welcome 2010


every new beginning comes from some other beginning's end…



...happy new year...
 

catatan akhir 2009


2009 hanya tinggal satu setengah hari lagi dan berat rasanya meninggalkan 2009, tahun yang penuh dengan banyak peristiwa penting dalam hidup saya. kalau boleh melirik ke belakang, sepanjang 2009 adalah tahun yang merubah saya dan kehidupan saya. beberapa hal penting yang menjadi catatan tahun ini adalah :
  • tanti mustika is no longer listed as single.  alhamdulillah setelah 8 tahun 9 bulan 11 hari perkenalan (akhirnya) saya menikah. menyatukan ‘aku’ dan ‘kamu’ menjadi ‘kita’ bukanlah proses yang berakhir di pernikahan, namun justru perjalanan panjang yang dimulai setelah menikah. semoga janji dihadapanNya pada 5 juli 2009 itu selalu dapat selalu membuat kami berjalan beriring.
  • alhamdulillah setelah dua bulan menikah saya diberi amanah untuk mengandung. its so amazing bisa merasakan keajaiban setiap hari melalui pertumbuhan janin yang dititipkanNya dalam rahim saya. life is almost perfect as a woman… :)
  • Gusti Allah membukakan satu pintu rejeki untuk saya (dan calon baby ini), dengan memberi saya kesempatan untuk mencoba lahan pekerjaan baru. saat ini memang masih dalam proses, tapi semoga saja saat baby saya lahir nanti, saya sudah bisa berada di tempat lain pada jam kerja.
seperti yang sudah-sudah saya tidak pernah menetapkan resolusi tahun baru. menjalankan tahun baru dengan tetap mempertahankan (syukur-syukur bisa meningkatkan) semangat dan energi positip setiap hari sudah cukup buat saya.

every new beginning comes from some other beginning's end… happy 2010 everyone…


tentang desember, tentang rasa


desember bergerak menuju akhir…


saya begitu mencintai desember. ya… desember, dengan seluruh awan kelabu yang mengiasi langit menjelang akhir tahun ini, dengan tetesan air angkasa yang kerap membasahi tempat saya berpijak, dengan aroma tanah basah ketika hujan turun, atau dengan segala load pekerjaan yang tiba-tiba memuncak di penghujung tahun. saya menikmatinya…

beberapa pesan singkat terhambat masuk ke inbox saya yang sudah dipenuhi oleh ribuan sms sebelumnya. saya memang malas menghapusnya satu persatu atau sekedar menghapusnya melalui pc atau laptop. lebih baik mengkosongkan space lagu ataupun foto pada handphone daripada harus membuang sms-sms yang saya rasa penting. tapi sepertinya saat ini saya harus tega ‘membuang’ beberapa puluh pesan singkat dari handphone saya. ketika memilah-milih sms mana yang harus dihapus, saya tersenyum membaca deretan pesan singkat di desember dua tahun lalu. pengirimnya nomor yang sudah saya hafal luar kepala, karena saya memilihkannya sembilan tahun yang lalu! dan cerita masa lalu itu meluncur lagi di desember. cerita tentang rasa.


desember dua tahun yang lalu…

perlahan tapi pasti, saya mulai kembali pada putaran alur rasa dan cerita lalu, dengan subyek yang sama. saya dan dia. awalnya memang hanya sebuah pesan singkat yang mengabarkan kondisi kesehatan ayahnya yang drop sehingga dengan terpaksa harus istirahat di rumah sakit sementara waktu. tapi ternyata itulah awal perjalanan baru kami, karena setelah itu segalanya berlanjut. perlahan bergerak, mengalir tenang perlahan entah menuju mana. saat itu saya hanya mencoba mengikutinya, mengalir bak air… (ah, padahal di jaman sekarang ini aliran air pun harus di arahkan agar tidak menggenang menjadi banjir besar, bukan? hehehe…)

mengutip tulisan dewi lestari, mungkin beginilah rasanya hati yang tak perlu memilih, tetapi dipilih. baik saya maupun dia sama-sama tidak pernah memilih untuk kembali ke jalinan ini. kami kembali bukan karena salah satu dari kami memilih untuk kembali. kami kembali karena kami saling membutuhkan, saling mengisi. dan rasanya belum terlambat untuk memulai lagi semuanya dari awal…


hari ini, saat ini…

libur long wiken kali ini saya habiskan dengan bermalasan bersama portege di tempat tidur sambil menulis tulisan ini. saya sedang menantinya pulang setelah tugas kantor mengharuskannya meninggalkan saya sendiri di wiken ini. saya rindu, rindu kejahilannya, rindu canda dan tawanya, bahkan rindu diamnya. saya menantinya pulang dan bersiap menyambutnya bersama perut buncit saya yang telah memasuki minggu ke delapan belas.

saya begitu mencintai desember... dan juga dia...

--menyadari betapa berharganya hal-hal kecil saat hati terpisah oleh jarak walau hanya hitungan puluhan jam... miss you, ay... :-*

kembali tanpa jejak

saya baik-baik saja, masih tetap di tempat yang sama dengan aktivitas yang kurang lebih masih sama. walau kini entah blogging menjadi prioritas nomor berapa dalam keseharian saya. banyak hal terjadi dalam bulan belakangan yang merubah segalanya, akan saya ceritakan nanti.

blog ini memang terbengkalai, tapi saya masih kerap mengunjunginya walau tanpa jejak tulisan. tapi saya akan kembali lagi suatu hari nanti dengan jejak cerita lain.

have nice day, people… :)

two strips that change my life

alhamdulillah, tak perlu menunggu waktu lama bagi saya dan hubby untuk diberikan kepercayaan darinya untuk memiliki momongan. hanya 77 hari saja. dan tepat hari ini, di hari idul fitri 1430 H ini saya mengetahui bahwa telah terjadi perubahan besar dalam hidup saya, saya mengandung! alhamdulillahirabbil ‘alamin Ya Rabb…

meruntut ke belakang, memang terjadi perubahan dalam keseharian saya beberapa waktu belakangan ini. badan terasa lebih mudah capek sehingga mengakibatkan jam tidur saya maju beberapa jam dari biasanya, dan entah mengapa keinginan menyantap puyunghai begitu besar. tadinya saya beranggapan bahwa ini adalah efek rutinitas dan jam biologis yang berubah karena bulan ramadhan (harus bangun dini hari untuk sahur), tidak ada firasat bahwa saya akan hamil secepat ini, mengingat siklus menstruasi saya yang panjang (lebih dari 32 hari) dan hari ini -saat saya melakukan test kehamilan- baru hari ke tiga puluh siklus.

matur nuwun Gusti Allah yang telah mempercayakan amanah besar ini kepada saya dan hubby. semoga kebahagiaan dan berkah dariMu akan selalu menyertai langkah kami ke depan selanjutnya....

bismillahirahmanirrahim...

579 wedding

tanti mustika no longer listed as single


alhamdulillah, setelah 8 tahun 9 bulan 11 hari atau tepatnya 3176 hari perkenalan, saya resmi dipersunting (haiyah bahasanya…) menjadi istri orang pacar saya dengan 57.9 gr fine gold dan Rp. 572.009. akad nikah berlangsung pada 5 juli 2009 (050709) secara khidmat di rumah ortu di cibubur.

terima kasih kepada segenap rekan dan sahabat yang telah menyisihkan waktu untuk datang memberikan restu di hari bahagia kami. terima kasih atas dukungan material, tenaga, moril, dan spiritual yang begitu berlimpah hingga seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan lancar. terima kasih juga kepada segenap vendor yang telah bekerja keras mewujudkan maunya-saya.

semoga apa yang kami jalani ini dapat menyempurnakan setengah perjalanan dienMu, Ya Rabb…

barokallahulaka wa baroka alaika wa jama'a bainakummaa fii khoir...

after long hiatus...


... i am back.
as mrs happy aprianto.... ;)


senang rasanya bisa menulis lagi disini. ternyata mempersiapkan banyak hal untuk 'berganti status' tidaklah simple, terlebih untuk seorang perfeksionis-kronis seperti saya. pernyataan ini sekaligus menjawab semua pertanyaan kemana saja saya selama ini :)

buon compleanno, taNti...


dua puluh lima.


saya begitu mencintai fase ini, fase usia dimana saya menghadapi titik balik atas beberapa hal dalam hidup saya. banyak hal dan keputusan penting saya buat di usia 25, usia yang banyak merubah cara pandang, jalan pikiran serta konsep hidup yang bergabung mengatasnamakan proses pendewasaan.

dan saya sangat berat untuk beranjak dari angka ini, walaupun saya tahu hidup terus berjalan, bergulir dan tidak akan pernah menunggu.


matur nuwun, terimakasih untuk keluarga, sahabat,dan teman-teman di dunia nyata maupun dunia maya atas semua ucapan, doa dan harapan yang hadir mendekap saya dengan erat melalui ciuman di pipi, sentuhan jabat tangan, bisikan suara di telpon, deretan kata-kata pada pesan singkat, tret pada timeline plurk, komentar pada friendster, coretan pada dinding facebook, dan sebagainya. membuat saya merasa begitu beruntung diselimuti cinta dari semuanya.

dan dari sekian banyak ucapan, sepertinya harapan dan doa agar ini menjadi ulang tahun saya terakhir sebagai seorang lajang menjadi top chart ucapan ulang tahun saya kali ini. saya pun berharap seperti itu. barakallahu… :-)

welcome home, dear...



setelah 4 hari 3 malam atau setara dengan 90 jam ‘berlibur’ di RSI cempaka putih karena thypus dan DB yang kompak berkolaborasi, akhirnya jam 15.00 tadi partner diijinkan pulang. meningkatnya kadar trombosit dan kondisi fisik yang sudah jauh lebih baik membuat dokter tidak ragu untuk ‘meluluskannya’ dari kamar perawatan. tentu saja saya menjadi salah seorang yang lega melihat progress kesehatannya berangsur membaik.

untuk tiga hari ke depan dia masih mengantongi surat ijin sakit, namun lusa harus kembali checkup ke rumah sakit. gak boleh makan pedas, gak boleh makan makanan yang asam, harus banyak istirahat.

-- ya udah kalau gitu aku jalan-jalan makan sate tongseng bakso sendirian aaahhh, kamu di rumah aja makan bubur yaa…. :D --

terkapar


jumat, 9 jan 2009
20:15 wib
UGD RSI cempaka putih

welcome 2009


happy new year 2009



have a wonderful year ya...

catatan akhir 2008


menutup hari di penghujung 2008 ini ada beberapa hal yang perlu saya catat. overall, achievement terbesar tahun ini adalah berani mengambil keputusan dengan mengikuti segenap kata hati dan alhamdulillah sampai detik ini saya masih enjoy dengan keputusan yang pernah saya buat. tiga hal yang patut dicatat tahun ini adalah:
  • kembali menjalin relationship yang amat sangat serius dengan mantan pacar. kenapa mantan pacar? simple, tidak sanggup rasanya untuk menjalin sebuah relationship baru dari awal dengan orang lain, belajar mengenal, beradaptasi, mengerti dan berbagi dengan sosok baru. satu hal yang saya sadari adalah dia selalu ‘ada’ dan ‘tidak menghilang’ walau sosoknya selalu berganti peran mulai dari teman, kekasih, mantan pacar hingga musuh bebuyutan.
  • (akhirnyaaaaa) mencabut geraham bungsu yang telah menjadi ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup. penundaan akibat trauma saat operasi tiga tahun lalu dan rasa sakit berkepanjangan selama setahun terakhir akhirnya terselesaikan hanya dalam waktu 40 menit operasi yang ternyata jauh dari kesan menyakitkan.
puas tidak puas, suka atau tidak suka nyatanya tahun ini hampir terlewati semuanya, dan saya amat sangat bersyukur dengan banyak hal yang saya rasakan dan temui di 2008 ini. untuk tahun baru ini, seperti biasa saya tidak pernah merencanakan resolusi untuk dipenuhi selama setahun ke depan. hanya berusaha untuk tetap melakukan yang terbaik dan menjalaninya dengan penuh semangat.

selamat tahun baru 2009...

31 des 2008 menjelang jam 16.00


masih duduk manis di kantor, sementara banyak kantor di luar sana meliburkan karyawannya hingga tanggal 4 januari. seharian ini tidak sekalipun konsentrasi tertuju pada pekerjaan, saya yakin begitu juga dengan banyak orang di kantor ini. mereka yang bekerja tulus dengan penuh konsentrasi hanya beberapa saja, bisa dihitung dengan jari. sementara sisanya asyik masyuk bermain game (yup, thats me!!), ngobrol kesana-kemari, bahkan menghilang sejak jam makan siang. ingin cepat-cepat pulang karena dering telepon dari suara di ujung sana sudah menunggu saya di suatu tempat, tapi bigboss malah sibuk mondar-mandir kaya satpam…

hihihiihiiii, kantor yang aneh… *tepok jidat*

hoLiday


going for a holiday
solo - jogja
24 - 29 dec 2008

have a long long long holiday semuanyaaa....

akhir cerita sebuah geraham


akhirnya datang juga keputusan untuk mengoperasi geraham bermasalah itu, walau bukan dengan tekad bulat. rasa sakit yang tak tertahankan seminggu belakangan tidak lagi mampu tertahan oleh efek supply butir-butir obat pemberian dokter.

jujur sore tadi saya hanya ingin berkonsultasi dengan dokter membahas hasil panoramic saya dan menanyakan apakah ada kemungkinan tindakan lain untuk mengurangi sakit selain dengan cara operasi, setidaknya sampai tahun baru tiba (minggu depan saya harus keluar kota dan akan sangat terganggu apabila sakit ini masih saja mengikuti). kepalang tanggung sudah takut duluan, ditambah keringat dingin dan gemetar mendengar penjelasan dokter, sekalian saja saat itu juga saya putuskan untuk operasi.
menit pertama – menit kelima saya masuk ke ruang praktek...
dokter menjelaskan hasil panoramic dan kondisi gigi saya saat ini. tidak ada pilihan lain, secepatnya memang harus di operasi. saya pasrah, langsung mengiyakan saran dokter untuk mengangkat gigi saya saat itu juga, padahal jujur kondisi saya belum siap betul. gemetar seluruh tubuh dan keringat dingin menandakan reaksi ketidaksiapan saya. tapi cepat atau lambat, sekarang atau nanti memang harus di cabut, kepalang tanggung basah ya sudah nyebur saja sekalian.

menit kesepuluh setelah masuk ke ruang praktek, mencoba duduk tenang di kursi pasien...
saya menjadi panik karena di luar dugaaan tubuh saya berkeringat dingin dan gemetar sepanjang proses operasi. saya takut terjadi sesuatu pada saya. untung dokter-ganteng-terkenal-penuh-pengalaman-tapi-mahal-ini bisa menenangkan saya hingga saya benar-benar enjoy dan santai. anastesi yang diberikan ke sekitar rahang bawah berhasil membuat efek kebal tidak lebih dari lima menit setelah disuntikkan. pelan, perlahan namun pasti saya melihat beberapa alat keluar masuk ke dalam rongga mulut saya. sama sekali tidak berasa sakit, hanya merasakan sedikit bising dan ngilu akibat kerja berbagai alat yang ada di dalam mulut. tidak sampai setengah jam akhirnya gigi geraham itu berhasil dikeluarkan secara utuh, tidak pecah sama sekali. thanks god…

selanjutnya dokter merapikan luka dan robekan di gusi dengan memberikan sekitar tiga atau empat jahitan di gusi saya (uhm… sepertinya sih empat jahitan), dilanjutkan dengan mentreatment gigi geraham di depannya yang sempat terdesak. selesai.

pengangkatan geraham bungsu kali ini hanya memerlukan waktu sekitar 30-40 menit, sudah termasuk waktu untuk konsultasi di awal saat pertama masuk ruang praktek. kesan saya sangat jauh berbeda dengan operasi geraham bungsu saya yang pertama dulu di solo. mungkin saya lebih siap karena pernah menjalani operasi serupa sebelumnya. tapi operasi kali ini bila dilihat dari segi teknik, cara pelaksanaan operasi hingga efek sakit yang ditimbulkan selama operasi hingga selesai sangat jauh berbeda. entah ada hubungannya atau tidak, tapi operasi pertama saya dulu dilaksanakan oleh dokter gigi, sedangkan kali ini ditangani oleh dokter gigi spesialis bedah mulut & maksilofasial (SpBM).

sekedar berbagi pengalaman, rasa trauma akibat operasi geraham bungsu saya yang pertama sekitar tiga setengah tahun yang lalu mebuat saya banyak mencari info dari banyak sumber tentang geraham bungsu hingga mencari beberapa rekomendasi tentang dokter yang qualified.

buat yang sedang mengalami rasa takut untuk mencabut geraham bungsu, saya anjurkan untuk sesegera mungkin mencabutnya. believe me, ternyata tidak ada gunanya loh ‘menyimpan penyakit’ dan menunda-nunda waktu pencabutan. saya pun menyesal sempat merasakan sakit yang amat sangat tidak tertahan, belum lagi memikirkan entah berapa banyak rupiah yang sudah saya keluarkan selama tiga setengah tahun untuk menunda sakit untuk sementara waktu (walau suatu hari nanti sakit itu pasti akan muncul sampai akhirnya kita memutuskan untuk ‘membuang gigi sialan’ itu, hehehe…), padahal semuanya itu bisa selesai dalam waktu kurang dari satu jam…

ups, rasanya efek anastesi di gigi saya sudah hilang. nyeri dan nyut-nyutan perlahan mulai datang. sepertinya saya harus segera tidur, dan membiarkan efek obat bekerja hingga besok pagi saya bangun. oiya, saya dapat surat dokter selama 3 hari loh, tapi kalau kondisi sudah memungkinkan, saya hanya libur 1 hari saja karena minggu depan saya cuti dan bersiap ke luar kota tanpa gangguan sakit gigi lagi...

harus segera berakhir


bosan rasanya dihinggapi sakit gigi berkepanjangan, bertahun-tahun menjadi ganjalan mengganggu, seperti menunggu bom waktu yang siap meledak setiap saat. siapapun yang sering mampir ke blog ini (entah dengan sengaja, nyasar atau terpaksa) atau juga mengikuti tret-tret di plurk, pasti sering mendapati postingan saya tentang sakit gigi akibat geraham bungsu yang tidak tumbuh sempurna. wait, wait… saya hitung dulu. satu, dua, tiga… tampaknya saya sangat sering mengeluh tentang gigi di blog ini dan keinginan untuk menyembuhkannya selalu menguap tak kunjung terlaksana.

masalah ini memang bukan kasus pertama bagi saya, sebelumnya saya juga pernah menjalani pengangkatan geraham bungsu kanan bawah sewaktu masih muda sekitar pertengahan 2005 yang lalu. hasilnya menyebabkan saya trauma berkepanjangan karena anastesi di rahang tidak bekerja sempurna sehingga saya bisa merasakan semua tindakan yang dilakukan sang dokter. tiga setengah tahun berlalu dan perasaan trauma itu tetap menjadi pemenang, mengalahkan sakit dan ngilunya tertusuk geraham bungsu yang menjalar sampai telinga, mata dan kepala. bodoh memang, saya tetap memilih untuk mempertahankannya walaupun harus menangis sambil melaju berkendara sepanjang cibubur – bintaro – cibubur setiap hari.

sejak beberapa waktu yang lalu saya mulai memupuk tekad dan keberanian untuk mengakhiri petulangan sakit gigi ini dengan mencabut geraham bungsu kiri bawah dulu. yak, “dulu”. fyi seluruh geraham bngsu saya tumbuh abnormal, bagian bawah tumbuh menusuk ke gigi di depannya sedangkan bagian atas tumbuh ke arah luar. hal ini sudah saya ketahui melalui panoramic rontgen menjelang pengangkatan gigi yang pertama. niat dan tekad serius ini saya mulai sejak beberapa bulan yang lalu dengan menghimpun banyak informasi dari beberapa sumber, mencari dokter gigi spesialis bedah mulut hingga menjalani panoramic rontgen lagi awal desember lalu.

hasil panoramic kedua ini mengharuskan saya untuk sesegera mungkin dalam waktu dekat mencabut geraham bungsu sialan ini, atau gigi bagian depan akan rusak dan bernasib sama seperti gigi kanan bawah. menurut dokter yang saya datangi, ada 4 tahap prioritas yang sebaiknya saya laksanakan.


  1. mencabut geraham bungsu kiri bawah dan langsung menjalani treatment untuk gigi bagian depan yang selama ini terdesak oleh keberadaan geraham tersebut.
  2. mencabut sisa patahan gigi geraham kanan bawah
  3. mencabut geraham bungsu kiri atas
  4. mencabut geraham bungsu kanan atas.
menurut sang dokter efek pertumbuhan geraham bungsu atas tidak separah gigi bawah, namun sesuatu yang ‘tidak normal’ dan menjurus ke arah penyakit sebaiknya memang di tuntaskan, sebelum usia makin menua. hahaha...

so, wish me luck ya everybody…

tebak gambar


hari minggu, dua minggu yang lalu…

menjelang siang hari, di lampu merah perempatan CSW dari arah sudirman menuju blok m. arah jam 11 dari tempat saya mengantri lampu merah terpampang dua buah baliho iklan yang menggelitik saya. awalnya biasa saja, tidak ada yang mencolok ataupun istimewa. pertama saya melihat iklan konser ‘persembahan cinta’ rossa yang akan dilangsungkan 26 november besok. di sebelahnya terpasang iklan sebuah operator selluler yang menampilkan gambar close up dari ‘sang model’.

sunday 9 nov 2008
11:24 am
capture with sony ericsson p1i camera

yang membuat saya tersenyum dan hampir tertawa adalah ketika menyadari dua buah iklan yang terpampang pada baliho yang sama besar ini memiliki pose yang hampir mirip. coba perhatikan tangan kiri kedua model di iklan tersebut sama-sama mengarah ke wajah bagian bawah (dagu dan pipi bawah). sayangnya proporsi gambar rossa di iklan konsernya kalah besar di bandingkan ‘bintang iklan jadi-jadian’ di baliho sebelah.

ada yang tahu perbedaan lainnya? ^^

(masih tentang) rectoverso



tanpa rencana sore tadi datang ke margo city, ternyata kebetulan pas ada acara bedah buku rectoverso bareng penulisnya, dewi ‘dee’ lestari. seperti umumnya acara bedah buku, ada sesi cerita, tanya jawab dan yang spesial (mungkin jarang ditemui di acara bedah buku lainnya) adalah live performance dewi untuk lagu ‘selamat ulang tahun’ dan ‘malaikat juga tahu’.

hummmm… ajaib memang wanita satu itu, sukses ‘menyihir’ melalui dua media langsung, buku dan lagu. sejauh ini saya sudah hafal semua lagu di rectoverso, tinggal meyelesaikan sedikit lagi bukunya yang akhir-akhir ini sedikit agak keteteran waktu untuk membacanya.

ketan susu kemayoran


sudah pernah dengar tentang ketan susu yang terkenal di kemayoran itu? saya sudah sering dengar cerita dari banyak sumber, sering juga bolak-balik melintas di depannya tapi selalu tidak kesampaian untuk mampir sekedar icip-icip makanan yang ada di sana. hingga kesempatan itu akhirnya datang selepas magrib, setelah hujan deras yang mengguyur jakarta sedari siang itu reda. jalan basah dan hawa dingin tidak mengurangi niat bertandang dan mencicipi ketan susu yang terkenal itu.

warung ketan susu ini terletak di ujung jalan garuda kemayoran, tepatnya di sisi pertemuan jalan garuda dengan jalan kemayoran gempol. tempatnya sangat sederhana, berukuran sekitar 2 x 4 meter (bayangkan space yang hanya seluas itu sudah termasuk ‘dapur’ --tempat buat memasak-- yang letaknya tepat di belakang si penjual). jadi selagi kita menyantap makanan disuguhkan pula atraksi memasak.

secara kasat mata tidak ada menu ‘aneh’ yang dijual disini. seperti namanya warung ini menjual ketan, gorengan, teh dan kopi. jangan bayangkan bahwa warung ini menempati satu tempat seperti cafĂ© atau restoran. warung ini kecil, tidak banyak bangku yang disediakan. kurang lebih hampir sama seperti kedai es pocong di kawasan margonda. suasana yang tercipta di warung ini mengingatkan saya dengan gerobak hik / angkringan di solo, dimana ‘ruang’ obrolan tercipta dari setiap pengunjung tanpa batas waktu, tidak terpengaruh oleh hingar bingar sekeliling. ah, mendadak saya jadi kangen dengan suasana obrolan di warung hik yang dulu sering saya lakukan sampai tengah malam itu.

di warung ini tadi saya pesan 2 piring ketan susu dan sepoci teh panas. sebagai teman makan ketan susu ini ada beberapa jenis gorengan yang tersedia, diantaranya tempe goreng (tanpa tepung) dan pisang goreng tepung. saya tidak tahu apakah gorengan ini termasuk dalam paket ketan susu atau tidak, tapi saya langsung disodori sepiring tempe goreng (isi 4) walaupun sebelumnya tidak memesannya.


secara penampakan ketan susu ini adalah sepiring kecil ketan (yang dimasak meyerupai nasi), ditaburi kelapa parut dan disiram susu kental manis putih. sebagai teman makan ketan ini ada beberapa jenis gorengan, diantaranya tempe goreng dan pisang goreng. bisa dibayangkan perpaduan rasa yang gurih, asin hingga manis terasa sangat meriah di mulut. namun belum lengkap rasanya jika kita tidak menyertakan teh poci atau kopi tubruk dalam daftar pesanan makanan. aroma tanah yang mantap dari poci teh panas menambah kehangatan di malam yang dingin.

sedikit tidak percaya, total kerusakan yang dibuat di sini hanya 10k dengan perincian 2 porsi ketan susu @2.5k, sepiring gorengan (isi 4) seharga 2k, dan sepoci teh (plus 2 gelas yang berisi beberapa sendok gula pasir) seharga 3k.

kalau ingin kesini jangan takut nyasar tidak bisa menemukan lokasi warungnya, cukup perhatikan letak parkiran motor + mobil yang berjejer ramai di sekitar jalan garuda ujung, bisa dipastikan itulah tempatnya. kalau lagi ramai jangankan penjualnya, warungnya saja terkadang tidak terlihat karena tertutup oleh ramainya pengunjung. oiya, warung ini buka 24 jam loh. selamat mencoba ya….

tiga minggu tanpa ngeblog


saya baru sadar tiga minggu lamanya blog ini tidak tersentuh. entah kenapa. padahal tidak ada kesibukan mencolok, apalagi kebiasaan yang berubah. sama sekali tidak ada. kegiatan sehari-hari masih seputar aktivitas harian yang berulang. saya tidak pergi kemana-mana, selain rumah – kantor, kantor – rumah, sedikit ke mall, dan sesekali ke bioskop. liburan lebaran kemarin pun tetap di jakarta, tidak keluar kota.

aroma kesibukan baru terasa saat kembali ke rutinitas harian sebuah kantor di pojokan bintaro sektor 9 setelah liburan lebaran. load pekerjaan sedikit menanjak karena mas boss (atasan saya) memperpanjang status libur lebarannya menjadi cuti. praktis ada beberapa beberapa hal yg berkaitan dengan pekerjaan memerlukan perhatian dan waktu ekstra. tapi itupun tidak membuat saya pulang telat dari biasanya. toh sesampai di rumah ternyata saya masih sempat cek imel, friendster, facebook, blogwalking, dan tentu saja plurking. jadi semestinya tidak ada hubungan antara kesibukan dengan blog yang terbengkalai.

sekedar cerita, minggu pagi 12 oktober lalu saya dan mama sempat ke solo selama 40 jam. well bicara tentang solo selalu saja menyenangkan walau kali ini bukan dalam rangka bersenang-senang, jadi tidak ada pedokumentasian gambar sama sekali. kunjungan mendadak dan tanpa rencana ini terjadi karena adik saya yang kuliah di solo mengalami kecelakaan, saat sepeda motor matic yang dikendarainya tidak mampu dikendalikan ketika mencoba menghindar dari kendaraan di depannya yang tiba-tiba berhenti mendadak. hasilnya malam minggu tanggal 11 oktober sekitar jam 20.00 dilarikan ke sebuah rumah sakit di kawasan ronggowarsito. giginya patah 3, bibir di jahit tiga jahitan dan yang mencolok adalah luka akibat gesekan aspal pada wajah di bagian kening kiri dan pipi kiri hingga menimbulkan bengkak dan lebam, hampir menutupi mata kirinya. kegiatan selama di solo pun hanya terfokus di seputaran rumah sakit – hotel – rumah sakit – hotel. namun keadaan berubah di senin siang, saat dokter memperbolehkan adik saya keluar dari rumah sakit karena mama saya berniat untuk ‘mengevakuasinya’ ke jakarta. sambil menunggu jadwal kepulangan pada selasa pagi, mama yang awalnya hanya mempunyai niat suci dan baik untuk segera mengajak pulang ke jakarta ternyata menambah panjang daftar kunjungan ke solo kali ini dengan wisata kuliner di beberapa tempat makan khas yang ada di solo, belanja batik di klewer, belanja bakery + bagelen di wonder, dan berkeliling alun-alun hingga keraton dengan sepeda motor, sementara adik saya ditinggal di hotel. benar-benar keluarga yang aneh. saya pun masih sempat bertemu beberapa teman. masih sempat pula dua malam berurut-turut datang ke sebuah coffeshop milik seorang teman di kawasan bhayangkara, berbicara banyak hal bersamanya sampai hampir tengah malam.

sepulang dari solo saya dihinggapi sakit gigi yang tidak tertahan, yang sudah saya rasakan sejak dalam perjalanan menuju jakarta. masalah lama, basi banget. biasanya sakit gigi akibat gerakan pertumbuhan geraham bungsu yg menabrak geraham depannya ini terjadi dalam siklus dua bulanan. terakhir kali saya mengalaminya bulan mei lalu, jadi sudah sekitar lima bulan saya terbebas dari siklus gila ini. bisa dibayangkan rasa sakit yang ditimbulkan kali ini pun tidak tertahankan, terakumulasi dari lima bulan yang lalu. sudah seminggu ini kelancaraan aktivitas saya di topang oleh 3 butir cataflam, 3 butir biolincom dan 2 butir danalgin setiap harinya. tapi bukan berarti 8 butir obat itu benar-benar membebaskan saya dari rasa sakit, bahkan pertengahan minggu kemarin saya terpaksa harus menginap di rumah budhe (yang lokasinya tidak jauh dari kantor) selama 3 hari karena kondisi yang tidak memungkinkan untuk pulang ke cibubur. sakit yang saya rasakan kali ini adalah sakit yang paling dahsyat dari yang sudah pernah saya lewati sebelumnya. kapok, benar-benar kapok. seperti pesakitan dan menjadi tidak berguna karena sakit gigi itu sangat menyedihkan. tersiksa rasanya, tidak bisa nyenyak tidur, tidak enak makan. termotivasi setelah membaca tulisan pandji, saya mulai memupuk keberanian untuk maju ke meja bangku operasi, untuk menghilangkan ganjalan paling mengganggu sepanjang sejarah hidup saya. ada satu kalimat yang saya suka, dikutip dari tulisan pandji tadi
siapapun yang bilang lebih baik sakit gigi daripada sakit hati jelas jelas tolol! :D
doakan ya, semoga tekad saya untuk mengakhiri petualangan sakit gigi ini semakin bulat.

oiya dua minggu belakangan ini saya kembali mendapat dua tawaran untuk bergabung dengan kantor lama, dari dua proyek di dua kota yang berbeda di luar jakarta, salah satunya solo. hummmh, kedengarannya mengasikkan. kota kecil, gudang makanan enak, bebas macet, serasa liburan setiap hari. tapi tekad saya sudah bulat, saya sudah memutuskan untuk tetap di sini. bertahan di tempat baru dan meyakini apa yang sudah saya lewati selama hampir tiga bulan ini. hihihihiiii, rumput tetangga memang selalu nampak lebih hijau :P

hummm, beberapa waktu ke depan akan ada sedikit kesibukan baru yang memerlukan perhatian ekstra, akan sedikit menyita waktu dan konsentrasi. doakan saja semoga semua berjalan dengan sebagaimana mestinya dan tidak terganggu oleh sakit gigi sialan ini…