terkapar


jumat, 9 jan 2009
20:15 wib
UGD RSI cempaka putih

welcome 2009


happy new year 2009



have a wonderful year ya...

catatan akhir 2008


menutup hari di penghujung 2008 ini ada beberapa hal yang perlu saya catat. overall, achievement terbesar tahun ini adalah berani mengambil keputusan dengan mengikuti segenap kata hati dan alhamdulillah sampai detik ini saya masih enjoy dengan keputusan yang pernah saya buat. tiga hal yang patut dicatat tahun ini adalah:
  • kembali menjalin relationship yang amat sangat serius dengan mantan pacar. kenapa mantan pacar? simple, tidak sanggup rasanya untuk menjalin sebuah relationship baru dari awal dengan orang lain, belajar mengenal, beradaptasi, mengerti dan berbagi dengan sosok baru. satu hal yang saya sadari adalah dia selalu ‘ada’ dan ‘tidak menghilang’ walau sosoknya selalu berganti peran mulai dari teman, kekasih, mantan pacar hingga musuh bebuyutan.
  • (akhirnyaaaaa) mencabut geraham bungsu yang telah menjadi ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup. penundaan akibat trauma saat operasi tiga tahun lalu dan rasa sakit berkepanjangan selama setahun terakhir akhirnya terselesaikan hanya dalam waktu 40 menit operasi yang ternyata jauh dari kesan menyakitkan.
puas tidak puas, suka atau tidak suka nyatanya tahun ini hampir terlewati semuanya, dan saya amat sangat bersyukur dengan banyak hal yang saya rasakan dan temui di 2008 ini. untuk tahun baru ini, seperti biasa saya tidak pernah merencanakan resolusi untuk dipenuhi selama setahun ke depan. hanya berusaha untuk tetap melakukan yang terbaik dan menjalaninya dengan penuh semangat.

selamat tahun baru 2009...

31 des 2008 menjelang jam 16.00


masih duduk manis di kantor, sementara banyak kantor di luar sana meliburkan karyawannya hingga tanggal 4 januari. seharian ini tidak sekalipun konsentrasi tertuju pada pekerjaan, saya yakin begitu juga dengan banyak orang di kantor ini. mereka yang bekerja tulus dengan penuh konsentrasi hanya beberapa saja, bisa dihitung dengan jari. sementara sisanya asyik masyuk bermain game (yup, thats me!!), ngobrol kesana-kemari, bahkan menghilang sejak jam makan siang. ingin cepat-cepat pulang karena dering telepon dari suara di ujung sana sudah menunggu saya di suatu tempat, tapi bigboss malah sibuk mondar-mandir kaya satpam…

hihihiihiiii, kantor yang aneh… *tepok jidat*

hoLiday


going for a holiday
solo - jogja
24 - 29 dec 2008

have a long long long holiday semuanyaaa....

akhir cerita sebuah geraham


akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.

jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.

menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…

selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).

sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.

buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…

ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...

harus segera berakhir


bosan rasanya dihinggapi sakit gigi berkepanjangan, bertahun-tahun menjadi ganjalan mengganggu, seperti menunggu bom waktu yang siap meledak setiap saat. siapapun yang sering mampir ke blog ini (entah dengan sengaja, nyasar atau terpaksa) atau juga mengikuti tret-tret di plurk, pasti sering mendapati postingan saya tentang sakit gigi akibat geraham bungsu yang tidak tumbuh sempurna. wait, wait… saya hitung dulu. satu, dua, tiga… tampaknya saya sangat sering mengeluh tentang gigi di blog ini dan keinginan untuk menyembuhkannya selalu menguap tak kunjung terlaksana.

masalah ini memang bukan kasus pertama bagi saya, sebelumnya saya juga pernah menjalani pengangkatan geraham bungsu kanan bawah sewaktu masih muda sekitar pertengahan 2005 yang lalu. hasilnya menyebabkan saya trauma berkepanjangan karena anastesi di rahang tidak bekerja sempurna sehingga saya bisa merasakan semua tindakan yang dilakukan sang dokter. tiga setengah tahun berlalu dan perasaan trauma itu tetap menjadi pemenang, mengalahkan sakit dan ngilunya tertusuk geraham bungsu yang menjalar sampai telinga, mata dan kepala. bodoh memang, saya tetap memilih untuk mempertahankannya walaupun harus menangis sambil melaju berkendara sepanjang cibubur – bintaro – cibubur setiap hari.

sejak beberapa waktu yang lalu saya mulai memupuk tekad dan keberanian untuk mengakhiri petulangan sakit gigi ini dengan mencabut geraham bungsu kiri bawah dulu. yak, “dulu”. fyi seluruh geraham bngsu saya tumbuh abnormal, bagian bawah tumbuh menusuk ke gigi di depannya sedangkan bagian atas tumbuh ke arah luar. hal ini sudah saya ketahui melalui panoramic rontgen menjelang pengangkatan gigi yang pertama. niat dan tekad serius ini saya mulai sejak beberapa bulan yang lalu dengan menghimpun banyak informasi dari beberapa sumber, mencari dokter gigi spesialis bedah mulut hingga menjalani panoramic rontgen lagi awal desember lalu.

hasil panoramic kedua ini mengharuskan saya untuk sesegera mungkin dalam waktu dekat mencabut geraham bungsu sialan ini, atau gigi bagian depan akan rusak dan bernasib sama seperti gigi kanan bawah. menurut dokter yang saya datangi, ada 4 tahap prioritas yang sebaiknya saya laksanakan.


  1. mencabut geraham bungsu kiri bawah dan langsung menjalani treatment untuk gigi bagian depan yang selama ini terdesak oleh keberadaan geraham tersebut.
  2. mencabut sisa patahan gigi geraham kanan bawah
  3. mencabut geraham bungsu kiri atas
  4. mencabut geraham bungsu kanan atas.
menurut sang dokter efek pertumbuhan geraham bungsu atas tidak separah gigi bawah, namun sesuatu yang ‘tidak normal’ dan menjurus ke arah penyakit sebaiknya memang di tuntaskan, sebelum usia makin menua. hahaha...

so, wish me luck ya everybody…

tebak gambar


hari minggu, dua minggu yang lalu…

menjelang siang hari, di lampu merah perempatan CSW dari arah sudirman menuju blok m. arah jam 11 dari tempat saya mengantri lampu merah terpampang dua buah baliho iklan yang menggelitik saya. awalnya biasa saja, tidak ada yang mencolok ataupun istimewa. pertama saya melihat iklan konser ‘persembahan cinta’ rossa yang akan dilangsungkan 26 november besok. di sebelahnya terpasang iklan sebuah operator selluler yang menampilkan gambar close up dari ‘sang model’.

sunday 9 nov 2008
11:24 am
capture with sony ericsson p1i camera

yang membuat saya tersenyum dan hampir tertawa adalah ketika menyadari dua buah iklan yang terpampang pada baliho yang sama besar ini memiliki pose yang hampir mirip. coba perhatikan tangan kiri kedua model di iklan tersebut sama-sama mengarah ke wajah bagian bawah (dagu dan pipi bawah). sayangnya proporsi gambar rossa di iklan konsernya kalah besar di bandingkan ‘bintang iklan jadi-jadian’ di baliho sebelah.

ada yang tahu perbedaan lainnya? ^^