goes to soLo

baru sadar ternyata belum nulis tentang kegiatan selama hibernate minggu lalu. mumpung belum banyak yang ’menguap’, saya cicil cerita selama ke solo-jogja tanggal 28 april sampai 2 mei kemarin.

rencana ke solo-jogja ini adalah rencana lama, upaya balas dendam karena tahun kemarin saya sama sekali tidak menikmati libur, termasuk libur long wiken yang tahun kemarin seingat saya lebih dari 5 kali (bahkan libur lebaranpun seingat saya cuma 4 hari saja). begitulah, ritme pekerjaan di proyek memang seperti itu. datang pagi dan pulang hampir tengah malam setiap harinya. belum lagi setiap bulan harus merelakan satu hari minggu yang mau-tidak-mau dan suka-tidak-suka harus dilewati dengan jatah piket masuk proyek. aaarrrgggghhhh....

maka akhir bulan kemarin jadilah berlibur kesana. kenapa solo-jogja? simply because kangen banget makan ini – makan itu di kota itu. kebetulan happy juga baru saja selesai dengan acara roadshow kantornya yang persiapannya memakan waktu berbulan-bulan, dan acaranya sendiri berlangsung tepat di hari ulang tahunnya. *sigh*

saya berangkat ke solo senin malam tanggal 28 april 2008 jam 20.00, naik KA Argo Lawu yang tiketnya baru dibeli siangnya pas jam istirahat. sebelumnya masih antara jadi-gak-jadi. yang jelas kalau dapat tiket dan happy bisa ijin 2 hari, kita langsung berangkat.

dan begitulah... malam itu saya pindah tidur ke dalam kereta, menghabiskan malam dengan perjalanan menuju solo.

renns's prewedd

hari ini saya janji datang ke acara sesi pemotretan prewedding renny-yogi di kawasan kota tua jakarta yang berlangsung dari jam 7 pagi (walaupun saya datangnya telat banget hehehe...). saya excited banget buat datang memeriahkan dan bikin rusuh acaranya. sebenarnya rencana awal pemotretan akan diselenggarakan 2 hari yang lalu, yaitu pada saat libur 1 mei kemarin, tapi diundur karena saya cheerleader dan penggembira yang selalu bikin ribut ini masih di jogja-solo. so jadilah acaranya diselenggrakan hari ini.

overall sesi pemotretannya seru, seru banget. mungkin karena yang dipotret semuanya rada sinting kali ya, hehehe... tapi sayangnya saya datang jam 10.00 dan ketinggalan sesi pemotretan di kota tua. duh, padahal pengen banget ikutan yang di kota tua. tapi gimana lagi, jam 05.25 kereta saya baru masuk jatinegara. trus masih harus ke sumurbatu karena happy bapak ganteng satu itu gak sanggup buat bawa barang bawaan yang berkerdus-kerdus yang mostly isinya oleh-oleh sogokan buat si boss karena bolosnya nambah . jam 07.00 saya baru sampai rumah cibubur. beres2 packingan, sarapan dan jam 08.00 langsung bertolak ke kota, nebeng happy sampai kantornya dan melanjutkan perjalanan dengan bajaj.

anyway walaupun sedikit terganggu dengan ngantuk dan gigi yang mulai nyut-nyutan tapi saya semangat banget nunggu sampai sesi sunset ancol berakhir. senang sekali bisa menangkap rona dan aura bahagia dari sahabat saya itu. ahh.... rasanya ingin segera sampai di tahap itu, untuk selangkah lagi menuju gerbang hari yang baru. :)


ps : baru sadar deh... kok foto saya gak ada ya... :P

happy bidey my-happy-ness

27 april 2008, 00:25 wib
sesaat setelah menelpon kamu


happy birthday, sayang… semoga Allah SWT menjadikan kamu pribadi yang lebih baik di setiap harimu, dan semoga Dia juga selalu menerangi setiap jalan kamu pilih dan keputusan yang kamu buat.

with love_tee.

jakarta trail


saya dan renny hari ini ikutan jakarta trail [eksploring jakarta heritage] yang diselenggarakan komunitas historia, yang mana acara ini termasuk salah satu event di acara world book day 2008. sebenarnya sudah lama banget ikutan milis historia tapi baru kali ini punya kesempatan bisa ikut acara jalan-jalan bareng. rute yang akan ditempuh dalam jak-trail kali ini adalah museum bank mandiri, museum bank indonesia, taman fatahillah, pos indonesia, museum sejarah jakarta, museum wayang, museum seni rupa dan keramik.

waktu habis registrasi ulang, kita dapet pin, roti buaya+air mineral dan booklet tentang tempat tujuan. yang bikin unik ya roti buaya-nya itu looohh... jakarta betawi benget yeeee, secara acaranya emang jalan-jalan di kota tua jakarta.

1st destination
museum bank mandiri

tempat ini adalah tujuan awal dan tempat kumpul semua peserta. dulu banget tempat ini pernah digunakan sebagai bank, dan kini di alih fungsikan sebagai museum bank mandiri. isi museum ini lebih menitikberatkan pada sejarah perbankan di indonesia mulai dari jaman penjajahan sampai sekarang. lebih spesifiknya lagi sejarah perkembangan bank mandiri, mulai dari jaman bapindo, bank bumi daya, bank dagang negara sampai sekarang namanya jadi mandiri. kebanyakan isinya foto tokoh-tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan berpengaruh di bank-bank tersebut. semuanya dapat ditemukan di lantai atas museum ini. sementara di lantai bawah banyak dijumpai koleksi brankas (dari segala jaman dan model), berbagai macam mesin hitung dari jaman kuda makan besi sampai kuda makan spageti rikiplik sampai sekarang.

yang paling saya suka di tempat ini ada beberapa ruangan yang menampilkan ada foto fungsi ruangan pada jaman yang dulu dan fungsi saat ini yang terlihat di depan mata. beberapa ruangan sempat saya capture, bisa dilihat perbandingan antara past dan presentnya.


2nd destination

museum fatahillah

tidak akan bercerita banyak tentang tempat ini, secara tempat ini adalah satu yang paling familiar bila kita menyebut tentang ’kota tua jakarta’. saya sendiri terhitung sudah 2, 3 eh kira-kira 5 kali mengunjungi tempat ini (tolong dicatat, ini rekor dalam sejarah hidup saya mengunjungi museum, hehe...).

walaupun tidak ada hubungannya dengan acara jakarta trail, saya cuma mau ngasih tahu kalau tempat ini adalah salah satu spot favorit buat prewedding. sekedar informasi, pengelola mematok 350ribu rupiah perhari sebagai biaya sewa tempat untuk prewedding.


3rd destination
museum bank indonesia

yiayyy... menurut saya museum ini adalah spot yang paling ‘nendang’ dalam acara jaktrail ini. saya baru pertama kali masuk ke dalamnya. no wonder, di balik rupa bangunan yang kolonial ternyata di dalamnya menyimpan interior bergenre modern dan pengkondisian ruangan yang berteknologi. saya, bekas murid sekolah arsitektur yang gagal jadi arsitek :P dan renny yang sehari-hari makan interior pun sempat nora-nora dan gumunan gitu deh :P

oiya, yang paling seru di tempat ini adalah ada permainan ’menangkap uang’ (lupa nama lengkapnya apa). jadi kita berdiri di depan sebuah dinding, kemudian proyektor akan menampilkan gambar koin-koin uang berjatuhan. tugas kita adalah ’menangkap’ dan ’mengurungnya’ dengan tangan, dengan cara menjulurkan tangan ke atas, dan ’mengurung’ koin-koin tersebut. kalau kita berhasil ’mengurung’nya maka akan muncul informasi tentang koin apa yang kita dapat, dan uang dari jaman tahun berapa. kalau diperhatikan gerakan dalam permainan ini mirip seperti satu gerakan balet yang pernah saya lihat di tivi, hehehe...

overall, acara ini menyenangkan kok. walaupun awalnya direncanakan semua tempat akan sudah selesai dikunjungi pada jam 12.00 namun nayatanya baru 3 tempat saja yang terselesaikan. sisanya akan dilanjutkan setelah lunch time. tapi.... saya dan renny termasuk dalam peserta yang drop out, memutuskan untuk balik kanan dan pulang saja... :P

boleh kan aku sedih?

aku ingin menangis.
tapi tolong, jangan dulu kau tanya ”kenapa?”
cukup di situ, jangan mendekat...

karena kau tahu kan...
superman saja has the right to bleed bisa terluka,
hati wonder womanpun bukan terbuat dari besi dan baja...
apalagi aku...

aku rindu

aku rindu...
menunggu kantuk malam di bawah temaram lampu kamar,
sambil mendengar riuh kisahmu di ujung selularku...
atau sekedar menyusun kata pada pesan singkat sambil menunggu datangnya lelap yang akan melarutkanku ke alam mimpi...

aku rindu...
pada sepenggal kisah di balik gelas-gelas kopi yang telah kita habiskan malam ini sambil berbagi cerita tentang apa yang sedang kita lakukan demi mengejar cita-cita...
atau episode tertawa bersama di bawah sorot lampu jalan yang menerangi tempat kita duduk sambil menikmati makanan khas malam di kota kecil itu...

aku rindu...
berada pada satu dimensi dimana senyum dan sapa hangat selalu kutemui di panasnya hari, di dinginnya malam bahkan di derasnya hujan yang penah ku lalui...
aahh...pesona itu selalu memaksaku untuk merindunya, walau ku tahu kini jarak dan waktu kian terbentang...

aku rindu...
mendengar untaian tuturmu yang hangat, membuka kotak ingatanku akan masa kecil dimana selalu kau ceritakan kisah tentang kleting kuning yang menemaniku menghabiskan segelas susu sebelum tidur siangku...

sayang, sahabat, solo dan simbah putri...
aku rindu... rindu sekali....

kartini... putri yang harum namanya

apa yang mengingatkan kita pada 21 april? seperti sudah terprogram di kepala pasti banyak dari kita yang menyebut kartini... emansipasi wanita... atau teringat dengan balutan kebaya beludru berwarna gelap, lengkap dengan kain batik dan di tambah dengan konde bulat, besar yang menutup bagian belakang kepala... atau mungkin kembali mengingat masa lalu saat di sekolah dasar mengikuti karnaval pakaian adat, kebaya atau lomba-lomba yang menunjukkan sisi kefemeniman. selalu ada saja cara untuk mengenang kartini, tokoh emansipasi wanita indonesia itu.

setiap 21 april datang, saya pasti langsung teringat kartini dan masa kecil saat SD yang merasa tersiksa memakai kebaya beludru berwarna gelap dan konde jawa yang memperlihatkan sempurnanya ’lapangan golf’ di jidat saya ketika duduk di bangku kelas 4 atau 5. sambil menyanyikan lagu ’ibu kartini’ saat upacara hari kartini, saya membayangkan kartini seperti lirik yang saya nyanyikan bersama seluruh teman satu sekolah. kartini adalah seorang putri sejati, putri indonesia yang harum namanya. selain itu juga seorang pendekar bangsa, pendekar kaum wanita untuk merdeka, seorang putri yang mulia, yang cita-citanya sungguh besar untuk negara ini.

ah... sempurna sekali kartini yang saya kenal saat saya kecil. putri bangsawan, kaya raya, bisa berbahasa belanda dan bergaul dengan noni-noni londo pula.

lima belas tahun berlalu. pendapat saya tentang kartini berubah ketika saya banyak membaca buku tentang kartini saat proses tugas akhir. putri bupati yang dulu pernah saya anggap sempurna itu berubah menjadi sebuah keprihatinan ketika banyak hal baru saya ketahui melalui biografi ’kartini --sebuah biografi--’ (bukunya berwarna coklat muda, tebel banget tapi saya lupa siapa pengarangnya, dulu saya meminjamnya pada seorang teman kampus) dan juga melalui ’panggil aku kartini saja’ pramudya ananta toer. setelah membaca kedua buku itu, menurut saya kartini hidup dalam situasi dilematis, dilingkupi pertentangan batinnya sendiri ketika keharusannya hidup sebagai perempuan ningrat jawa berbenturan dengan keinginannya untuk dapat lepas dari kefeodalan yang melingkupi perempuan saat itu. kumpulan suratnya yang saya baca dalam ’habis gelap terbitlah terang’ atau ’aku mau... feminisme dan nasionalisme [kumpulan surat-surat kartini kepada stella zehandelaar 1899-1903] banyak menyuarakan perasaan dan isi hatinya yang selalu berbenturan dengan keharusannya mematuhi adat di lingkungannya. banyak pemikiran maju yang ditulis dalam surat-suratnya kepada beberapa orang rekan korespondensinya namun ironisnya, kartini yang sudah mengecap pendidikan dan mempunyai cita-cita tinggi terhadap kemajuan perempuan harus takluk kepada adat yang maemaksanya menerima pinangan sebagai istri kesekian seorang bupati disaat kesempatannya menggapai cita-cita belajar dan keluar dari jepara telah menanti di hadapannya.


saya pernah mempunyai pertanyaan ’nakal’ yang muncul begitu saja setelah saya kenyang melahap buku tentang kartini : ”sebenarnya apa jasa nyata kartini terhadap negara ini?”. saya tahu raden ajeng kartini tidak berjuang melawan penjajah --malahan ia bersahabat dan berkorespondensi dengan banyak orang belanda--. tapi saya saat itu juga langsung mendapat jawaban bahwa memang bukan perjuangan perang-nya lah yang membawa kartini menjadi pahlawan dan tokoh penting di negara ini. kartini adalah pionir. isi hati dan pemikiran tentang perempuan yang tertuang dalam tulisan serta surat-suratnyalah yang pada akhirnya dapat membawa perubahan besar terhadap bangsa ini.

memang perjuangan kartini tidak ’segarang’ wanita-wanita pendahulunya, seperti cut nyak dien atau christina martha tiahahu yang terjun langsung ke medan laga pertempuran, ikut mengangkat senjata dan berada di titik depan pertempuran. tapi saya percaya bahwa pahlawan tidak harus memanggul senjata dan berada di garis depan peperangan. pahlawan adalah ia yang berani berbuat banyak untuk melakukan perubahan berarti bagi orang dan lingkungan sekitarnya.

terimakasih kartini.... buah pemikiran revolusioner tentang emansipasi yang lahir dari seorang wanita yang hidup dalam pingitan adat jawa, saat ini telah memberi kesempatan pada perempuan lain untuk dapat ’berbicara’ dan melakukan banyak hal di luaran sana.

ahhh... andai saja kartini tidak pernah ada, sulit rasanya membayangkan keluar-masuk dan naik-turun proyek dengan kebaya dan konde besar itu... :D

selamat hari kartini untuk semuanya....

kalap kalung

saya dan kalung. sejak kuliah dulu saya memang senang pake kalung warna-warni dan berbahan ini-itu, asal cocok dengan baju yang saya pakai. kalung bagi saya seperti bagian yang menyatu dengan pakaian. cukup kalung. lainnya --gelang, anting atau cincin-- kalau mesti samaan juga makasih deh, terlalu ribet - rame - miss matching banget. karena merasa ribet pula, sejak masuk SMU dulu saya sudah menanggalkan anting2 di telinga dan lebih senang memakai kalung. saya yakin semua orang tidak akan salah mengidentifikasi jenis kelamin saya hanya karena saya tidak memakai anting2 [toh memakai anting2 di telinga pun juga belum tentu perempuan kan? :-P].

baiklah. ceritanya hari ini saya kalap… kalap kalung (again). tanpa direncana tadi siang saya rela bermacet-macet saat matahari tepat di atas kepala, menuju tanah abang sama millie yang pertamanya - sih - gak - direncanain - tapi - kok - tau2 - pengen - banget - kesana - deh. kalau millie (dan kebanyakan wanita lain) sibuk memilih ini – itu, saya tidak. bukan baju, bukan celana, bukan sepatu, bukan tas atau bahan batik-kebaya yang saya cari. tapi kalung. walaupun akhirnya yang nyantol kebawa pulang cuma 2 kalung batu-batuan, 2 kalung mote plastik dan 1 kalung rantai-kayu, tapi saya tetap senang. setidaknya jumlah kalung saya bertambah. *horeee...*

oh iya, kalung pink di sebelah pojok kiri atas itu kalung paling baru pemberian renny beberapa minggu yang lalu. katanya waktu pertama kali ngeliat kalung semeriah itu langsung teringat saya dan bilang ’tanti-banget’... huhuhuuu tengkyu ya, pok... :)