hari pertama di bulan baru. februari bulan tersingkat selama setahun, baru saja berlalu beberapa jam yang lalu. seperti februari-februari sebelumnya, aku masih tetap tidak menyukai februari, termasuk kali ini, dengan alasan yang subyektif tentunya. banyak cerita di februari yang mendewasakanku namun banyak menguras energi dan tangis. cerita keterpurukanku beberapa tahun lalu, cerita perang dingin yang pernah terjadi februari dua tahun lalu, sampai perjuangan menyelesaikan studio tugas akhir tahun kemarin, semuanya terbingkai di februari.
tidak banyak yang tahu kalo aku punya rutinitas menulis puisi khusus di bulan februari sejak februari empat tahun yang lalu. selalu tentang februari dan hujan. tidak ada alasan pasti mengapa aku begitu tertarik untuk menulis dan mereview semua kejadian melalui sebuah puisi bertemakan ’hujan di februari’ dengan irama yang mellow dan sendu.
februari kali ini so far hampir ku lewati dengan baik-baik saja. ya, hampir. karena baru di matahari terakhir februari ini sedikit demi sedikit ada perasaan aneh yg ku rasakan. mellow kali ini mulai terasa sejak pagi hari. beranjak siang sampe malam tadi keadaanku semakin gak jelas. cuma ada satu masalah, dan aku sedang berusaha meyakinkan diri atas segala keputusan yang ku ambil. khawatir. takut. ya, itu yang ku rasakan. selama ini aku tidak jujur terhadap diriku sendiri, ternyata satu hal yang dulu sempat ku yakini akan bisa kuhadapi dengan baik-baik saja, ternyata malah sebaliknya. bingung? ya jelas.. kalian pembaca kan gak tau duduk persoalannya tho...
dari habis magrib tadi hanya ku habiskan untuk online sambil sesekali melirik acara tivi. 22.30 wib sebuah sms masuk di tengah keadaanku yang masih kacau, seorang sahabat, mengajak rendezvous ngobrol2 ringan tentang acara radio yg lagi di dengarnya *walau masing2 dari kami ada di belahan dunia yg berbeda, jakarta dan solo* yang dulu sempet kami bahas pol-polan, sambil sesekali bertukar update hari ini. gundahku masih terasa. obrolanku dengannya belum bisa menyingkirkan kekacauanku walau untuk sepersekian persen. berlanjut sampai hampir jam 23.45 beberapa saat sebelum tidur, aku masih sempet online di YM sampe lewat tengah malam dengan seorang kakak tingkat waktu kuliah dulu, ngobrol ketawa n sinting2an bareng. lumayan bisa bikin ketawa sebentar. gak beberapa lama aku pamit duluan dengan alasan ngantuk. ugh, perasaan gundah itu masih menggantung sampai detik februari berganti maret.
dan untuk kali ini juga... ku lepas februari dengan galau, seperti tahun-tahun sebelumnya...








No comments:
Post a Comment