan ngilunya tertusuk geraham bungsu yang menjalar sampai telinga, mata dan kepala. bodoh memang, saya tetap memilih untuk mempertahankannya walaupun harus menangis sambil melaju berkendara sepanjang cibubur – bintaro – cibubur setiap hari.

sejak beberapa waktu yang lalu saya mulai memupuk tekad dan keberanian untuk mengakhiri petulangan sakit gigi ini dengan mencabut geraham bungsu kiri bawah dulu. yak, “dulu”. fyi seluruh geraham bngsu saya tumbuh abnormal, bagian bawah tumbuh menusuk ke gigi di depannya sedangkan bagian atas tumbuh ke arah luar. hal ini sudah saya ketahui melalui panoramic rontgen menjelang pengangkatan gigi yang pertama. niat dan tekad serius ini saya mulai sejak beberapa bulan yang lalu dengan menghimpun banyak informasi dari beberapa sumber, mencari dokter gigi spesialis bedah mulut hingga menjalani panoramic rontgen lagi awal desember lalu.

hasil panoramic kedua ini mengharuskan saya untuk sesegera mungkin dalam waktu dekat mencabut geraham bungsu sialan ini, atau gigi bagian depan akan rusak dan bernasib sama seperti gigi kanan bawah. menurut dokter yang saya datangi, ada 4 tahap prioritas yang sebaiknya saya laksanakan.


  1. mencabut geraham bungsu kiri bawah dan langsung menjalani treatment untuk gigi bagian depan yang selama ini terdesak oleh keberadaan geraham tersebut.
  2. mencabut sisa patahan gigi geraham kanan bawah
  3. mencabut geraham bungsu kiri atas
  4. mencabut geraham bungsu kanan atas.
menurut sang dokter efek pertumbuhan geraham bungsu atas tidak separah gigi bawah, namun sesuatu yang ‘tidak normal’ dan menjurus ke arah penyakit sebaiknya memang di tuntaskan, sebelum usia makin menua. hahaha...

so, wish me luck ya everybody…

No comments: