lost in small world


lebih dari sembilan belas tahun hidup dan tinggal di jakarta (belum termasuk 6 tahun bolak-balik jakarta – solo) saya mengenal sekitar 90% wilayah jakarta. sisanya sepuluh persen adalah angka untuk kawasan rorotan, cilincing, marunda, tanjung priuk dan sekitarnya yang belum pernah saya datangi. sedikit membanggakan diri, seringkali saya menjadi tempat bertanya “daerah ini dimana sih tan?” atau “jalan ini di sebelah mana sih?” oleh beberapa teman dan keluarga. bahkan sampai detik ini saya mencatat rekor belum pernah nyasar atau salah alamat datang (tanpa survey lokasi dulu sebelumnya) untuk memenuhi panggilan interview beberapa perusahaan. beberapa rumah teman yang belum pernah saya datangi sebelumnya pun sukses saya datangi tanpa nyasar.

sehebat itukah saya? heheheeee, sebenarnya tidak juga. saya hanya mengetahui satu daerah dalam scope yang besar saja kok. untuk masalah detail jalan saya rasa gunther w holtrof adalah ahli yang sanggup menjelaskan secara detail dalam peta digital jakarta (dan sekitarnya). cukup buka peta sebentar, ceklak-ceklik, dipelajari (kalo takut nyasar ya di print boleh aja) dan siap jalan tanpa nyasar.

kemampuan mengenal scope kota yang saya miliki berbanding terbalik saat masuk ke sebuah toko buku. sekedar informasi, membeli buku berada di urutan hampir belakang pada daftar kegiatan pengeluaran bulanan setelah makanan, BBM, grocery, makeup, telpon + internet, baju + sepatu, dvd glodok serta (syukur-syukur) tabungan. maka jangan pernah tanya berapa banyak koleksi buku yang saya miliki karena dalam dua bulan pun belum tentu satu kali saya menginjakkan kaki di toko buku, kecuali memang ada buku yang ingin saya baca hingga tidak bisa tidur dan terbawa mimpi. jadi kalau suatu hari kamu menjumpai saya di toko buku dan sedang mencari sebuah judul buku, maka bisa dipastikan malam sebelumnya saya susah tidur karena penasaran akan isi buku yang sedang saya cari.


entahlah, saya merasa sangat bodoh dalam menemukan lokasi rak display buku yang saya cari dan inginkan. seingat saya, saya belum pernah sukses menemukan buku sendiri di toko buku tanpa bantuan pramuniaga toko. beda kasus dengan membeli buku karena kebetulan melihat, baca sebentar kemudian tertarik dan membeli (tanpa direncana). bila menginstropeksi diri, saya sangat yakin kalau saya bisa membaca tulisan - huruf - dan angka, bisa menggunakan komputer katalog toko, dan bisa membaca denah lokasi rak (la wong hampir enam tahun sekolah di sekolahan tukang rancang bangunan kok…). tapi ya begitu, entah dimana salahnya selalu dan selalu seperti itu, gagal menemukan buku yang saya cari melalui komputer katalog.

awal september ini saya masuk toko buku di sebuah pusat perbelanjaan dekat kantor mencari cooking with love. sesuai judulnya saya yakin kalau buku ini ada di kelompok hobby, masakan, tata boga atau sejenisnya. untuk memastikannya saya sempatkan diri untuk memeriksa di komputer katalog toko buku. setelah mengetahui nomor display rak, saya langsung menuju tempat yang dimaksud. tapi ternyata saya gagal menemukan buku tersebut dan membutukan bantuan seorang pramuniaga. penyebabnya adalah letak display buku itu tidak sesuai dengan yang ada di komputer katalog. saya curiga jangan-jangan malam hari pas toko buku tutup, buku itu pada pindah sendiri-sendiri mengambil tempat yang diinginkannya.

kejadian kedua terjadi beberapa waktu kemarin. sepulang kerja saya mampir di sebuah toko buku di mall tidak jauh dari rumah, berencana membeli andy’s corner. saya memang agak terburu-buru karena belum sempat makan sedari buka puasa, jadi saya putuskan untuk tidak berkeliling melihat-lihat, langsung mendatangi komputer katalog untuk menuliskan judul buku yang saya butuhkan. kejadian berulang. saya gagal menemukan buku yang saya cari karena buku itu menempati display yang tidak sesuai dengan apa yang tertulis pada database katalog. menurut pramuniaga toko, buku yang saya cari itu termasuk dalam kelompok new arrival, jadi di display di koridor depan.

heran, saya betul-betul heran. saya tahu luas sebuah toko buku (sebesar apapun toko itu) pasti masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan kota jakarta. tetapi saya tetap saja selalu gagal menakhlukkannya. beda rasanya jika masuk ke sebuah hipermarket, saya selalu saja tahu dimana lokasi display minuman teh hijau kemasan botol favorit saya itu...

tentangnya


bicara tentangnya adalah bicara tentang kepercayaan.
entah bagaimana dijelaskan tapi kepercayaan saya kepadanya mulai tumbuh pada detik pertama setelah saya melepaskan jabat tangan saat berkenalan dengannya.

bicara tentangnya adalah bicara tentang cinta.
cinta dengan segala rasa, bukan hanya cinta yang selalu indah dan menyenangkan...

bicara tentangnya adalah bicara tentang peran.
selalu ada dan tak pernah hilang walau berkali-kali berganti peran mulai dari teman, sahabat, kakak, kekasih, partner tugas kuliah, partner kerja praktek, mantan pacar, musuh, hingga kembali dihadirkan lagi dalam perjalanan hidup saya.

bicara tentangnya adalah bicara tentang vespa.
vespa biru B5771NK bersuara cempreng yang selalu menemani kemanapun pergi dalam segala keadaan…
hujan, panas, petir, macet, mogok, bocor ban, dorong vespa, sedih, gembira, susah, senang, menangis, tertawa…

bicara tentangnya adalah bicara tentang fotografi.
selalu ada dia disitu bersama semua cerita dibalik setiap sudut, setiap tempat dan setiap obyek yang tergambar dalam setiap lembar foto...

bicara tentangnya adalah bicara tentang solo.
setting ruang yang menjadi latar dimulainya semua cerita itu,
hingga setiap penjurunya selalu mengingatkan saya tentangnya…

bicara tentangnya adalah bicara tentang masa muda yang aneh bagi kebanyakan orang.
touring vespa ke nusakambangan dan banyak tempat di pulau ini, dengan kostum jeans belel - kaos hitam - jaket kumal, tidur di pinggir jalan atau di SPBU.
saya yakin tidak semua wanita diperlakukan sebegitu ‘spesial dan aneh’ seperti saya.

bicara tentangnya adalah bicara tentang vanilla latte.
duduk bersama di sebuah gerai kopi sambil menikmati kehangatan secangkir vanilla latte selalu mampu menghadirkan obrolan tak berbatas waktu tentang banyak hal, tentang beragam visi, cita-cita, mimpi dan angan…

bicara tentangnya adalah bicara tentang ‘naif band’
mulai dari ‘piknik 72’ yang menjadi lagu abadi sepanjang masa, hingga ‘jikalau’ yang sukses membuat saya termehek-mehek setiap kali mendengarkannya.

bicara tentangnya… tidak akan pernah cukup kata.
dan hari ini saya bicara tentangnya disini,
setelah sewindu berlalu mengenalnya, tepat di hari ini.


kiyut blogger?


beberapa hari yang lalu saya ketiban award ini dari mbak astrid di jogja dan vina di surabaya. tapi maaf baru sekarang punya kesempatan untuk online lagi setelah sibuk menenangkan diri gara-gara masalah ini.


cute's blogger award 2008
. sekiyut nama awardnya tapi mungkin akan menuai protes dari mereka yang tahu 'aslinya-saya' karena kata-kata 'cute' atau 'kiyut' terasa sedikit tidak matching dengan saya yang 'preman' abis, heheheeeee... beda pendapat sah-sah aja kok, tapi boleh dong sekali-kali preman tampil kiyut? ^^

anyway makasih ya mbak astrid + vina... :)

lima hari ini


hi world, im back. ternyata saya benar-benar mengalami ketergantungan terhadap koneksi internet. 5 hari tanpa benwit membuat saya buta dan budek semua perkembangan diluar sana. mungkin berlebihan, tapi begitu adanya.

saya baru saja menenangkan diri dan kembali menata semua dari awal. singkatnya tanpa suatu gejala tiba-tiba hardisk (HD) saya mati. vonis terakhir : motor HD rusak, padahal tidak ada gejala awal yang mencurigakan. sialnya saya tidak memiliki satu pun backupan data. bodoh memang, dan lebih bodoh lagi karena tidak belajar dari kejadian yang lalu. selama ini saya merasa secure, kinerja sebuah teknologi dengan nama komputer yang notabene milik pribadi dan hanya saya sendiri yang menggunakannya membuat saya yakin dan merasa semuanya baik-baik saja dan under controlled. tapi ternyata jauh di dalam HD sana, ada sesuatu yang telah mengancam keberlangsungan hidup semua data-data saya sejak jaman firaun.

begitulah yang terjadi. HD berusia tiga tahun tiga bulan yang telah tiga periode masuk studio tugas akhir dan mengantarkan tiga orang wanita menjadi sarjana teknik dari sebuah sekolah tukang rancang bangunan akhirnya harus mati tanpa meninggalkan satupun data. rasanya tak ubahnya seperti kehilangan sebuah PC yang dicuri orang.

saat ini HD berharga itu sedang ditangani oleh sebuah tim recovery data yang berhasil dihunting haPPy dari sebuah web. beberapa hari ini saya berharap-harap cemas akan keberlangsungan hidup semua data saya. oh ya, mulai malam ini PC sudah beroperasi lagi dengan HD baru berkapasitas 2 kali lipat dari HD berharga itu. saya sudah kembali beredar blogwalking, blogging dan plurking setelah lima hari absen. namun begitu saya tetap berjuang dan menunggu hasil penyelamatan data HD lama itu.

**gambar numpang dari sini


update 22 september 2008, 21:25
tadi pagi jam 10-an dalam perjalanan bintaro - tanah abang, saya sempat menghubungi tempat recovery HD itu. diagnosa terbaru katanya head HD saya rusak dan saya masih disuruh menunggu hingga 2 atau 3 hari ke depan untuk kepastian nasib HD itu...

ngicipin 'c u k o'


ini episode tentang memamah biak. beberapa waktu sebelum puasa kemarin saya dan haPPy sempat mampir di cuko (ini nama tempat makan pempek) di daerah hek kramat jati, tidak jauh dari pertigaan hek ke arah pasar induk. sebelumnya pernah lewat daerah antasari dan melihat ada cuko juga (kiri jalan dari arah prapanca), tapi berhubung jauh dari cibubur maka kita cobain yang di hek kramat jati.


tempat makan pempek yang di hek kramat jati ini memang tidak terlalu besar, hanya cukup menampung 20 pengunjung. tapi jangan takut dan khawatir kesulitan untuk menemukannya, karena papan namanya eye catching banget, berwarna merah besar. begitu masuk ke dalamnya akan kita temui suasana yang sangat berbeda dengan tempat makan pempek lainnya. ruangan yang bersih, simple dan cenderung minimalis. sekeliling dindingnya ditempel gambar-gambar dan tulisan yang bercerita tentang sejarah pempek (juga resepnya) dalam bentuk digital print. overall tempatnya nyaman, nyaman banget. sempet ngantuk karena ACnya mendukung banget untuk tidur, heheheeee…

tapi….

namanya juga mau makan pempek, pastinya konsentrasi dan perhatian lebih ditujukan ke makanannya dong. jenis pempek disini standar dengan tempat pempek lainnya. kapal selam, lenjer, adaan, kulit dan masih ada beberapa menu pelengkap seperti otak-otak, tekwan, dll. kita masing-masing pesan paket 1 yang isinya 1 kapal selam, 1 lenjer keciiiiil, 1 adaan keciiiiiiiiiil dan 1 kulit. penyajiannya oke banget, tapi sayangnya karena disajikan dengan piring kotak ceper, ada tambahan mangkok kecil (mirip mangkok kuah pangsit) sebagai tempat menuangkan cuko pempeknya. terus terang jadi agak ribet banget, padahal saya lebih nyaman makan pempek dengan space piring yang agak lebar sehingga kuahnya bisa disiram-siram agar meresap ke dalam pempek.


total kerusakan yang dibikin disini 48k buat berdua (2 paketan + 2 air mineral botol 330 ml). masalah rasa… hummmm, terus terang saya lebih suka pempek unyil di daerah garuda kemayoran dan pempek pak raden di jalan raya pasarminggu, dekat kantor pusat perusahaan kontraktor BUMN itu.

i am on my way


ada kalanya menangis menjadi pilihan saat sesuatu tak lagi mampu dijelaskan oleh kata. saya tahu kesedihan itu tunggal, bukan jamak. tidak bisa dibagi-bagi, paling hanya bisa ikut dirasakan. maka biarkan ini saya nikmati dengan cara saya sendiri. maaf, tapi inilah saya, hanya wanita biasa yang selalu mengatasnamakan rasa dan perasaan.

tujuh belasan di kandank jurank doank


sudah lama tujuh belasan terasa biasa saja bagi saya semenjak tidak lagi ikut perlombaan di RT dan tidak lagi mengikuti upacara bendera di sekolah. namun 17 agustus tahun ini bisa dibilang berbeda. bukan karena perlombaan atau upacara bendera, tetapi tujuh belasan tahun ini saya ikut berpartisipasi sebagai peserta acara memecahkan rekor MURI melukis kaos 1000 orang yang diselenggarakan oleh kandank jurank doank (KJD) bekerja sama dengan Gamma Paintindo --ehm… kayanya saya bakal dapat bayaran nih dari divisi event and promotion-nya gamma buat branding di blog ini… ya kan, Py?--

rangkaian acara tujuhbelasan di KJD kali ini tidak banyak, tidak ada perlombaan khas tujuh belasan karena dik doank (yang sepanjang acara lebih sering menyebut dirinya : oom ganteng --hummm…ok lah, saya setuju..--) lebih berkonsentrasi di acara pemecahan rekor melukis dan peresmian Museum Karya Pustaka KJD. namun demikian masih ada 8 panjat pinang (yang disediakan oleh sponsor produk minuman energi dimana oom ganteng jadi bintang iklannya) dan acara melukis tembok (mural) di area slink yang dilakukan oleh mahasiswa IKJ.

acara pemecahan rekor ini sebenarnya baru dimulai jam 13.00 namun demikian saya sudah tiba di lokasi sejak 08.30 dikarenakan haPPy sudah harus standby di lokasi untuk kordinasi akhir dengan pihak KJD, memastikan kesiapan segala hal yang berkaitan dengan acara ini. tapi saya betah kok ditinggal sendirian. selama haPPy sibuk ini-itu, saya menghabiskan waktu dengan membaca majalah, ngobrol dengan anak-anak kecil, ngobrol dengan ibu-ibu yang mengantar anaknya, berkeliling KJD dan menelpon renny agar segera datang ke lokasi.

awalnya saya pikir acara melukis kaos ini hanya boleh diikuti oleh anak-anak, ternyata terbuka untuk segala usia. saya yang tadinya datang hanya untuk menemani haPPy dan melihat-lihat acara ini akhirnya ikut daftar jadi peserta melukis juga.


acara pemecahan rekor ini dimulai jam 13.30, diawali dengan berbaris dan duduk di lapangan. rasanya? jangan ditanya… panaaaasss banget, terik pula!!! renny dan yogi yang gagal ikut acara melukis karena kehabisan kuota dengan gembira ria menertawakan saya yang kepanasan dari pinggir lapangan. sukses deh di ospek sama oom ganteng, berpanas-panas di tengah lapangan, pas matahari sedang di atas ubun-ubun. lapank doank (nama lapangan di KJD) siang tadi berubah menjadi lautan manusia, penuh banget. baik peserta, panitia maupun penonton semuanya memadati tempat ini. wuuiihh… seru deh! kata petugas dari MURI total peserta yang berpartisipasi dalam acar melukis kaos ini ada 1365 orang dan tercatat dalam rekor baru MURI sebagai rekor melukis kaos dengan jumlah peserta terbanyak.


wait, wait… out of topic. saya baru ingat kalau ini adalah kedua kalinya saya ikut berpartisipasi dalam pemecahan rekor MURI. tadi siang komentar renny di plurk mengingatkan saya kalau sekitar awal 2007 lalu saya (juga renny dan millie) pernah ikut berpartispasi dalam acara pemecahan rekor MURI untuk kategori jumlah peserta seleksi penerimaan karyawan terbanyak yang diadakan oleh Trans Corp. kalau tidak salah jumlah peserta yang berpartisipasi saat itu ada hampir 110 ribu peserta --walaupun tidak semuanya murni pengangguran tapi ironis banget ya, jumlah pencari kerja di jakarta banyak banget, sampai-sampai masuk rekor MURI segala--

setelah penyerahan piagam MURI kepada KJD dan Gamma Paint (again loh Py, dua kali disebut di sini heheheheee…) acara dilanjutkan dengan peresmian Museum Karya Pustaka KJD yang dilakukan oleh iwan fals. selain iwan fals ada juga oppie andaresta yang sempat perform beberapa lagu di arena slink. penontonnya? jangan tanya deh, penuuuhh banget.


jam 17.00 acara berakhir. overall saya seneng banget bisa ikut seru-seruan di event ini. tapi yang lebih senang dan lega pastinya oom ganteng, haPPy dan semua crew gam**… ups, bisa 3 kali sebut nih, branding gratis lagi deeehhh…. :D

*hayuh makan-makan Py…*

16 agustus

hanya ditayangkan 1 kali. 16 agustus 2008 jam 9 malam.
saksikan di RCTI, SCTV, TransTV, Trans7, Metro TV.


penasaran menanti ada apa di 16 agustus jam 21.00 seperti yang terlihat pada sebuah iklan di tv. ternyata sebuah trailer (seperti potongan film) yang disponsori oleh perusahaan rokok, mengisahkan tentang peran tiga pemuda (sukarni, chaerul saleh dan wikana) menjelang detik-detik proklamasi kemerdekaan.

moral of the story yang saya tangkap setelah menyaksikan trailer ini adalah sebuah ajakan untuk mengingat peristiwa penting dibalik proses menuju kemerdekaan indonesia. tiga tokoh yang saya sebutkan tadi adalah tokoh sentral pada detik-detik menjelang keputusan besar (proklamasi kemerdekaan) itu diambil.

peristiwa rengasdengklok memang menjadi catatan penting dibalik proklamasi kemerdekaan. hal itu sudah lama saya ketahui dari pelajaran sejarah di bangku sekolah. tapi juga bukan suatu hal yang salah kalau gambaran nyata menjelang proklamasi kemerdekaan indonesia baru sekarang saya pahami dan mengerti dengan mudah setelah menonton trailer tersebut. sejauh ini, 8 tahun lebih setelah meninggalkan kelas pelajaran sejarah, jujur saya ‘hanya’ familiar dengan nama soekarno, hatta, fatmawati, dan sayuti melik bila berbicara tentang proklamasi kemerdekaan. trailer ini seperti melengkapi memori tentang sejarah kemerdekaan indonesia di kepala saya. --sama seperti saya baru tahu sekitar dua atau tiga tahun lalu bahwa rekaman suara proklamasi yang biasa kita dengar itu dibuat beberapa tahun setelah tahun 1945, bukan suara asli saat pembacaan proklamasi tahun 1945--.

tidak dapat dipungkiri bahwa banyak hal tentang sejarah yang harus diingat dan diketahui, namun jarang ada yang bisa menampilkannya sebagai sesuatu yang menarik, bukan lagi seperti text book saat sekolah dulu yang sering menemani saya tidur sampai pagi karena kehabisan energi untuk bisa menyelesaikan lembar demi lembar di dalamnya yang cenderung membosankan.

well, proklamator indonesia memang soekarno dan hatta. tapi menurut saya sukarni, chaerul saleh dan wikana juga bagian penting dari sejarah kemerdekaan indonesia. mereka juga pahlawan negara ini. seperti mengulang tulisan saya yang lalu bahwa pahlawan tidak harus memanggul senjata dan berada di garis depan peperangan. pahlawan adalah dia yang berani berbuat banyak untuk melakukan perubahan berarti bagi orang dan lingkungan sekitarnya.

jadi, jangan lupakan 16 agustus karena selalu akan ada enam belas sebelum tujuh belas.

merdeka!

update 18 agustus 2008 00:09 AM
hasil ketawa ngakak bareng-bareng saat makan bakso malang di bintaro sektor 9, magrib tadi. seorang sahabat sudah penasaran sejak lama menunggu 16 agustus 2008 jam 21.00 dengan harapan dapat melihat sebuah film tentang sejarah kemerdekaan. sekitar jam 21.00 dia ‘hanya’ mendapatkan sebuah iklan trailer saja di salah satu stasiun tv. berharap dapat menonton film yang dimaksud secara utuh, dibolak-baliklah semua channel tv, tetapi sampai tengah malam film yang diharapkannya tidak kunjung tayang di stasiun tv manapun.


ketahuilah sahabat, bahwa ‘sesuatu’ yang akan ditayangkan pada 16 agustus 2008 jam 21.00 adalah trailer yang sempat kau kira iklan... :D