intermezzo

incoming messages :

kangen solo… ujan-ujan gini enaknya di solo.
bakso + duren matesih, capcay twmangu
--sms,25 des 2007 18:45--

remembering mode on
lokasi : solo (92m dpl, 110 45’-110 45` BT , 7 36’ – 7 56’ LS), 6-7 tahun yll.

katakan kita sakit... gila... menempuh 40 km jalan mendaki ke arah kaki lawu hanya untuk mendapatkan kehangatan sepiring capcay di terminal tawangmangu. pernah pula menembus hujan lebat dengan deraian tawa saat kita kerepotan membawa pulang durian (langsung dari pohonnya) dari matesih. atau mengerahkan segenap kemampuanmu untuk membantuku agar sesegera mungkin tugas besar struktur konstruksi bangunan gedung-ku selesai dan kita dapat menyusul + bergabung dengan kemeriahan iring-iringan touring menuju nusakambangan.

aaah... masa itu...

tadi malam
lokasi : tempat minum kopi - jakarta (7m dpl, 6º12' LS, 106º 48' BT)

”jaman kita kuliah dan gak punya duit, cuma modal nekat dan nyetater motor doang bisa sampe mana-mana. makan capcay di tawangmangu, minum cendol di prambanan, ’metik’ duren di matesih, nekat ke nusakambangan, tahun baruan di blitar, beli roti ke salatiga dan gak kehitung berapa kali dalam sebulan nengok jogja-semarang... sekarang... alhamdulillah sudah punya duit sendiri, tapi sempit banget waktu buat bisa ngelakuin hal-hal amazing kaya dulu... kadang kangen... tapi toh semua ada masanya kan? bahagia aja udah pernah ngelewatin itu semua” katamu dengan menerawang.

kamu bahagia. saya bahagia. kita tetap bahagia. setidaknya saat ini derai tawa masih mengalir diantara cerita dan nostalgia yang silih berganti meluncur dari bibir kita masing-masing, sambil ditemani kehangatan secangkir black coffe-ku, cappuccino-mu dan dua potong donat, saat rasa bebek bakar yogi @jalan panjang masih bisa kita rasakan melalui sendawa barusan.

saya juga kangen dengan ke’nekat’an kita...

No comments: