hoLiday


going for a holiday
solo - jogja
24 - 29 dec 2008

have a long long long holiday semuanyaaa....

akhir cerita sebuah geraham


akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.

jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.

menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…

selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).

sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.

buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…

ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...

harus segera berakhir


bosan rasanya dihinggapi sakit gigi berkepanjangan, bertahun-tahun menjadi ganjalan mengganggu, seperti menunggu bom waktu yang siap meledak setiap saat. siapapun yang sering mampir ke blog ini (entah dengan sengaja, nyasar atau terpaksa) atau juga mengikuti tret-tret di plurk, pasti sering mendapati postingan saya tentang sakit gigi akibat geraham bungsu yang tidak tumbuh sempurna. wait, wait… saya hitung dulu. satu, dua, tiga… tampaknya saya sangat sering mengeluh tentang gigi di blog ini dan keinginan untuk menyembuhkannya selalu menguap tak kunjung terlaksana.

masalah ini memang bukan kasus pertama bagi saya, sebelumnya saya juga pernah menjalani pengangkatan geraham bungsu kanan bawah sewaktu masih muda sekitar pertengahan 2005 yang lalu. hasilnya menyebabkan saya trauma berkepanjangan karena anastesi di rahang tidak bekerja sempurna sehingga saya bisa merasakan semua tindakan yang dilakukan sang dokter. tiga setengah tahun berlalu dan perasaan trauma itu tetap menjadi pemenang, mengalahkan sakit dan ngilunya tertusuk geraham bungsu yang menjalar sampai telinga, mata dan kepala. bodoh memang, saya tetap memilih untuk mempertahankannya walaupun harus menangis sambil melaju berkendara sepanjang cibubur – bintaro – cibubur setiap hari.

sejak beberapa waktu yang lalu saya mulai memupuk tekad dan keberanian untuk mengakhiri petulangan sakit gigi ini dengan mencabut geraham bungsu kiri bawah dulu. yak, “dulu”. fyi seluruh geraham bngsu saya tumbuh abnormal, bagian bawah tumbuh menusuk ke gigi di depannya sedangkan bagian atas tumbuh ke arah luar. hal ini sudah saya ketahui melalui panoramic rontgen menjelang pengangkatan gigi yang pertama. niat dan tekad serius ini saya mulai sejak beberapa bulan yang lalu dengan menghimpun banyak informasi dari beberapa sumber, mencari dokter gigi spesialis bedah mulut hingga menjalani panoramic rontgen lagi awal desember lalu.

hasil panoramic kedua ini mengharuskan saya untuk sesegera mungkin dalam waktu dekat mencabut geraham bungsu sialan ini, atau gigi bagian depan akan rusak dan bernasib sama seperti gigi kanan bawah. menurut dokter yang saya datangi, ada 4 tahap prioritas yang sebaiknya saya laksanakan.


  1. mencabut geraham bungsu kiri bawah dan langsung menjalani treatment untuk gigi bagian depan yang selama ini terdesak oleh keberadaan geraham tersebut.
  2. mencabut sisa patahan gigi geraham kanan bawah
  3. mencabut geraham bungsu kiri atas
  4. mencabut geraham bungsu kanan atas.
menurut sang dokter efek pertumbuhan geraham bungsu atas tidak separah gigi bawah, namun sesuatu yang ‘tidak normal’ dan menjurus ke arah penyakit sebaiknya memang di tuntaskan, sebelum usia makin menua. hahaha...

so, wish me luck ya everybody…

tebak gambar


hari minggu, dua minggu yang lalu…

menjelang siang hari, di lampu merah perempatan CSW dari arah sudirman menuju blok m. arah jam 11 dari tempat saya mengantri lampu merah terpampang dua buah baliho iklan yang menggelitik saya. awalnya biasa saja, tidak ada yang mencolok ataupun istimewa. pertama saya melihat iklan konser ‘persembahan cinta’ rossa yang akan dilangsungkan 26 november besok. di sebelahnya terpasang iklan sebuah operator selluler yang menampilkan gambar close up dari ‘sang model’.

sunday 9 nov 2008
11:24 am
capture with sony ericsson p1i camera

yang membuat saya tersenyum dan hampir tertawa adalah ketika menyadari dua buah iklan yang terpampang pada baliho yang sama besar ini memiliki pose yang hampir mirip. coba perhatikan tangan kiri kedua model di iklan tersebut sama-sama mengarah ke wajah bagian bawah (dagu dan pipi bawah). sayangnya proporsi gambar rossa di iklan konsernya kalah besar di bandingkan ‘bintang iklan jadi-jadian’ di baliho sebelah.

ada yang tahu perbedaan lainnya? ^^

(masih tentang) rectoverso



tanpa rencana sore tadi datang ke margo city, ternyata kebetulan pas ada acara bedah buku rectoverso bareng penulisnya, dewi ‘dee’ lestari. seperti umumnya acara bedah buku, ada sesi cerita, tanya jawab dan yang spesial (mungkin jarang ditemui di acara bedah buku lainnya) adalah live performance dewi untuk lagu ‘selamat ulang tahun’ dan ‘malaikat juga tahu’.

hummmm… ajaib memang wanita satu itu, sukses ‘menyihir’ melalui dua media langsung, buku dan lagu. sejauh ini saya sudah hafal semua lagu di rectoverso, tinggal meyelesaikan sedikit lagi bukunya yang akhir-akhir ini sedikit agak keteteran waktu untuk membacanya.

ketan susu kemayoran


sudah pernah dengar tentang ketan susu yang terkenal di kemayoran itu? saya sudah sering dengar cerita dari banyak sumber, sering juga bolak-balik melintas di depannya tapi selalu tidak kesampaian untuk mampir sekedar icip-icip makanan yang ada di sana. hingga kesempatan itu akhirnya datang selepas magrib, setelah hujan deras yang mengguyur jakarta sedari siang itu reda. jalan basah dan hawa dingin tidak mengurangi niat bertandang dan mencicipi ketan susu yang terkenal itu.

warung ketan susu ini terletak di ujung jalan garuda kemayoran, tepatnya di sisi pertemuan jalan garuda dengan jalan kemayoran gempol. tempatnya sangat sederhana, berukuran sekitar 2 x 4 meter (bayangkan space yang hanya seluas itu sudah termasuk ‘dapur’ --tempat buat memasak-- yang letaknya tepat di belakang si penjual). jadi selagi kita menyantap makanan disuguhkan pula atraksi memasak.

secara kasat mata tidak ada menu ‘aneh’ yang dijual disini. seperti namanya warung ini menjual ketan, gorengan, teh dan kopi. jangan bayangkan bahwa warung ini menempati satu tempat seperti cafĂ© atau restoran. warung ini kecil, tidak banyak bangku yang disediakan. kurang lebih hampir sama seperti kedai es pocong di kawasan margonda. suasana yang tercipta di warung ini mengingatkan saya dengan gerobak hik / angkringan di solo, dimana ‘ruang’ obrolan tercipta dari setiap pengunjung tanpa batas waktu, tidak terpengaruh oleh hingar bingar sekeliling. ah, mendadak saya jadi kangen dengan suasana obrolan di warung hik yang dulu sering saya lakukan sampai tengah malam itu.

di warung ini tadi saya pesan 2 piring ketan susu dan sepoci teh panas. sebagai teman makan ketan susu ini ada beberapa jenis gorengan yang tersedia, diantaranya tempe goreng (tanpa tepung) dan pisang goreng tepung. saya tidak tahu apakah gorengan ini termasuk dalam paket ketan susu atau tidak, tapi saya langsung disodori sepiring tempe goreng (isi 4) walaupun sebelumnya tidak memesannya.


secara penampakan ketan susu ini adalah sepiring kecil ketan (yang dimasak meyerupai nasi), ditaburi kelapa parut dan disiram susu kental manis putih. sebagai teman makan ketan ini ada beberapa jenis gorengan, diantaranya tempe goreng dan pisang goreng. bisa dibayangkan perpaduan rasa yang gurih, asin hingga manis terasa sangat meriah di mulut. namun belum lengkap rasanya jika kita tidak menyertakan teh poci atau kopi tubruk dalam daftar pesanan makanan. aroma tanah yang mantap dari poci teh panas menambah kehangatan di malam yang dingin.

sedikit tidak percaya, total kerusakan yang dibuat di sini hanya 10k dengan perincian 2 porsi ketan susu @2.5k, sepiring gorengan (isi 4) seharga 2k, dan sepoci teh (plus 2 gelas yang berisi beberapa sendok gula pasir) seharga 3k.

kalau ingin kesini jangan takut nyasar tidak bisa menemukan lokasi warungnya, cukup perhatikan letak parkiran motor + mobil yang berjejer ramai di sekitar jalan garuda ujung, bisa dipastikan itulah tempatnya. kalau lagi ramai jangankan penjualnya, warungnya saja terkadang tidak terlihat karena tertutup oleh ramainya pengunjung. oiya, warung ini buka 24 jam loh. selamat mencoba ya….

tiga minggu tanpa ngeblog


saya baru sadar tiga minggu lamanya blog ini tidak tersentuh. entah kenapa. padahal tidak ada kesibukan mencolok, apalagi kebiasaan yang berubah. sama sekali tidak ada. kegiatan sehari-hari masih seputar aktivitas harian yang berulang. saya tidak pergi kemana-mana, selain rumah – kantor, kantor – rumah, sedikit ke mall, dan sesekali ke bioskop. liburan lebaran kemarin pun tetap di jakarta, tidak keluar kota.

aroma kesibukan baru terasa saat kembali ke rutinitas harian sebuah kantor di pojokan bintaro sektor 9 setelah liburan lebaran. load pekerjaan sedikit menanjak karena mas boss (atasan saya) memperpanjang status libur lebarannya menjadi cuti. praktis ada beberapa beberapa hal yg berkaitan dengan pekerjaan memerlukan perhatian dan waktu ekstra. tapi itupun tidak membuat saya pulang telat dari biasanya. toh sesampai di rumah ternyata saya masih sempat cek imel, friendster, facebook, blogwalking, dan tentu saja plurking. jadi semestinya tidak ada hubungan antara kesibukan dengan blog yang terbengkalai.

sekedar cerita, minggu pagi 12 oktober lalu saya dan mama sempat ke solo selama 40 jam. well bicara tentang solo selalu saja menyenangkan walau kali ini bukan dalam rangka bersenang-senang, jadi tidak ada pedokumentasian gambar sama sekali. kunjungan mendadak dan tanpa rencana ini terjadi karena adik saya yang kuliah di solo mengalami kecelakaan, saat sepeda motor matic yang dikendarainya tidak mampu dikendalikan ketika mencoba menghindar dari kendaraan di depannya yang tiba-tiba berhenti mendadak. hasilnya malam minggu tanggal 11 oktober sekitar jam 20.00 dilarikan ke sebuah rumah sakit di kawasan ronggowarsito. giginya patah 3, bibir di jahit tiga jahitan dan yang mencolok adalah luka akibat gesekan aspal pada wajah di bagian kening kiri dan pipi kiri hingga menimbulkan bengkak dan lebam, hampir menutupi mata kirinya. kegiatan selama di solo pun hanya terfokus di seputaran rumah sakit – hotel – rumah sakit – hotel. namun keadaan berubah di senin siang, saat dokter memperbolehkan adik saya keluar dari rumah sakit karena mama saya berniat untuk ‘mengevakuasinya’ ke jakarta. sambil menunggu jadwal kepulangan pada selasa pagi, mama yang awalnya hanya mempunyai niat suci dan baik untuk segera mengajak pulang ke jakarta ternyata menambah panjang daftar kunjungan ke solo kali ini dengan wisata kuliner di beberapa tempat makan khas yang ada di solo, belanja batik di klewer, belanja bakery + bagelen di wonder, dan berkeliling alun-alun hingga keraton dengan sepeda motor, sementara adik saya ditinggal di hotel. benar-benar keluarga yang aneh. saya pun masih sempat bertemu beberapa teman. masih sempat pula dua malam berurut-turut datang ke sebuah coffeshop milik seorang teman di kawasan bhayangkara, berbicara banyak hal bersamanya sampai hampir tengah malam.

sepulang dari solo saya dihinggapi sakit gigi yang tidak tertahan, yang sudah saya rasakan sejak dalam perjalanan menuju jakarta. masalah lama, basi banget. biasanya sakit gigi akibat gerakan pertumbuhan geraham bungsu yg menabrak geraham depannya ini terjadi dalam siklus dua bulanan. terakhir kali saya mengalaminya bulan mei lalu, jadi sudah sekitar lima bulan saya terbebas dari siklus gila ini. bisa dibayangkan rasa sakit yang ditimbulkan kali ini pun tidak tertahankan, terakumulasi dari lima bulan yang lalu. sudah seminggu ini kelancaraan aktivitas saya di topang oleh 3 butir cataflam, 3 butir biolincom dan 2 butir danalgin setiap harinya. tapi bukan berarti 8 butir obat itu benar-benar membebaskan saya dari rasa sakit, bahkan pertengahan minggu kemarin saya terpaksa harus menginap di rumah budhe (yang lokasinya tidak jauh dari kantor) selama 3 hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke cibubur. sakit yang saya rasakan kali ini adalah sakit yang paling dahsyat dari yang sudah pernah saya lewati sebelumnya. kapok, benar-benar kapok. seperti pesakitan dan menjadi tidak berguna karena sakit gigi itu sangat menyedihkan. tersiksa rasanya, tidak bisa nyenyak tidur, tidak enak makan. termotivasi setelah membaca tulisan pandji, saya mulai memupuk keberanian untuk maju ke meja bangku operasi, untuk menghilangkan ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup saya. ada satu kalimat yang saya suka, dikutip dari tulisan pandji tadi
siapapun yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati jelas jelas tolol! :D
doakan ya, semoga tekad saya untuk mengakhiri petualangan sakit gigi ini semakin bulat.

oiya dua minggu belakangan ini saya kembali mendapat dua tawaran untuk bergabung dengan kantor lama, dari dua proyek di dua kota yang berbeda di luar jakarta, salah satunya solo. hummmh, kedengarannya mengasikkan. kota kecil, gudang makanan enak, bebas macet, serasa liburan setiap hari. tapi tekad saya sudah bulat, saya sudah memutuskan untuk tetap di sini. bertahan di tempat baru dan meyakini apa yang sudah saya lewati selama hampir tiga bulan ini. hihihihiiii, rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau :P

hummm, beberapa waktu ke depan akan ada sedikit kesibukan baru yang memerlukan perhatian ekstra, akan sedikit menyita waktu dan konsentrasi. doakan saja semoga semua berjalan dengan sebagaimana mestinya dan tidak terganggu oleh sakit gigi sialan ini…

selamat idul fitri 1429 H



banyak kata tertulis, tidak semua menyejukkan
banyak postingan yang di upload, tidak semua menyenangkan
banyak komentar telah ditinggal disana-sini, tidak semua meggembirakan
taqobalallahu minna wa minkum, taqobal yaa karim
~~ Selamat Idul Fitri 1429 H ~~
minal aidin wal faidzin
mohon maaf lahir batin