roti wonder

Sekotak besar roti wonder pesenan saya sampai juga di rumah. Ceritanya wiken kemarin, jeng, adik saya yang kuliah di solo pulang dalam rangka libur lebaran. Seingat saya ini adalah kali kedua dia pulang ke jakarta sejak kepindahannya 47 hari yll! Gak ngerti ada angin apa, sms penawaran oleh2 dmasuk ke hengpong saya.


Jeng (J) : besok gw pulang naek rosalia. Lu mau gw bawain apa?

Mikir…pengen ini, pengen itu, kangen makan ini, kangen makan itu. Sampe akhirnya saya membalas sms nya...

Saya (S) : roti wonder. Beliin roti abon, donat keju, roti goreng, krumpul daging, ama yg pizza
J : dmana tempatnya?

Gubrag.... gak gaul banget sih nih anak....

S : di jalan gajah mada, habis balapan ke arah monumen pers.
J : ok dey...besok gw cari. Itu juga kalu ketemu ya...

Besoknya masih aja nelpon, bilang kalo nyasar dan dah sampe di depan hotel sahid. Haduh babyyyy...terpaksa panjang lebar ngejelasin kalo tempatnya udah kelewat, karena tokonya satu ruko sama yahoo gajahmada, sebelum perempatan masjid solihin. Sampe akhirnya....

J : i got it. Enak2 ya bo... jadi lapeeerrrrrr....

Huwwwaaaahhh...keesokan harinya akhirnya kotak roti itu nangkring juga di meja makan. Cuma beberapa jam aja, habislah sekotak itu buat ngemil sepanjang malam ^^.

Jadi inget cerita seru tentang roti wonder waktu kuliah dulu. Pertama kali tau roti ini dari hesti, teman kost yang nemenin ke semarang dalam rangka survey TA. Ceritanya kami berangkat dari Solo dalam keadaan kelaperan dan gag sempet makan, yasud mampir deh di salatiga beli eh borong roti wonder. Waktu itu toko roti ini cuma ada di salatiga (di jalan semeru 11 salatiga) dan semarang (di jalan mt haryono 687B semarang). Perjuangan banget buat bisa nemuin tokonya di salatiga ini... Saya dan mantan pacar pernah nyasar, kehujanan dan akhirnya nanya sama Polisi di pinggir jalan dekat pasar salatiga saat mencari toko roti ini.

Jujur roti ini parrraaaaahhh enaknya... --enak banget bo!-- Rani yang hobi nyoba semua toko roti yang ada di solo aja mengakui hal ini. Apalagi jaman rikiplik gitu ’roti yg bisa ngomong’ itu belum masuk solo.

Maka sejak saat itu, siapapun yg melintas solo-semarang pasti gak luput dititipin donat keju-roti pizza-krumpul dan lainnya. Mulai rahma, kiki, hesti, dan sekarang adik saya.

Karena setahun belakangan ini wonder mulai buka cabang di solo (di jalan gajahmada 132A Solo), so... millie also mr&mrs.kurniawan yg mudik...siap-siap saya titipin minggu depan pas balik ke jakarta ya... :P

**rani... semoga tambah mupeng... :D

buka puasa

rani di blognya mengutip perkataan mas hilman bahwa saat yang paling membahagiakan adalah saat berbuka puasa. saya setuju. gak ada lagu terindah yang ditunggu selain kumandang azan magrib yang menandakan saat berbuka puasa. buka puasa senin sampai jumat selalu saya lakukan di kantor. wiken lebih banyak saya habiskan untuk buka puasa bersama sana-sini dan hari minggu biasanya di rumah.

rutinitas buka puasa di kantor biasanya di awali dengan perburuan kolak biji salak, es buah, somay – batagor sampai mie ayam bersama sandra. saya takjub dengan kapasitas dan manajemen perut ibu satu itu yang ternyata sanggup menghabiskan semua makanan secara bersamaan saat buka puasa. katakanlah sore itu misalnya kami beli somay - batagor dan kolak. maka yang ada di hadapan sandra adalah kotak nasi – piring somay – mangkok kolak – gelas es / teh manis (tergantung pesen apa ke OB) yang semuanya dimakan campur-campur bergantian. takjub deh... ^^


oh iya, kumpul-kumpul buka bareng ibu-ibu arisan juga jalan terus. tanggal 22 september kemarin bu-bar di dapur solo kebayoran bareng ma rani, millie, epha (yang khusus datang dari bandung!), yusti, yogi dan abub (loh...sejak kapan bapak-bapak itu ikut arisan...? ^^). waaaa... berasa back to solo banget makan makanan khas solo, nasi liwet, serabi, sampe salad solo. besok-besok saya cerita tentang tempat makan itu deh.


minggu selanjutnya giliran arsitek2000uns@jakarta yang ngadain bu-bar di hartzchicken pasar festival. postingannya nebeng disini aja yah ^^....

m i s s i n g



Baru inget hari ini ada pengumuman ini. ceu’ ika yang pertamanya ngasih tau di milis kalu ada lowongan buat posisi satff rancang bangun. Iseng-iseng beberapa minggu yang lalu saya ikutan register. Hasilnya lolos seleksi administrasi dan harus ikutan verifikasi tanggal 28 nanti.

*buka hengpong, liat schedule*

hahaha… 28 September 2007? Kayanya gak mungkin saya bisa cabut dari tebet hari itu. Miting koordinasi terakhir sebelum ST1 diadakan pada waktu yg bersamaan dengan jadwal verifikasi saya. So... gutbay dan dadababaaaay....

sroto eling-eling

Bukan bermaksud ’menggoda’ semua yang lagi berpuasa, cuma pengen cerita tempat makan yang baru saja saya coba sehari sebelum puasa kemarin. Atas recommend Mr. Suharso, --PPM saya yang hobby makan dan ganti RingBackTone hengpong itu ^^--, akhirnya kesampean juga buat berkuliner di Sroto Eling-Eling di kawasan Lapangan Roos, di seberang Daeng Tata, gak jauh dari Soto Gebraak. Beberapa orang di proyek sudah ada yg merecommend sebelumnya buat coba tempat makan ini, tapi kok ya gak pernah nyampe kesana, selalu dan selalu parkir di soto gebraaak terus, termasuk yg terakhir bareng teman-teman di engineering.



Sroto & Mendoan “Eling-Eling” Khas Banyumas / Sokaraja
. Begitu judul yang terpampang waktu saya baru saja mencari parkiran. Tempatnya gak besar-besar banget, menempati bagian depan / teras sebuah bangunan rumah.
Saya pesan sroto komplit, sroto campur, 4 mendoan dan 2 teh botol. Heheheeewww… standar banget! Mirip soto, sroto berkuah bening, gak kaya soto betawi yg bersantan itu. Sroto komplit yang saya pesan berisi toge (yg masih pendek, banyak bgt!), ati-ampela, daging, paru, dan yang musti kudu ada (katanya sih...) yaitu campuran kacang goreng. Khasnya sroto Sokaraja biasanya dimakan bareng ketupat, tapi saya tetap memilih sepiring nasi ^^.



mendoan yang saya pesan ukurannya lebih besar dari mendoan yg pernah saya ceritakan di kedai es pocong. mendoan disini selalu 'fresh from the wajan', digoreng saat ada pesanan dan langsung disajikan panas-panas bareng dengan cabe rawit dan uap panasnya, hehehe... total kerusakan yang saya buat siang itu adalah 51.5k untuk 2 orang. Riciannya lupa :P. Saya recommend tempat ini buat yg ngiler dengan cerita saya, buat yg pengen tau sroto dan buat yang bingung cari tempat makan.. :P

Ngomong-ngomong tentang sroto, saya pertama kali makan sroto sekitar tahun 2002 lalu di daerah Banyumas, dalam perjalanan pulang dari Nusa Kambangan ke Solo, dalam rangka Touring Vespa ke Nusa Kambangan bersama pacar tercinta saat itu (hai, pak... pa kabar? ^^). Sebenarnya saya agak-agak lupa sama bentuk dan rasanya, secara itulah pertama dan terakhir kalinya makan sroto sebelum saya mencoba sroto di tebet ini.

maka setelah mencoba Sroto Eling-Eling ini, saya sempat pamer tempat makan ini kepada sang mantan dalam satu kesempatan telpon-telponan. komentarnya singkat saja :
"...gimanapun lebih enak sroto di banyumas, waktu balik dari nusakambangan…. Yang makan-nya pake baju kucel, muka cemong2 karena asep knalpot sepanjang jalan dan belum mandi 2 hari..."
ya iyyyaaaaaalaaaaaaaahhhhh… apalagi makannya bareng saya, kan…? :P

dalam perjalanan pulang

menjelang 22.30

perjalanan pulang kantor. lepas pancoran-kalibata, di sekitar pasar minggu kira-kira 50 meter menjelang underpass. udara agak dingin karena sore tadi memang turun hujan di kawasan tebet-pancoran-kalibata. gak tau di tempat lain. kondisi badan capek, pegel-pegel, kepala agak sedikit pusing karena overload menjelang audit. *help ^^*

jalanan menuju underpass agak sedikit tersendat, gak biasanya seperti ini. apalagi jam segini. motor, mobil dan beberapa bis menepi. pusat perhatian tertuju pada sebuah kijang innova hitam berplat nomor ..... ah sudahlah, gak usah di tulis disini walaupun nomornya sempat saya hapalkan tadi. seorang laki-lagi berbadan tegap, berpakaian safari panjang berwarna gelap tengah memaki-maki seorang pengendara sepeda motor yang memboncengkan seorang wanita, dengan kata-kata kasar dan bernada ancaman. saya bisa mendengarnya karena saya termasuk salah satu pengguna jalan yang sengaja memperlambat laju kendaraan karena ’tertarik menonton’ peristiwa itu --selain karena innova hitamnya itu berhenti agak ke tengah jalan dan sedikit mengganggu lalu lintas--. satu yang menjadi perhatian saya adalah laki-laki itu mengacungkan senjata (baca : pistol) ke arah pengendara sepeda motor. entah apa salah yang dibuat oleh pengendara motor itu sampai laki-laki berbadan tegap mengeluarkan senjatanya. apa mobil yang baru 5 bulan usianya itu sempat tersenggol oleh pengendara motor tadi...? --(usia mobil bisa ditebak dari platnya, kan...?) -- atau pengendara motor itu bersikap ugal-ugalan...? atau jangan-jangan dendam karena wanita yang di bonceng di motor itu adalah kekasihnya...? --hadoh-hadoh....sinetron banget seh..^^.--

anyway apapun itu, kok jadi seperti pamer kekuatan ya, mengeluarkan senjata sambil teriak-teriak memaki orang malam-malam begini di jalan… please deh...

setelah puas memaki-maki dan menjadi tontonan orang, laki-laki berbadan tegap itu masuk kembali ke mobilnya, memacu kendaraannya masuk ke underpass. saya tepat berada di belakang innova hitam yang dikendarainya itu sampai saya masuk ke arah tanjung barat dan innova itu melaju ke arah lenteng agung. sekilas sempat saya lihat sebuah stiker lambang kesatuan berseragam tertempel di kaca belakang mobil itu.

sejenak saya teringat peristiwa yang dialami donald luther colopita, yang menjadi headline media seminggu belakangan ini.

candy-candy

Akhir Mei 2007 kemarin saya melihat sebuah trailer sinetron yang akan ditayangkan mulai awal Juni di sebuah station TV Swasta, dengan judul Candy. Judul ini mengingatkan saya pada sebuah komik dan film kartun masa SD yang sangat saya sukai. Melihat beberapa potongan adegan dan sedikit ceritanya, saya curiga sinetron ini memang benar-benar mengadaptasi cerita komik favorit saya itu. Karena rasa penasaran inilah maka setelah melihat promo sinetronnya, saya langsung membuka website production house yang memproduksi sinetron ini. Ternyata benar… *hadoh-hadoh...* sinetron ini memang ‘replika’ film yang dulu pernah ditayangkan stasiun tv yang sama dengan yang menayangkan sinetronnya. Bahkan ketika saya membaca sinopsisnya, beberapa nama tokohnya masih sama walaupun ada sedikit yang berbeda *pastinya rada kacrut banget kalu dibandingin sama versi aslinya... duh... duh... tolong cepat2 tobat ya itu...*. Sangat Indonesia sekali…. ^^. Sekarang sinetron yang katanya dulu tayang seminggu tiga kali tersebut kini tayang setiap hari karena kabarnya ratingnya yang menanjak. *sigh*

Sudahlah, sebenarnya bukan masalah replika-adaptasi-jiplakan atau apalah namanya yang ingin saya tulis disini. Saya lebih bersemangat menceritakan betapa saya pernah menggandrungi Candy White Audrey (yang dibeberapa negara dikenal juga sebagai Candice White Ardlay), tokoh serampangan – jerawatan - tomboy yang hobi memanjat pohon itu. Saya pertama kali mengenal Candy sekitar kelas 3 atau 4 SD saat film itu di putar hari Minggu jam 08.30 setelah Doraemon. Jarang sekali saya melewatkan hari Minggu tanpa menonton Candy. Sosok Candy menyihir begitu banyak anak seusia saya saat itu (setidaknya hampir semua teman sekolah saya juga menyukainya).

Menurut Tante Wiki, awalnya Candy di rilis pertama kali dalam bentuk novel oleh Kyoko Mizuki pada tahun 1975. Cerita ini kemudian diadaptasi ke serial manga oleh Yumiko Igarashi untuk majalah ’Nakayoshi’ selama 4 tahun, mulai April 1975 hingga Maret 1979. Cerita ini juga pernah di buat dalam versi serial anima untuk televisi Jepang, TV Asahi, sebanyak 115 episode yang ditayangkan pada 1 Oktober 1976 hingga 2 Februari 1979. Pada 25 April 1992 dirilis juga versi filmnya dengan durasi 26 menit.
Di Indonesia sendiri saya kurang mengetahui secara pasti media apakah yang lebih dahulu mempopulerkan Candy. Apakah itu cerita komiknya atau serial yang ditayangkan oleh RCTI. Saya sendiri mulai megikuti Candy ketika ditayangkan di RCTI dan karena ingin tahu kelanjutan ceritanya maka saya juga membeli komiknya. Seingat saya komik Candy termasuk dalam komik ‘angkatan pertama’ yang diterbitkan oleh Elexmedia, selain ada beberapa cerita Serial Cantik lainnya. Bukan perjuangan mudah bagi saya untuk bisa membeli komik itu lengkap dari nomor 1 hingga 9. Bayangkan saja uang saku harian saya yang saat itu hanya sekitar 300 rupiah sementara harga komik saat itu 3000 rupiah. orang tua saya tidak akan mau berbaik hati memberikan uang lebih atau membelikan komik itu untuk saya, karena mereka khawatir saya lebih rajin membaca komik dibandingkan buku pelajaran --ya iyya laaaahh...^^--

Saya masih mengikuti serial Candy sampai lulus SD. Namun pertengahan tahun 1994, ketika memasuki bangku SMP saya kehilangan waktu Minggu saya untuk menonton Candy. Minggu pagi mulai jam 08.00 (selain masih ada 2 hari lainnya) saya mempunyai kesibukan baru, ikut latihan beladiri. --Ehmm…jujur tidak semua orang yang mengenal saya saat ini mengetahui bahwa saya adalah seorang pemegang sabuk hitam (sabuk tertinggi) di sebuah kelompok beladiri dan pernah merebut medali perak di kejurda DKI Jakarta…^^-- Seiiring dengan itu, serial Candy pun berlalu, entah karena sudah habis atau terpaksa dipotong, saya tidak tahu secara pasti. Saya tidak lagi mengikuti jalan ceritanya karena kesibukan saya di hari minggu tidak lagi menyisakan kesempatan untuk sekedar melihat jerawat kecil di pipi Candy.

Sepuluh tahun setelah itu, ketika memasuki tahun keempat kuliah, saya kembali ‘dipertemukan’ dengan Candy ketika dalam satu kesempatan ngobrol tentang film kartun jaman kecil bersama renny, kiki dan juga hesti (teman kost yang freaks abis dengan komik, manga dan evthing bout Jepun). Masing-masing dari kami sama-sama mengurai kenangan tentang Candy. Yang membuat saya lebih senang, ternyata kiki memiliki koleksi lengkap komik tersebut --seperti yang dulu pernah saya miliki di rumah sebelum pindah ke Solo-- dan mengijinkan saya untuk membawa semua komik Candy-nya, seri 1-9, yang ada di gudang atas rumahnya --bagian rumah yang hanya digunakan untuk menyimpan barang-barang yang sudah tidak terpakai lagi--. Believe it or not, apapun saya lakukan saat itu agar secepatnya kesembilan komik itu bisa pindah ke kamar kost saya. Tidak peduli berapa tebal debu dan sumpeknya gudang, yang penting saya bisa menemukan komiknya dan membacanya kembali entah untuk yang keberapa ratus kali.


Bulan lalu iseng terfikir oleh saya untuk googling ’Candy White Audrey’. Saya menemukan begitu banyak tulisan artikel, milis, komik, video, soundtrack dan masih banyak potongan-potongan lain film ini dalam versi kartunnya di ’you tube’. Opening film yang sempat saya lihat seakan membawa saya kembali ke euforia jaman SD dulu tatkala soundtrack tersebut diputar jam 08.30 pagi. Walaupun opening film yang saya lihat di ’you tube’ adalah versi asli dalam bahasa jepang, tapi saya masih bisa mengingat dengan baik versi indonesianya, baik opening maupun closingnya.

Biar saja, biar... Wajahku begini
Tak peduli... Tak....oh.. Tak... Oh... Tak perlu ku tangisi
Aku memang anak nakal, berlari-lari kesana-sini
Karena aku... Sebab aku...
Memang aku Candy
Senyumlah, senyumlah, senyumlah Candy....
Biarkan sepi ku sendiri, aku pun tak peduli
Lalu ku lari mencari cermin-cermin dan ku berkaca
Senyumlah, senyumlah, senyumlah Candy....

Yihaaaaa.... Saya masih hafal! Seingat saya lirik soundtrack bagian openingnya seperti itu. Dinyanyikan senada dengan versi asli bahasa Jepang-nya, seperti yang saya lihat di you tube. Kalau untuk bagian closingnya seingat saya seperti ini

Biarkanlah esok datang menghampiri diriku
Aku cinta hari esok, aku cinta esok
Harapanku mungkin nanti ’kan menjadi kenyataan

Aku cinta hari esok, aku cinta esok
Diantara berjuta keinginan ini
Kau lah mimpiku... harapanku... impianku.... harapanku...
Candy...
Jumat awal agustus kemarin dalam satu kesempatan istirahat makan siang, saya bersama sandra dan millie menjelajah Mal Ambasador-ITC Kuningan. Biasalah, kebiasaan ibu-ibu PKK untuk menghabiskan jam istirahat jumat yang panjang. Berbeda dengan millie dan sandra yang lebih memilih untuk berburu fashion, saya tidak bisa melepaskan bujuk rayu dan godaan setan ambasador untuk belanja dvd film ^^. Excited banget rasanya menemukan dvd Candy-Candy sebanyak 2 session (9 disc) seperti yang pernah diputar di tivi 15 tahun yang lalu itu! Bo... plis deh... its a long time banget gitu looohhhh. *buka hengpong, langsung telpon jeung nina ngegosip hahahihi dan nyetan2in biar cepet2 ke ambassador juga ^^--

Dan hari ini, saat saya menulis tulisan ini, saya masih mencicil untuk ‘menghabiskan’ dvd Candy-Candy itu. Huhuhuhu…. Senangnyaaaaaaaaaahhhhhh…..

its not the best way to spent longwiken

long wiken ya…? seperti biasanya bidang pekerjaan saya tidak mengenal long wiken :(. semua hari dihajar terus! wiken ini kalau saya tidak salah melirik kalender adalah kali ketujuh long wiken di tahun ini dan belum pernah saya rasakan sekalipun! ngiri? hummm… kadang sih iya tapi saya bisa mensiasatinya dengan mengambil libur di tengah peak-nya hari kerja. hehehe, contohnya bulan lalu saya sempat ‘menarik nafas’ 4 hari untuk pergi ke solo di pertengahan minggu. jadi di saat semua orang tengah berkutat dengan kesibukannya, saat itu saya sedang berwisata kuliner dan belanja-belanji di solo... :)

ngomomg-ngomong tentang libur, saya biasa menghabiskan waktu libur dengan online seharian sambil mengupdate blog, chat, surfing atau blogwalking. kalau mood nonton saya sedang oke, saya mencicil untuk menghabiskan dvd film yang menumpuk (biasanya di awal bulan saya memborong judul-judul baru untuk saya stock selama satu bulan). kalau kebetulan teman-teman mengajak kumpul arisan, makan dan belanja bisa dipastikan saya ada di situ ^^. seperti hari minggu kemarin bersama renny menjelajah hidden treasure di daerah cipadu yang ternyata menyenangkan dan membuat kalap :p

long wiken kali ini boss saya meliburkan karyawannya pada tanggal 17 agustus ini namun mengharuskan kembali untuk masuk seperti biasa pada tanggal 18 dengan sedikit ‘bonus’. ‘bonus’ yang dimaksud adalah bisa datang menjelang siang dan memakai baju bebas. (pliss deh, tiap hari kan kita --eh… saya-- juga pake baju bebas kan, boss? except mereka yg demen bgt pake seragam lapangan heheheee…). kalau saja bisa diganti, jujur saya lebih memilih untuk masuk pada hari jumat dan libur pada hari sabtu.

tapi sepertinya minggu ini minggu ter-apes untuk saya. tetap masuk saat longwiken dan ada pr tambahan yang harus saya selesaikan, yaitu mempelajari setumpuk diktat prosedur dan makalah dalam rangka pelatihan yang diadakan oleh kantor pusat awal minggu besok. huwwwaaaahhh... membaca ini, menghafal itu, memahami ini-itu, duh… bo! pliss deh. secara setahun belakangan ini otak saya seperti kaku – beku – bebel karena sudah tidak lagi mengikuti kegiatan jaman-sekolah-banget itu.

kejutan masih belum selesai. sore kemarin datang fax dari kantor iskandarsyah yang isinya pemberitahuan jadwal audit untuk proyek saya yang akan jatuh pada awal september besok. gubrak-gubrak lah semua isi proyek saya.

rasanya tiga minggu ke depan hidup tidak akan bisa tenang lagi... *sigh*

me...?

hasil timpukan mas helman dari sini

"mustika, you are somewhat left-hemisphere dominant and show a preference for visual learning, although not extreme in either characteristic. you probably tend to do most things in moderation, but not always.

your left-hemisphere dominance implies that your learning style is organized and structured, detail oriented and logical. your visual preference, though, has you seeking stimulation and multiple data. such an outlook can overwhelm structure and logic and create an almost continuous state of uncertainty and agitation. you may well suffer a feeling of continually trying to "catch up" with yourself.

your tendency to be organized and logical and attend to details is reasonably well-established which should afford you success regardless of your chosen field of endeavor. you can "size up" situations and take in information rapidly. however, you must then subject that data to being classified and organized which causes you to "lose touch" with the immediacy of the problem.
your logical and methodical nature hamper you in this regard though in the long run it may work to your advantage since you "learn from experience" and can go through the process more rapidly on subsequent occasions.

you remain predominantly functional in your orientation and practical. abstraction and theory are secondary to application. in keeping with this, you focus on details until they manifest themselves in a unique pattern and only then work with the "larger whole."

with regards to your career choices, you have a mentality that would be good as a scientist, coach, athlete, design consultant, or an engineering technician. you can "see where you want to go" and even be able to "tell yourself," but find that you are "fighting yourself" at the darndest times".
tapi... kok gak ada dan gak disebutin pilihan karir saya apakah akan jadi 'istri arsitek' atau tidak... ^^. eniwei thanks ya mas hel.... =)