sesaat setelah menelpon kamu

happy birthday, sayang… semoga Allah SWT menjadikan kamu pribadi yang lebih baik di setiap harimu, dan semoga Dia juga selalu menerangi setiap jalan kamu pilih dan keputusan yang kamu buat.
waktu habis registrasi ulang, kita dapet pin, roti buaya+air mineral dan booklet tentang tempat tujuan. yang bikin unik ya roti buaya-nya itu looohh... jakarta betawi benget yeeee, secara acaranya emang jalan-jalan di kota tua jakarta.
1st destination
museum bank mandiri
tempat ini adalah tujuan awal dan tempat kumpul semua peserta. dulu banget tempat ini pernah digunakan sebagai bank, dan kini di alih fungsikan sebagai museum bank mandiri. isi museum ini lebih menitikberatkan pada sejarah perbankan di indonesia mulai dari jaman penjajahan sampai sekarang. lebih spesifiknya lagi sejarah perkembangan bank mandiri, mulai dari jaman bapindo, bank bumi daya, bank dagang negara sampai sekarang namanya jadi mandiri. kebanyakan isinya foto tokoh-tokoh yang pernah menjadi orang nomor satu dan berpengaruh di bank-bank tersebut. semuanya dapat ditemukan di lantai atas museum ini. sementara di lantai bawah banyak dijumpai koleksi brankas (dari segala jaman dan model), berbagai macam mesin hitung dari jaman kuda makan besi sampai kuda makan spageti rikiplik sampai sekarang.
yang paling saya suka di tempat ini ada beberapa ruangan yang menampilkan ada foto fungsi ruangan pada jaman yang dulu dan fungsi saat ini yang terlihat di depan mata. beberapa ruangan sempat saya capture, bisa dilihat perbandingan antara past dan presentnya.
2nd destination
museum fatahillah
tidak akan bercerita banyak tentang tempat ini, secara tempat ini adalah satu yang paling familiar bila kita menyebut tentang ’kota tua jakarta’. saya sendiri terhitung sudah 2, 3 eh kira-kira 5 kali mengunjungi tempat ini (tolong dicatat, ini rekor dalam sejarah hidup saya mengunjungi museum, hehe...).
walaupun tidak ada hubungannya dengan acara jakarta trail, saya cuma mau ngasih tahu kalau tempat ini adalah salah satu spot favorit buat prewedding. sekedar informasi, pengelola mematok 350ribu rupiah perhari sebagai biaya sewa tempat untuk prewedding.
3rd destination
museum bank indonesia
yiayyy... menurut saya museum ini adalah spot yang paling ‘nendang’ dalam acara jaktrail ini. saya baru pertama kali masuk ke dalamnya. no wonder, di balik rupa bangunan yang kolonial ternyata di dalamnya menyimpan interior bergenre modern dan pengkondisian ruangan yang berteknologi. saya, bekas murid sekolah arsitektur yang gagal jadi arsitek :P dan renny yang sehari-hari makan interior pun sempat nora-nora dan gumunan gitu deh :P
oiya, yang paling seru di tempat ini adalah ada permainan ’menangkap uang’ (lupa nama lengkapnya apa). jadi kita berdiri di depan sebuah dinding, kemudian proyektor akan menampilkan gambar koin-koin uang berjatuhan. tugas kita adalah ’menangkap’ dan ’mengurungnya’ dengan tangan, dengan cara menjulurkan tangan ke atas, dan ’mengurung’ koin-koin tersebut. kalau kita berhasil ’mengurung’nya maka akan muncul informasi tentang koin apa yang kita dapat, dan uang dari jaman tahun berapa. kalau diperhatikan gerakan dalam permainan ini mirip seperti satu gerakan balet yang pernah saya lihat di tivi, hehehe...
overall, acara ini menyenangkan kok. walaupun awalnya direncanakan semua tempat akan sudah selesai dikunjungi pada jam 12.00 namun nayatanya baru 3 tempat saja yang terselesaikan. sisanya akan dilanjutkan setelah lunch time. tapi.... saya dan renny termasuk dalam peserta yang drop out, memutuskan untuk balik kanan dan pulang saja... :P

saya dan kalung. sejak kuliah dulu saya memang senang pake kalung warna-warni dan berbahan ini-itu, asal cocok dengan baju yang saya pakai. kalung bagi saya seperti bagian yang menyatu dengan pakaian. cukup kalung. lainnya --gelang, anting atau cincin-- kalau mesti samaan juga makasih deh, terlalu ribet - rame - miss matching banget. karena merasa ribet pula, sejak masuk
baiklah. ceritanya hari ini saya kalap… kalap kalung (again). tanpa direncana tadi siang saya rela bermacet-macet saat matahari tepat di atas kepala, menuju tanah abang sama millie yang pertamanya - sih - gak - direncanain - tapi - kok - tau2 - pengen - banget - kesana - deh. kalau millie (dan kebanyakan wanita lain) sibuk memilih ini – itu, saya tidak. bukan baju, bukan celana, bukan sepatu, bukan tas atau bahan batik-kebaya yang saya cari. tapi kalung. walaupun akhirnya yang nyantol kebawa pulang cuma 2 kalung batu-batuan, 2 kalung mote plastik dan 1 kalung rantai-kayu, tapi saya tetap senang. setidaknya jumlah kalung saya bertambah. *horeee...*
oh iya, kalung pink di sebelah pojok kiri atas itu kalung paling baru pemberian renny beberapa minggu yang lalu. katanya waktu pertama kali ngeliat kalung semeriah itu langsung teringat saya dan bilang ’tanti-banget’... huhuhuuu tengkyu ya, pok... :)