member get member

dagangan renny di arisan monas minggu lalu akhirnya berpindah ke tangan saya. makeup kit oriflame yang berisi 16 eyeshadow + 2 lip gloss + 2 lip shine + 1 blusher + 1 face powder (yang setahu saya gak dijual bebas, hanya buat member yg rajin belanja kaya renny aja, hehehe…), anti stretch mark cream 150 ml (yang sebenarnya-gag-niat-beli-tapi-kok-tergoda-juga) plus tambahan bonus tender care silver edition. semua barang-barang ini sudah mulai gencar di tawarkan kepada saya sejak sebulan yang lalu dan berhasil membuat saya mupeng. no wonder, ternyata mpok satu itu emang memiliki bakat besar memikat orang biar ngeborong dagangannya, hehehe... ^^

and u know what? sebenarnya saya seorang member oriflame juga loh, tapi ya gitu deh… saya lebih sering menyumbang pundi-pundi point ke member lain daripada memenuhi point sendiri. hihihi…

maafkan saya yang telah khilaf belanja (lagi). tapi please jangan suruh saya untuk melihat kalender atau melongok sisa lembaran rupiah dalam dompet di penghujung bulan seperti saat ini…

untuk pak harto

innalillahi wainna ilaihi raji’uunnn...

haji muhammad soeharto (1921-2008)
minggu, 27 januari 2008, 13:10 wib

my sincere condolences to all of the family...

terlepas dari semua permasalahan dan kesalahan yang pernah ditujukan kepadanya, kita patut mengenang jasa-jasanya terhadap negara ini.

rest in peace, pak...

*saya yang waktu itu pernah berdiri di barisan anak SD sambil melambaikan bendera, menyambut kunjungan bapak di tahun 1991 dalam sebuah acara di bumi perkemahan cibubur*

nyaris monas

inilah another episode wiken bersama sahabat-sahabat saya. setelah conference di YM kamis kemarin yang bingung mau ketemuan dan kopdar dimana, akhirnya setuju aja ama ide gokil-nya epha buat mengambil lokasi di…. jreng jreng jreeeeeeeeng…. monas! yipppiee… iya, monas boooo…

menelisik ke belakang, setelah acara arisan di plangi pertengahan november kemarin, kita semua belum ketemuan lagi. jujur, banyak yang berubah setelah terakhir kali kopdar plangi itu. akhir november kemarin millie harus cabut dari jakarta setelah mantap dengan keputusannya bergabung di sebuah proyek di pedalaman papua. rosa sepertinya bakalan jarang ikut kopdar lagi beberapa waktu ke depan. sementara rahma masih menetap di solo, dan belum ada business trip lagi ke jakarta.

jam 10.30 semua sudah berkumpul di monas. renny yang datang sama yogi sudah lebih dulu menginjakkan kaki di monas, menyusul kemudian epha. saya dan happy datang paling akhir. ternyata gak gampang loh buat bener-benar bisa ketemuan di monas, secara monas segede gambreng gitu. untungnya tadi ada acara perbankan yang lumayan rame, setidaknya bisa buat ancer2 lokasi. waktu lagi celingak-celinguk nyari dimana posisi renny, yogi dan epha, duet mc di atas panggung sana meneriakkan nama andra & the backbone (setelah sebelumnya ada rossa). lucu banget, justru kita semua ketemuan saat sedang setengah berlari mendekat ke arah panggung. selanjutnya bisa ditebak, berdiri berjejer rapi di tengah terik matahari sambil karaokean 3 lagu, termasuk salah satu diantaranya ‘sempurna’.
oiya, ternyata duet maut mc di atas panggung itu adalah artika sari devi + panji pragiwaksono. renny yang notabene ngefans berat ama jeng tika, konsen banget mondar mandir buat foto-foto, bahkan sampai ke backstage. --simak sendiri pengakuan renny disini.--

ok, kembali ke tujuan awal, yaitu arisan di pucuk monas. begitu kita lihat ke arah monas… nah loh! antriannya booo…. bikin patah arang. mulai dari loket, bagian dasar monas, sampai pucuk monas udah kaya dikerubungin semut-semut. antri banget, sampai muter-muter gitu deh antriannya, udah gitu panas pula. makasih banget deh kalo disuruh tetap keukeh ngantri ke pucuk monas. sebagai gantinya kami berpose narsis dengan latar belakang monas, biar berasa sudah ke monas. ndeso banget yah... :P

maka museum nasional alias museum gajah menjadi tujuan dadakan karena kita semua memutuskan untuk tidak naik ke monas. jujur ini pertama kalinya saya masuk museum ini, begitu juga renny dan epha. awalnya saya membayangkan bahwa isi museum ini berkaitan erat dengan sejarah kemerdekaan indonesia. hohoho, ternyata tidak. mostly isi koleksi museum nasional lebih ke arah fosil, arca, perhiasan dan berbagai macam miniatur rumah adat indonesia. gak bisa ngebayangin berapa total nilai rupiah dari keseluruhan isi museum ini. no wonder padahal harga tiket masuknya cuma tujuh ratus lima puluh perak doang, masih lebih murah dibandingkan dengan harga pemakaian toilet umum. pemaparan lebih lengkap dan mendalam tentang kunjungan ke museum ini bisa dibaca disini, di blognya renny.

keluar dari museum gajah kami mampir di bangunan baru di sebelah museum, yang sedang dilaksanakan pameran lukisan seorang seniman asal china. kita nonton pameran lukisan gitu? gak salah? hahaha... cuma lewat doang sih, selebihnya tetap foto2 narsis.

ujung perjalanan hari ini diputuskan berakhir di tempat biasa, di mc.d - mc.cafe sarinah. oh no! lagi-lagi tempat ini, gak tahu udah berapa puluh kali jalan-jalan yang dimulai dan berakhir di tempat ini.

selanjutnya halte busway sarinah menjadi tempat persinggahan terakhir sebelum berpisah. epha mengambil rute sarinah - blok m- kost bintaro. sementara saya, happy, yogi dan renny kembali lagi ke parkiran monas, untuk selanjutnya pulang.

im so happy today... menyadari betapa momen-momen kebersamaan yang dulu sering kami lewati bersama menjadi sesuatu yang 'mahal' ditengah keseharian kami. hiks... miss you all, ladies...

kenapa begini - kenapa begitu

lihat kalender di atas meja komputer
lima hari menuju akhir bulan
kuota speedy saya baru mencapai setengah pemakaian biasanya

buka internet, buka blog
aduh... kok jadi jarang update ya?
padahal banyak yang sudah di tulis, tapi memang belum sempat di upload

buka hengpong, buka inbox sms
1101 sms di gsm dan 79 sms di cdma
tapi kok... nomor nya itu-itu aja ya...?

cek pemakaian pulsa di gsm
cek pulsa cdma juga
loh loh loh... tumben-tumbenan melonjak!

kok gini ya...???!
kok gitu sih...???!!!

o iya...!!! baru ingat...
saya kan punya pacar lagi...
pacar baru?
ah... rasanya bukan... :)

11 januari (lagi)

terima kasih GIGI untuk untaian nada dan lirik indah yang terangkai dalam '11 januari'. kalau pertengahan tahun kemarin saya tidak memiliki alasan ketika memposting tulisan tentang lagu ini, tetapi hari ini 11 januari 2008, akhirnya saya memiliki alasan dan tahu pasti kenapa lagu ini juga menjadi ring back tone di hengpong saya sejak enam bulan yang lalu.

go to planetarium

saya pengen banget ke planetarium. iya, planetarium yang di TIM menteng itu. biarpun dari kecil saya menghabiskan hidup saya di jakarta, dari TK, SD, SMP sampai SMA tapi tercatat baru 1x saya ke planetarium. kapan? jangan tanya deh…. duluuuuuuu banget, jaman rikiplik banget, jaman kuda makan besi kali --sampai sekarang jamannya kuda pada makan spaghetti, hehehe..--.

seingat saya pertama dan terakhir kalinya planetarium waktu acara darmawisata sekolah saya waktu saya kelas 4 SD, sekitar tahun 1992 alias hampir 16 tahun yll! booo… long time ago banget kan…

so karena hari ini tanggal merah, akhirnya saya berencana ke planetarium setelah jam makan siang, langsung dari kantor --fyi ya bo…biar kata tanggal merah juga, kantor saya tetap masuk atau ga libur, hiks hiks…-- awalnya agak ragu takut tutup, tapi dijabanin dulu aja deh, iseng-iseng berhadiah, sapa tau buka. ternyata benaran buka loooo... senangnya...
tadinya saya pikir pengunjung planetarium gak begitu rame dan hanya rombongan darmawisata anak sekolah aja. ternyata saya salah! tidak ada rombongan darmawisata hari ini. malah tak ubahnya seperti tempat hiburan lain, banyak banget keluarga bahagia dan orang tua yang membawa anak-anak mereka untuk menghabiskan harpitnas ini untuk rekreasi edukatif.
htm planetarium seharga 7500 rupiah. setelah berdiri antri menunggu jam pertunjukan di buka, akhirnya kesampaian juga mengulang apa yang pernah saya lihat 16 tahun yll, saat pertama dan terakhir kalinya mengunjungi tempat ini, melihat gugusan bintang, planet, benda luar angkasa dan lainnya.

tanpa perlu penjelasan panjang lebar, lega rasanya bisa mengenalkanmu pada sjanaishcara nun jauh di sana...

baca buku

ini buku yg beberapa hari belakangan ini saya baca. judulnya ’siapa bilang kawin itu enak?’ [kumpulan cerita pendek tentang pasangan muda]. bukan buku baru sih sebenarnya, tapi kebetulan aja nemu pas iseng-iseng mampir gramed depok minggu sore kemarin. walaupun judulnya provokatif, bikin jidat berkerut dan alis naik sebelah, tapi buku ini ringan banget. semua sudut pandang cerita emang dilihat dari sisi wanita, secara penulisnya juga wanita. so far walaupun belum selesai dibaca semuanya, kayanya banyak yang bisa dipelajari dari buku ini, bahwa pernikahan bukanlah akhir sebuah tujuan, tapi awal sebuah perjalanan. ^^

hei kamu yang baru saja membangunkan lelapku... kamu juga setuju dengan hal itu kan? =)

untuk kali ini jangan paksa saya untuk memilih

pasti pernah denger lagu dangdut yang liriknya ”daripada sakit hati lebih baik sakit gigi ini...biar tak mengapaaaa....” semenjak tau rasanya sakit gigi dan rasanya sakit hati sebenarnya saya pengen protes. boooo, giling... sakit hati dibandingin ma sakit gigi, sakit gigi di bandingin ma sakit hati. sakit hati jelas memang gak enak, obatnya susah, --gak dijual di apotek dan toko obat--, udah gitu sembuhnya gak bisa ditentuin berapa lama. begitu juga dengan sakit gigi. dipikir sakit gigi enak apa... ga enak, nyong! uuugghhh, sekujur badan bisa kompak ikutan sakit gara-gara sakit gigi. yang kepala pusing lah, badan panas, gak bisa makan, gak bisa tidur... jadi menurut saya rasa sakit akibat sakit hati dengan sakit gigi sama sekali tidak bisa dibandingkan, dan saya tidak rela keduanya dibandingkan walaupun sama-sama sakit... ^^

saya sangat tahu rasanya sakit gigi, terutama seminggu belakangan ini. gitu deh yang terjadi pada gigi saya. gak tau gigi saya yg gede-gede atau mulut saya yang terlalu imut *yiakzzz…*, keempat gigi bungsu saya tumbuh abnormal mulai 3 tahun yll. 2 gigi bagian bawah tumbuh ke arah depan, menyodok gigi geraham di depannya sementara gigi bagian atas tubuh ke arah luar. sebenarnya ini bukan masalah baru, sudah terdeteksi sejak sekitar 2-3 tahun yang lalu saat masih kuliah dan tinggal di solo. setelah melakukan foto rongent pada rahang, dokter jenny, --dokter gigi langganan di solo yang saya kenal lewat seorang kakak tingkat waktu kuliah-- menjelaskan panjang lebar mengenai dampak, akibat dan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi ke depannya dengan gigi saya, antara lain rusaknya gigi geraham di depannya dan migran yang akan lebih sering saya alami dibandingkan sebelumnya. tindakan yang harus sesegera mungkin di ambil adalah mencabut ke empat gigi abnormal tersebut! (karena secara fungsional juga tidak terlalu berfungsi dibandingkan geraham di depannya).

sedikit informasi yang sempat saya cari ke tante wiki :


"gigi bungsu adalah gigi geraham ketiga yang muncul pada usia sekitar 18-20 tahun. gigi bungsu termasuk dalam kategori struktur vestigial, yaitu struktur yang fungsi awalnya menjadi hilang atau berkurang sejalan dengan evolusi. kehadiran gigi bungsu yang diperkirakan dapat membantu bila ada geraham lain yang tanggal menjadi tidak berguna, malah pada kebanyakan orang menjadi masalah.


masalah yang kerapkali timbul adalah karena gigi bungsu tumbuh paling akhir, terkadang rahang tidak memiliki tempat yang cukup untuk gigi bungsu tumbuh dengan wajar. akibatnya gigi bungsu mendesak gigi geraham yang berada di depannya. hal ini akan mengakibatkan sakit pada gigi. masalah ini umumnya diatasi dengan mencabut gigi bungsu yang baru tumbuh. bila gigi bungsu menempati posisi yang sulit untuk dicabut, yang dicabut adalah gigi geraham yang terdesak sehingga gigi bungsu mendapat tempat yang cukup untuk tumbuh"


nah loh! sama banget dengan yang saya alami. saya menyetujui saran dokter jenny. untuk menyelamatkan geraham saya yang saat itu sakit akibat desakan pertumbuhan gigi bungsu yang abnormal itu (sampai2 seperempat permukaan geraham paling ujung pecah booo..), dengan sangat-sakit-sakit-sakit-sakit-banget-nyet akhirnya gigi saya dicabut. hanya 1 gigi saja dulu walaupun saat itu dokter jenny sempat bercanda dan memberikan tawaran ”cabut 3 gratis 1” --gile ajee, kalo program sale sepatu atau baju mah saya jabanin deh...-- mau tahu rasanya operasi gigi? ampuuuuunnnn…. walaupun berkali-kali suntikan di arahkan ke gusi, tetap saja saya bisa merasakan semua yang diperbuat sang dokter di dalam rongga mulut saya. gusi di robek, gigi di ungkit, di cabut dan kemudian dijahit lagi, hampir semua bisa saya rasakan.

cukup sekali dan membuat saya trauma. walaupun gigi tetap bermasalah untungnya semua berjalan baik-baik saja. bahkan 2 hari setelah operasi itu (saat benang-benang di dalam gigi masih berseliweran, belum bisa makan dan buat ngomong aja masih sakit) saya sudah bisa bermain futsal, memperkuat tim futsal angkatan saya dalam sebuah pertandingan futsal seru2an antar angkatan di kampus, sekitar pertengahan 2005 yang lalu.

sampai akhirnya seminggu belakangan ini…. geraham bungsu sebelah kiri bawah semakin mendesak geraham di depannya. sakit yang pernah saya rasakan beberapa tahun lalu kembali saya rasakan. saya tahu dan sadar kalau keadaan masih akan tetap smaa dan bahkan cenderung bertambah parah selama saya belum operasi. saya masih belum memiliki kekuatan dan keberanian yang berlipat ganda untuk memutuskan melakukan pencabutan karena saya tahu sakitnya.

dan kalo lagi sakit gigi begini saya pasti langsung teringat lirik lagu dangdut itu. tapi kalo saya di suruh memilih antara sakit hati dan sakit gigi…no no no no…tunggu dulu, nyong... jangan paksa saya untuk memilih!