mereka siap berlabuh


setelah rosa menjadi yang pertama menikah di bulan oktober tahun lalu, dua orang sahabat saya sewaktu kuliah dipastikan menikah tahun ini. prosesi lamaran salah seorang sahabat saya tersebut telah diselenggarakan siang tadi. tanggal dan tempat telah ditentukan. segala persiapan telah dimulai. selamat menghitung hari, ladies... menunggu datangnya saat terindah dalam hidup :)

**foto diambil di depan kanopi arsitek UNS, Gedung II FT-UNS, 4 maret 2006

movie time : D.O

i don’t know what kinda movie yang baru saja saya tonton tadi sore di megaria. komedi… komedi nakal… komedi dewasa… pokoknya gitu deh. genre film ini sebenarnya lebih ke komedi. oleh rumah produksinya film ini di beri label ‘sex education’. jadi kira-kira film bermuatan pendidikan sex yang disajikan dalam kemasan komedi.


akhir-akhir ini sepertinya tema sejenis ini kerap hadir mengisi persaingan film negeri ini. beberapa waktu sebelumnya ada quickie express, kawin kontrak ataupun extra large. dulu, jauh sebelum kebangkitan kembali film indonesia, film warkop DKI pun banyak menyajikan tema komedi yang sedikit ’nakal’. yang lebih ’nakal’ lagi mungkin film-film yang pernah dibintangi sally marcellina, ayu azhari atau inneke koesherawati di tagun 90an. namun di film DO ini walaupun sedikit ’nakal’ dan berbau sex, titi kamal tidak perlu berbuka-bukaan seperti bintang film yang saya sebut tadi. karena berpakaian rapat sekalipun, sex appeal nya tetap akan muncul.

anyway sebagai genre komedi, film ini lumayan berhasil bikin ketawa kok. hitung-hitung ngendorin syaraf otak yang tetap bekerja keras di masa long wiken seperti saat ini (fyi : long wiken ini saya tetap ngantor seperti biasa!).

tauto – megono pekalongan

seumur-umur saya baru pertama kali mencicipi tauto dan sego (nasi) megono khas pekalongan. itupun tidak sengaja, ketika kebetulan lewat menyusuri tebet timur saya melihat rumah makan tauto nino, tepat di depan pasar PSPT. kalau sekedar mendengar tentang kedua jenis makanan ini sih sudah sejak lama karena salah satu teman kost saya selama di solo --yang berasal dari pekalongan-- sering bercerita tentang tauto dan megono. tapi baru kali ini saya menjumpai tempat makan khas pekalongan di jakarta.

tauto sendiri singkatan tauco + soto, menyerupai soto namun berwarna kemerahan karena menggunakan tauco sebagai bahan dan bumbu dasarnya. didalamnya saya temui juga soun dan potongan daging, yang rasanya berbaur dengan aroma khas tauco. sementara nasi megono yang saya pesan berisi nasi putih, megono, kering tempe, telur pedes, sayur lodeh, ikan asin goreng dan ketimun sebagai lalapnya. cukup komplit, sampai saya terkaget-kaget dengan banyaknya ‘teman’ makan nasi megono ini. oiya, megono sendiri adalah nangka muda yang dicincang kasar bersama kelapa muda dan bunga kecombrang. tadinya saya pikir rasanya manis seperti serundeng, tapi ternyata kedua jenis makanan yang saya temui ini jauh dari taste manis yang familiar buat lidah saya yang jawa-banget. jujur, kedua jenis makanan ini terasa kurang cocok di lidah saya yang menyukai taste masakan manis-pedas.

anyway rate makanan di rumah makan ini relatif cukup terjangkau. satu mangkok tauto + nasi dihargai 11k, sementara nasi megono komplit dihargai 9k. sekedar informasi, pemilik rumah makan disini menjamin semua makanan yang disajikannya bebas vetsin. dan hal tersebut ditulis besar-besar di dinding serta di daftar menu.

satu yang menarik buat saya dari tempat makan ini adalah pernak-pernik dan pajangan yang menghiasi dinding maupun interiornya yang sangat pekalongan banget. gimana tidak, sang pemilik yang asli pekalongan ini benar-benar menjadikan rumah makan ini bukan hanya sekedar tempat untuk makan, namun juga wahana nostalgia buat orang pekalongan di jakarta yang mampir ke rumah makan ini. segala hal yang berbau pekalongan ada di sini. mulai dari taplak meja yang menggunakan batik khas pekalongan, peta pekalongan dalam ukuran besar yang tertempel di dinding, foto-foto kota pekalongan jaman rikiplik, segala jenis artikel tentang pekalongan yang dimuat di media cetak, foto-foto walikota pekalongan yang berjejer urut sesuai masa jabatannya sampai yang paling ekstrim menurut saya adalah adanya becak dan motor jaman jadul di sudut ruangan yang turut menyemarakkan nostalgia tentang pekalongan.

pengen ikut merasakan masakan khas pekalongan tersebut? semoga rumah makan tauto nino yang ada di jalan tebet timur dalam raya ini (depan pasar PSPT) dapat membawa atmosfer kota batik ke hadapan kita. selamat mencoba…

movie time : ayat-ayat cinta

setelah memasuki minggu ketiga masa tayangnya di bioskop, akhirnya saya baru saja kesampaian nonton ayat-ayat cinta. tadinya saya dan happy sepakat untuk nonton film ini minggu siang besok. tapi ndelalah beberapa menit sebelum pulang kantor sore tadi, dia menelpon saya memberitahu bahwa minggu pagi besok harus duty ke bandung. so jadilah rencana nonton dimajukan menjadi malam ini. sebenarnya sejak 2 minggu yang lalu dia sudah pamer punya 3 file bajakan versi AVI di laptopnya yang didapat dari teman kantornya. tapi saya tetap kekeuh pengen lihat filmnya di bioskop dong... :P

seperti biasa studio yang memutar ayat-ayat cinta itu tidak pernah sepi, terlebih malam minggu. beruntung sepulang kantor sore tadi saya mampir margo city dan dapat tiket untuk jam 19.30 malam ini, walaupun di barisan ketiga dari depan --yang bikin kepala saya agak tengeng selama nonton--. mostly yang nonton malam ini berisi keluarga bahagia : ayah, ibu dan anak-anaknya yang kompak nonton bareng di malam minggu. hehehe, seneng aja ngeliat keluarga kompak kaya begitu...


sejauh ini saya memang belum membaca novel ayat-ayat cinta. nora ya? EGP deh. tapi begitu dengar novel tersebut akan di angkat ke dalam sebuah cerita layar lebar, saya jadi tambah males dan tidak kepengen membaca novelnya. saya pernah beberapa kali kecewa setelah membaca buku yang menurut saya isinya menarik (sebut saja diantaranya dealova atau cintapuccino yang sempat saya baca beberapa tahun lalu saat masa akhir kuliah) namun selang beberapa waktu kemudian setelah di angkat menjadi sebuah film, ceritanya jadi aneh dan seperti ada bagian yang hilang. chemistry yang saya dapatkan ketika menontonpun tidak sedalam chemistry yang saya dapatkan sewaktu membaca. wajar aja sih, secara memang tidak mudah merangkum buku setebal sekian ratus halaman ke dalam dua jam durasi film. itulah sebabnya sampai detik ini saya belum berniat membaca novel ayat-ayat cinta.

so far menurut kita film ini bagus kok, recommended buat ditonton. tapi karena saya belum membaca bukunya, maka saya tidak akan mereview perbandingan antara film ini dengan novel aslinya. kalau mau baca review lengkapnya bisa numpang lihat di sini. saya cuma mau komentar kalau akting rianti di film ini bagus, natural banget. komentar lainnya hummm... saya tidak tahu apakah saya akan pernah siap atau tidak untuk memiliki hati seperti aisha yang rela dipoligami... ;)

**poster ayat-ayat cinta dicomot dari sini

sate buntel

demi sate buntel, malam minggu kemarin dalam perjalanan pulang dari sumurbatu ke cibubur, dengan amat-sangat-diniatin-banget gimana caranya pokoknya harus lewat tebet buat mampir makan di sate buntel solo di jalan tebet raya (my god! tebet lagi, tebet lagi…). sudah beberapa hari belakangan ini happy pengen banget makan sate yang bentuknya kaya guling itu.

sampai tebet sekitar jam 20.00, lagi lapar-laparnya dan langsung pesan 1 porsi sate buntel (isi 2), 1 porsi tongseng buntel, 2 piring nasi, aqua botol + lemontea hangat. begitu pesanan sampai ke depan meja, kita ngliatin sebentar makanan yang ada di depan kita, mengendus2 aromanya (yang bikin tambah lapar), langsung icip-icip, bengong sebentar, trus saya dan happy berpandangan dengan raut muka gak jelas gitu. tau gak? parrrraaaaaaaaaaaahhhh banget enaknya… ennnaaak banget, hampir aja kalap hehehe.


anyway walaupun sate ayam dan sate kambing lebih familiar dan lebih banyak dijual, tapi buat kami berdua sate buntel jauh lebih istimewa dibandingkan sate kambing biasa. daging yang digunakan di sate buntel ya tetap daging kambing, tetapi yang membedakan sate buntel dengan sate kambing biasa adalah daging kambingnya di cacah halus, diberi bumbu, kemudian dibuntel (dibungkus) dengan lemak kambing untuk kemudian dibakar dan dibumbuin sama seperti sate kambing pada umumnya. jadi bisa dibayangkan rasanya, double bumbu di dalam dan di luar. begitu juga dengan tongseng buntel, yang berbahan baku daging kambing di cacah halus, dibumbuin, terus di buntel dengan lemak kambing, setelah itu dimasak ala tongseng mengunakan kuah gule. waaaa… maknyusss lah pokoknya…

total kerusakan untuk kekalapan kami malam ini 47k, dengan perincian 18k untuk 1 porsi sate buntel (isi 2), 15k untuk 1 porsi tongseng buntel, nasi putih @3k, aqua 3k, dan 5k untuk lemontea hangat. so far kami bisa bilang 8.5/10 untuk sate buntel disini. besok-besok pasti bakalan sering makan sate disini lagi deh… ^^

btw apa kabar sate buntel pak bejo di lojiwetan ya? sate mbok galak di sumber? atau sate-tongseng di sebelah wetan perempatan baturono itu? huhuhu…. mendadak jadi kangen solo banget…

addicted

im so addicted! hohoho…. iya, saya benar-benar kecanduan dengan games jenis mario bros ini. dari jaman rikiplik dulu waktu saya kecil, saya gandrung sekali memainkan super mario bros di nintendo. dan sampai saat ini saya tetap freaky + setia dengan games sejenis ini, walaupun dalam versi games komputer.


seiring dengan aktivitas proyek seminggu belakangan ini yang mulai menurun, entah berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk berpetualang di dunia jamur dan pipa ini. kalau dihitung bisa lebih dari setengah hari jam kerja yang saya pakai hanya untuk ngegame. oh no… god, help me! seingat saya bermain games mario bross tidak ada dalam jobdesk tugas saya. duh, saya jadi merasa bersalah dan kasihan dengan perusahaan tempat saya kerja ini, sia-sia membayar saya setiap bulannya hanya untuk ngegame… ^^

SIM baru

tadi siang saya kabur sebentar dari kantor, pergi ke samsat jakarta timur di daerah kebon nanas untuk memperpanjang SIM C yang akan habis beberapa jam lagi. jujur ya, ini pertama kalinya saya mengurus SIM dengan jalur resmi. 2 SIM sebelumnya, A dan C saya yang pertama saya dapatkan melalui jalur ehm… ’nembak’.

ternyata memperpanjang SIM itu gak seribet yang saya bayangkan sebelumnya --yang awalnya saya kira seperti mengurus SIM baru--. dari pertama kali melangkahkan kaki ke dalam kantor tempat perpanjangan SIM hingga SIM yang baru ada di tangan saya, hanya memakan waktu sekitar 30 menit saja. pelayanannya pun simple dan gak ribet.

tidak mau mengulang pengalaman foto yg gak-banget di SIM C saya yang pertama, tadi saya sempat pesan ke petugas yg memfoto saya kalau saya ingin di foto lebih dari sekali. hehehe, benar-benar menggadaikan rasa malu. jepretan pertama tidak memuaskan, kepala saya miring ke kanan. jepretan kedua kurang memuaskan, senyum saya terlihat maksa. hingga akhirnya saya jadi malu sendiri di jepretan yang ketiga. alhasil jepretan ketiga inilah yang sekarang tertampang di SIM baru saya. menurut mama sih bagus. tapi sebenarnya saya masih kurang sreg dengan pose yang ada di SIM C saya yang baru, gak tahu kenapa kok muka saya jadi terlihat gimanaaaa gitu. tapi ya sudahlah, toh sebagus apapun pose foto SIM, hanya akan tersimpan dalam dompet untuk lima tahun ke depan.

welcome home, pa...

setelah ‘pindah tidur’ di RS UKI cawang selama 5 hari 4 malam akhirnya papa diperbolehkan pulang tadi sore. sebenarnya sejak hari kedua dirawat di RS, papa merasa sudah baik-baik saja dan sudah ribut ingin pulang karena ada schedule tugas ke bogor dalam rangka diklat calon hakim mulai senin kemarin. tapi tentu saja dokter, mama dan keluarga besar menginginkan papa tetap di rumah sakit, istirahat sampai benar-benar sembuh.

selama ini papa adalah tipikal orang yang malas dan susah berurusan dengan dokter, rumah sakit dan obat untuk dirinya sendiri. namun demikian papa adalah orang yang paling ribut bila ada orang terdekatnya sakit, yang ribut menyuruh ke dokter lah, minum obat lah, dan memberi dana untuk ke dokter. beberapa waktu sebelumnya papa juga pernah mengeluh sakit di bagian inilah, itulah, tapi tetap saja gak mau ke dokter hingga sakit itu hilang sendiri dan tidak lagi dirasakannya. maka kemarin mumpung papa ‘menyerahkan diri’ ke rumah sakit, rangkaian pemeriksaan dan general checkup mau – tidak mau harus di ikutinya. hasil pemeriksaan menyeluruh tersebut menyatakan papa mempunyai hipertensi (darah tinggi) dan asam urat. sedangkan kondisi jantung, ginjal dan organ lainnya alhamdulillah baik, begitupun dengan kadar gula darah yang juga bagus.

masih aja sempet-sempetnya becanda waktu dipoto... :P
selama di rumah sakit kemarin, papa sama sekali gak mau makan makanan dari rumah sakit. kepengennya yang aneh-aneh, mulai sate padang di pertigaan hek sampai nasi padang sari bundo di harmoni (nasi padang favorit papa). akhirnya kemarin sore sepulang dari kantor di pangeran jayakarta, happy bermacet-macet ria dari harmoni menuju cawang dengan beberapa kotak nasi padang, lengkap dengan sambel pete sari bundo yg khas itu. dan malam ini di meja makan ada 3 bungkus porsi besar sate padang pertigaan hek yang baru saja dibelikan mama untuk papa.

eniwei… welcome home ya, pa…